DAILY OUTLOOK 12 JANUARY 2021

EUR/USD

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD jatuh dibawah 1.22, terendah selama tiga minggu. Naiknya imbal hasil obligasi AS dan keengganan dari the Fed untuk bertindak telah mendorong naik dolar AS.

Sebelumnya pandangan orang adalah hanya “taper tantrum” baru yang bisa membuat dolar AS naik, namun sekarang, Federal Reserve mentolerir naiknya imbal hasil dari Treasuries AS, sehingga membuat dolar AS naik. Naiknya imbal hasil dari obligasi 10 tahun – yang membumbung diatas 1%  – telah mendukung naik dolar AS.

Richard Clarida, wakil bank sentral AS, pada hari Jumat minggu lalu, mengatakan bahwa dia ingin mempertahankan kecepatan dari pembelian obligasi. Sebelumnya, Raphael Bostic, Presiden Federal Reserve cabang Atlanta memberikan tanda bahwa dia ingin mengurangi kecepatan pembelian dari Federal Reserve. Sementara itu, para investor ramai – ramai menjual obligasi setelah Demokrat mengambil alih kontrol atas Senat yang membuka jalan bagi mereka untuk mengeluarkan rencana stimulus yang lebih boros dan menerbitkan lebih banyak hutang.

The Fed memperhatikan kesulitan yang terjadi sekarang dan berharap kepada pemulihan lewat vaksin. Naiknya imbal hasil saat ini dipandang sebagai optimisme di pasar yang disambut baik oleh the Fed saat ini.

Hanya apabila terjadi aksi jual saham yang masif yang bisa membuat bank sentral AS ini menambah pembelian obligasi dan mengirim dolar AS turun.

Kemenangan Demokrat di pemilihan Senat di Georgia merupakan alasan dibalik kenaikan dolar AS yang signifikan, bukan penyerbuan ke Capitol. Sebegitu jauh, pasar mengabaikan drama politik AS.

Covid – 19 terus meningkat di AS dan Eropa. Sementara itu, kecepatan pembagian vaksin tetap lambat. Sebegitu jauh baru 2% orang Amerika yang menerima vaksin dan di Eropa kurang dari 1%. Investor mengingini statistik imunisasi meningkat dan Covid – 19 turun.

GBP/USD TINJAUAN FUNDAMENTAL

GBP/USD memperpanjang kerugiannya bersamaan dengan imbal hasil Treasury AS terus mengalami kenaikan. Inggris kemungkinan akan memperketat restriksinya dengan rumah sakit – rumah sakit berada dalam tekanan yang besar dari arus banjir pasien coronavirus.

Bagi Sterling, kerugian 200 pips hanya dalam waktu kurang dari semalam tidak diragukan lagi merupakan permulaan yang lemah memulai tahun yang baru. Perkembangan belakangan ini memperlihatkan dua pukulan terhadap Sterling.

Pertama, dolar AS memperpanjang kenaikannya bersamaan dengan naiknya imbal hasil obligasi AS setelah Demokrat merebut kontrol atas Senat yang memungkinkan mereka untuk meloloskan paket stimulus baru yang besar. Aksi jual obligasi yang menaikkan imbal hasil, mengalami perpanjangan  dengan Federal Reserve kelihatannya mentolerir kenaikan tingkat bunga jangka panjang yang dipandang sebagai tanda harapan akan pemulihan ekonomi global pada tahun ini nantinya.

Kedua, rumah sakit – rumah sakit di London berada dalam situasi yang membuat orang menjadi putus asa. Varian baru virus telah menyebabkan penyebaran virus yang lebih cepat.

Dukungan naik kemungkinan bisa datang dari pemerintah dimana Menteri Keuangan Rishi Sunak akan berbicara di Parlemen nantinya. Harapan lain datang dari medan medis dengan pemerintah mempercepat pembagian vaksin.

AUD/USD

AUD/USD 12 Januari 2020: Aussie Konsolidasi Di Tengah Harapan Stimulus AS

  • AUD/USD memudar, memantul pada hari Jumat malam dari 0,77227, berkurang setelah naik selama delapan minggu berturut-turut.
  • Kemenangan Senat Demokrat, mendorong impeachment Trump mendukung paket bantuan Amerika, Presiden terpilih Biden menyerukan dukungan fiskal segera lebih lanjut.
  • Penderitaan Covid-19, ketegangan Tiongkok-Amerika, dan tantangan penurunan emas.
  • Aussie Retail Sales, Data Inflasi China akan menghiasi kalender, berita stimulus AS akan menjadi kuncinya.

AUD/USD memulai minggu perdagangan sebagian besar tidak berubah di dekat penutupan hari Jumat di 0,7760 sementara melawan 0,7750 selama awal sesi Asia hari Senin. Meskipun gagal untuk membawa kemunduran korektif Jumat malam, itu berhasil naik selama delapan minggu berturut-turut sebelum awal minggu ini.

Politik AS telah menjadi alasan utama pelemahan Dolar AS baru-baru ini, yang pada gilirannya membantu ekuitas dan Antipodean, termasuk AUD/USD, selama periode terakhir. Harapan paket bantuan virus korona AS (COVID-19) mendapatkan momentum setelah data ketenagakerjaan AS yang suram pada hari Jumat. Dengan Demokrat siap untuk mengambil alih kekuasaan komando Kongres AS, harapan dari paket bantuan meningkat, yang pada gilirannya mendorong ekuitas meskipun kesengsaraan virus mendapatkan momentum di AS dan Inggris. Sementara dorongan untuk mendakwa Presiden AS Donald Trump sangat panas, yang secara tidak langsung mendukung lebih banyak kejelasan atas langkah stimulus Demokrat,

Nonfarm Payrolls yang suram pada hari Jumat, -150K versus + 70K diharapkan, menambah lebih banyak urgensi untuk paket bantuan yang sangat ditunggu-tunggu. Menyusul data tersebut, Presiden terpilih AS Joe Biden menyerukan dukungan fiskal lebih lanjut segera dan mendorong harapan gaji $ 2.000 serta bantuan tambahan pemerintah. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump berpandangan, menurut Bloomberg bahwa Wakil Presiden Mike Pence dan anggota kabinetnya tidak akan berusaha untuk mengeluarkannya berdasarkan Amandemen ke-25.

Sementara itu, angka covid-nya AS dan Inggris goyah di sekitar rekor tertinggi baru-baru ini, sementara kekhawatiran akan ketegangan covid lainnya, kali ini dari Amerika juga mendapatkan momentum. Perlu dicatat bahwa perselisihan AS-China meningkat di tengah perintah eksekutif baru pemerintahan Trump untuk melakukan bisnis dengan delapan perusahaan AS serta dorongan untuk terhubung ke Taiwan, yang tidak disukai Beijing. Dengan latar belakang ini, benchmark Wall Street naik ke rekor puncak sementara imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga tetap optimis. Namun, harga emas turun terparah dalam tujuh minggu terakhir setelah kinerja suram pada hari Jumat.

Selanjutnya, Penjualan Ritel November Australia, 7,0% sesuai pembacaan Awal dan sebelumnya, mendahului Indeks Harga Konsumen (CPI) China dan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk Desember, diharapkan masing-masing 0,1% dan -0,8% versus -0,5% dan -1,5 % sebelumnya. Sementara data terjadwal dapat membantu AUD / USD untuk tetap kuat, ditambah dengan harapan stimulus AS, kekhawatiran yang jelas dapat bergabung dengan pergumulan Tiongkok-Amerika.

USD/CHF

USD/JPY

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.