DAILY OUTLOOK

3 FEBRUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: Tumbang Kekerendahan Baru 2021 Dibawah 1.2050

EUR/USD tergelincir di bawah 1.2050, turun ke level terendah sejak awal Desember, berarti terendah juga di tahun 2021.

Matauang bersama berjuang ditengah lambatnya gerakan vaksinisasi di Eropa. GDP zona Euro turun sebanyak 0.7%.

Meskipun Uni Eropa telah berdamai dengan AstraZeneca dengan kedua belah pihak bersepakat untuk kompromi, namun usaha imunisasi di Eropa masih jauh perjalannya. Lambatnya kampanye vaksin di Eropa ini menekan matauang bersama Eropa.

Hal lain yang menekan matauang bersama Eropa adalah data makro ekonomi GDP zona Euro yang turun sebanyak 0.7% setelah sebelumnya pada kuartal ketiga sempat mengalami pemulihan. Hal ini menambah ketakutan akan terjadinya resesi yang dalam.

Faktor selanjutnya yang bisa menekan turun EUR/USD adalah meredanya kekalutan di pasar saham AS karena kasus saham meme – GameSpot yang membawa kepada keprihatinan atas kerugian yang besar yang dialami oleh para hedge fund besar yang sempat menimbulkan gelombang aksi jual.

Sentimen di pasar saham sekarang menjadi tenang dengan para trader ritel fokus ke komoditi perak.

GBP/USD: Sterling turun dari ketinggian diatas 1.3700

Pasangan matauang GBP/USD turun sekitar 40 pips dari ketinggiannya yang melewati 1.3700 dan diperdagangkan disekitar 1.3670.

Setelah koreksi yang terjadi atas ketinggian selama beberapa tahun di sekitar 1.3755, pasangan matauang ini memperoleh kembali daya tarik positipnya pada hari Selasa pagi dan naik kembali keatas 1.3700.

Sentimen pasar yang bagus telah menekan dolar AS yang safe-haven dan mendorong naik pasangan matauang GBP/USD selama perdagangan paruh pertama.

Sentimen resiko global mendapatkan dorongan naik setelah Demokrat yang mengajukan usulan stimulus sebesar $1,9 triliun selangkah maju akan mem-bypass Republikan sekalipun ditengah perundingan dengan sekelompok senator Republikan yang berusaha menurunkan nilai stimulus menjadi hanya $618 miliar.

Sementara itu, ekspektasi akan turunnya stimulus membuat naik imbal hasil obligasi treasury AS yang mengakibatkan ikut naiknya dolar AS. Ditambah lagi, munculnya aksi jual terhadap mata uang bersama Eropa telah membantu membangkitkan permintaan akan dolar AS yang bukan saja menahan kenaikan pasangan GBP/USD, bahkan memicu aksi jual di level yang lebih tinggi.

AUD/USD

Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (3/2/2021) yang dibuka sama dengan penutupan sebelumnya yang sudah melemah selama 3 sesi berturut,  berusaha rebound di tengah pergerakan kuat dolar AS.

Aussie mendapat kekuatan dari 2 data ekonomi yang dirilis sebelum pasar Australia buka.

Jumlah tempat tinggal yang disetujui di Australia melonjak 10,9 persen bulan ke bulan pada Desember 2020, setelah kenaikan 3,3 persen yang direvisi naik di bulan sebelumnya.

Ini adalah bulan keempat berturut-turut kenaikan izin bangunan dan laju paling tajam dalam tiga bulan. Kemudian dari laporan AID untuk indeks konstruksi juga meningkat dari periode sebelumnya.

Namun pergerakan pair selanjutnya akan dibatasi oleh data PMI jasa Australia yang menurun, indeks PMI Markit dalam jasa  turun menjadi 55,6 poin pada Januari dari 57,0 pada Desember.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat  di awal pasar uang Asia  setelah  menguat sesi sebelumnya.

Dolar AS diperkuat oleh ekspektasi ekonomi negeri tersebut akan lebih baik dari negara-negara besar lainnya jika stimulus fiskal besar-besaran diluncurkan.

USD/CHF

USD/JPY: YEN kembali menguat namun dibatasi oleh optimisme pasar global.

Pair USDJPY pada sesi Asia Rabu (3/2/2021) dibuka lebih tinggi dari gain selama 5 sesi berturut sebelumnya yang masih berpijak pada penguatan dolar AS dan juga rally perdagangan aset risiko.

Kekuatan aset risiko masih mendominasi pasar setelah gain lanjutan bursa saham Wall Street dan kenaikan posisi imbal hasil obligasi.

Penguatan yen Jepang terus dibatasi oleh optimisme pasar global, harapan baru untuk stimulus fiskal tambahan di AS dan meredanya kekhawatiran atas gejolak perdagangan ritel Wall Street dengan lonjakan semua indeks utamanya.

Sebelumnya yen sudah tertekan oleh pengumuman perpanjangan status keadaan darurat covid-19 di Jepang.

Dari laporan ekonomi AS yang dirilis, data  menunjukkan bahwa indeks Optimisme Ekonomi IBD / TIPP pada bulan Februari meningkat menjadi 51,9 dari 50,1 pada bulan Januari dan mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 51.

Terdapat juga data negatif, indeks Kondisi Bisnis ISM-NY merosot menjadi 51.2 di bulan Januari dari 61.3 di bulan Desember.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat  di awal pasar uang Asia  setelah  menguat sesi sebelumnya. Dolar AS diperkuat oleh ekspektasi ekonomi negeri tersebut akan lebih baik dari negara-negara besar lainnya jika stimulus fiskal besar-besaran diluncurkan.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.