DAILY OUTLOOK

4 FEBRUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Kembali Turun Dampak Penguatan Dollar

EUR/USD kembali tertekan dengan naiknya dolar AS karena harapan akan keluarnya stimulus AS yang signifikan. Imbal hasil treasury juga mengalami kenaikan. Sementara euro tidak mendapatkan dorongan naik dari angka inflasi yang bagus.

Bangkitnya kembali optimisme atas stimulus ekonomi AS yang baru mengangkat harapan akan pemulihan ekonomi global yang kuat.

Hal ini, ditambah dengan berita – berita yang positip mengenai perkembangan vaksin Virus Corona yang baru, telah mendorong minat investor terhadap assets yang lebih beresiko.

Reuters melaporkan pada hari Selasa bahwa vaksin Virus Corona dari Rusia Sputnik V menunjukkan tingkat efektifitas sebesar 91.6% pada uji coba fase ketiga.

Faktor satu – satunya yang bisa membatasi kenaikan dolar AS adalah arus “risk-on” yang menguasai pasar dan membantu pasangan matauang EUR/USD untuk mendapatkan tahanan “support” di batas psikologis 1.2000.

GBP/USD: Penurunan Lebih Lanjut Namun Kemungkinan Masih Terbatas

Poundsterling cenderung turun selama perdagangan sesi Eropa dan jatuh ke kerendahan harian yang baru disekitar 1.3630-40. Penurunan matauang ini disebabkan karena tertekan oleh kenaikan yang kuat dari dolar AS.

Ekspektasi dari akan keluarnya stimulus fiskal AS yang masif terus mendorong kenaikan imbal hasil obligasi treasury AS yang pada gilirannya mendukung kenaikan dolar AS.

Pounsterling Inggris juga tertekan turun oleh PMI Jasa Inggris dimana angka final yang keluar untuk bulan Januari adalah sebesar 39.5.

Meskipun angka ini masih sedikit lebih baik dari pada angka yang diperkirakan sebesar 38.8, namun masih mengarah kepada kontraksi yang tajam di sektor Jasa sejak bulan Mei 2020.

Hal ini menambah kekuatiran akan potensi ambruknya ekonomi akibat dari langkah – langkah untuk mengatasi virus corona.

Meskipun demikian penurunannya tertahan dengan para investor kemungkinan menahan diri untuk masuk pasar menjelang pertemuan Bank of England pada hari Kamis.

AUD/USD

Pair AUDUSD pada sesi Asia Kamis (4/2/2021) melaju cepat melanjutkan gain sesi sebelumnya dan berhasil menembus posisi resisten kuat hariannya di tengah koreksi dolar AS. Aussie mendapat kekuatan dari rilis data neraca perdagangan terkini.

Surplus perdagangan Australia meningkat menjadi AUD6,79 miliar pada Desember 2020 dari sedikit revisi AUD5,01 miliar pada bulan sebelumnya.

Ini adalah surplus perdagangan terbesar sejak Juni, di tengah meningkatnya permintaan global karena lebih banyak negara membuka kembali ekonomi mereka menyusul pelonggaran lockdown akibat pandemi virus corona.

Ekspor naik 3 persen ke level tertinggi sembilan bulan sebesar AUD 37,27 miliar, sementara impor turun 2 persen menjadi AUD 30,48 miliar.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak retreat  di awal pasar uang Asia  setelah  menguat sesi sebelumnya. Dolar AS terkoreksi oleh membaiknya sentimen aset risiko setelah data ketenagakerjaan sektor swasta ADP menunjukkan sedikit peningkatan sementara data PMI Jasa  juga melampaui perkiraan.

USD/CHF

USD/JPY: YEN kembali menguat namun dibatasi oleh optimisme pasar global.

Pair USDJPY pada sesi Asia Kamis (3/2/2021) konsolidasi setelah gain selama 6 sesi berturut dengan pergerakan dolar AS yang terbatas di tengah sentimen aset risiko menurun.  Dolar AS retreat sebagai safe haven merespon beberapa rilis data ekonomi yang positif.

Secara fundamental posisi yen Jepang sedang tertekan dengan beberapa data ekonomi terakhir yang melemah serta status keadaan darurat virus corona yang diperpanjang oleh PM Jepang Yoshihide Suga hingga 1 bulan, berakhir tanggal 7 Maret 2021 untuk 10 provinsi termasuk Tokyo.

Sebelumnya yen juga mendapat tekanan dari laporan ekonomi, data PMI Jasa Jepang au Jibun Bank berada di posisi  46,1 pada periode bulan Januari, kontraksi bulan kedua belas berturut-turut di sektor ini dan laju turun tertajam dalam lima bulan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak retreat  di awal pasar uang Asia  setelah  menguat sesi sebelumnya.

Dolar AS terkoreksi oleh membaiknya sentimen aset risiko setelah data ketenagakerjaan sektor swasta ADP menunjukkan sedikit peningkatan sementara data PMI Jasa  juga melampaui perkiraan.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.