DAILY OUTLOOK

5 FEBRUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: Trend EURO Masih Bearish

EUR/USD tumbang dibawah 1.20, menyentuh kerendahan selama dua bulan. Dolar AS naik bersamaan dengan kenaikan imbal hasil Treasury, didukung oleh harapan akan stimulus fiskal dan data ekonomi AS yang kuat. Euro masih berjuang dengan keprihatinan akan vaksin.

Penggerak utama dari penurunan EUR/USD adakan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Dolar AS mengalami kenaikan dengan imbal hasil dari Treasuries 10 tahun AS menyentuh 1.14% mendekati ketinggian yang terjadi pada awal Januari.

Demokrat sedang mengambil langkah procedural yang lain untuk meloloskan paket bantuan pandemi corona virus senilai $1.9 triliun tanpa dukungan dari Republikan. Sementara proses negosiasi masih terus berlangsung, pasar sudah mulai memperhitungkan dalam harga nilai yang lebih besar dalam mendorong ekonomi daripada yang dikeluarkan sebelumnya. Diperkirakan akan keluar senilai $1.3 triliun.

Prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan akan keluarnya surat hutang dengan nilai yang besar mendorong dana keluar dari obligasi dan membuat imbal hasil atau tingkat bunga obligasi meningkat dan membuat dolar AS menjadi lebih menarik. Terlebih lagi, stimulus tersebut muncul pada saat ekonomi dalam puncak pemulihannya, seperti yang terlihat pada angka – angka makro ekonomi yang bagus pada hari Rabu.

Angka dari sektor pekerjaan swasta ADP bertambah sebanyak 174.000 posisi pada bulan Januari. Sementara PMI Jasa dari ISM meningkat menjadi 58.7. Kedua angka dari Kalender Ekonomi ini lebih baik daripada yang diperkirakan sehingga menaikkan ekspektasi akan NFP AS pada hari Jumat.

Selain itu, kampanye vaksin yang terus dipercepat di AS juga memberikan harapan bisa keluar dari krisis dengan cepat, sementara Eropa masih berlambat dibelakang.

Berita baiknya dari Eropa adalah Mario Draghi bekas Presiden ECB diberikan kesempatan untuk membentuk pemerintahan baru ditengah krisis politik yang sedang berlangsung di Italia. Secara keseluruhan, dolar AS masih perkasa menghadapi euro.

GBP/USD: Pounds Naik Setelah Pertemuan BoE

Pounds pulih dari kerugian intradaynya ke ketinggian lebih dari dua minggu dan terus rally mendekati pertengahan 1.36500 sebagai reaksi awal dari pengumuman BoE.

Sebagaimana yang telah diperkirakan, BoE tetap mempertahankan tingkat bunga dan jumlah Asset Purchase Facility tidak berubah di 0.10% dan £895 miliar yang diumumkan pada pertemuan pertama dari tahun ini.

Di dalam pernyataan yang menyertainya, bank sentral Inggris ini mengulangi bahwa kebijakan moneter saat ini masih pantas dan selain itu menyuarakan optimisme mengenai outlook Ekonomi.

GDP diproyeksikan pulih dengan cepat ke arah level sebelum virus menyebar. Inflasi diperkirakan naik cukup tajam ke arah target 2% pada bulan musim semi.

Hal ini kelihatannya menjadi faktor satu-satunya yang membuat Poundsterling Inggris mendapatkan dorongan naik yang kuat dan memicu aksi “short-covering” yang agresif.

BoE mengklarifikasi bahwa bank sentral Inggris ini tidak berniat untuk memperketat kebijakan moneter paling tidak sampai ada bukti yang jelas bahwa kemajuan yang signifikan telah berlangsung di dalam mencapai target inflasi sebesar 2% secara berkelanjutan.

Poundsterling sedang berjuang untuk mengkapitalisir rally intraday yang kuat ini.

AUD/USD

Pair AUDUSD pada sesi Asia Jumat (5/2/2021) berusaha rebound merespon penguatan sentimen perdagangan aset risiko serta rally harga minyak mentah di pasar komoditas.  Pair juga dibayangi oleh rilis data retail sales dari kantor statistik Australia.

Penjualan ritel di Australia turun 4,1 persen secara bulanan di Desember 2020, setelah pertumbuhan 7,1 persen di bulan sebelumnya.

Kondisi ini adalah penurunan pertama dalam perdagangan ritel sejak September, di tengah Lockdown akibat pandemi virus corona yang membatasi pertemuan di beberapa negara bagian.

Sebelumnya juga Gubernur  RBA  Philip Lowe mengatakan pemulihan ekonomi di Australia dimulai lebih awal dan lebih kuat dari yang kami harapkan. 

Namun dia juga mengindikasikan adanya penurunan suku bunga melihat tingkat  inflasi masih jauh dari  kisaran target 2 hingga 3 persen.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak retreat  di awal pasar uang Asia  setelah  rally 4 sesi sebelumnya. Dolar AS terkoreksi sebagai safe haven oleh membaiknya sentimen perdagangan aset risiko merespon data ketenagakerjaan AS yang optimis.

USD/CHF

USD/JPY: YEN Menguat dan Terus Melanjutkan Rally.

Pair USDJPY pada sesi Asia Jumat (5/2/2021) yang dibuka bergerak kuat melanjutkan rally 7 sesi berturut sebelumnya, terkoreksi di tengah retreat dolar AS.

Posisi yen awal sesi sempat bergerak lemah merespon rilis data pengeluaran rumah tangga Jepang.

Pengeluaran rumah tangga di Jepang turun 0,6 persen secara riil di bulan Desember dari tahun sebelumnya menyusul kenaikan 1,1 persen di bulan sebelumnya meskipun lebih baik dari ekspektasi penurunan 2,4 persen.

Penurunan tersebut terutama dipicu oleh kontraksi tajam pada belanja pakaian dan rekreasi.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak retreat  di awal pasar uang Asia  setelah  rally 4 sesi sebelumnya.

Dolar AS terkoreksi sebagai safe haven oleh membaiknya sentimen perdagangan aset risiko merespon data ketenagakerjaan AS yang optimis.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.