DAILY OUTLOOK 14 JANUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD 14 Januari 2020: Turun Karena Naiknya USD

EUR/USD diperdagangkan dibawah 1.22, disekitar 1.2140 dengan dolar AS menguat kembali, meskipun masih diatas level hari Selasa. Turunnya EUR/USD bersamaan dengan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah lelang obligasi pada hari Selasa yang lebih banyak menaikkan permintaan obligasi.

Dolar AS yang mengalami penguatan karena naiknya imbal hasil obligasi sempat turun karena turunnya imbal hasil obligasi dari 1.18% menjadi 1.12%.

Naiknya permintaan akan obligasi membuat turun imbal hasil obligasi AS. Namun, kelihatannya hal ini sudah berakhir. Permintaan yang baru akan dolar AS kembali datang dan telah mengirim EUR/USD ke bawah 1.22 dan mengancam “support” yang kritikal di 1.2125.

Mengapa dolar AS cepat berbalik naik? Karena Federal Reserve yang menolak untuk mengurangi skema pembelian obligasi tidak melakukan apa – apa untuk memperluas pembelian obligasi.

Wakil the Fed Richard Clarida dan Gubernur Lael Brainard akan berbicara nantinya, setiap ada sebutan akan melakukan “tapering” bisa menaikkan dolar AS.

Biden akan membicarakan mengenai ekonomi AS pada hari Kamis dan investor mengharapkan Biden akan mengumumkan paket bantuan senilai sekitar $3 triliun.

Euro berpeluang turun dengan coronavirus terus mengamuk di Eropa. Kasus di Spanyol meningkat belakangan ini.

Jerman memperpanjang restriksi sampai lewat bulan Januari. Sementara dari segi vaksin, AS jauh mendahului Eropa dengan AS telah memvaksin hampir 3% dari populasinya sementara Eropa baru sekitar 1%.

GBP/USD 14 Januari 2020: Turun Karena Ancaman Restriksi Baru

GBP/USD memperpanjang kerugiannya kea rah 1.36 dengan PM Inggris Johnson meninggalkan pintu terbuka untuk dikenakannya restriksi tambahan ditengah keterbatasan rumah sakit. 

Pundsterling mendapatkan dorongan naik dengan Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan bahwa tingkat bunga negatif adalah kontroversial.

Selain itu diadakannya lelang obligasi 10 tahun AS dimana diborong investor yang mengakibatkan turunnya imbal hasil obligasi AS dari 1.18% menjadi 1.12% telah membawa turun dolar AS yang pada gilirannya mengangkat naik GBP/USD.

Kenaikan GBP/USD dibayangi dengan ancaman turun karena virus corona terus menghantam Inggris dengan keras, dengan rumah sakit kewalahan menangani pasien virus corona. Selain itu Brexit masih belum selesai di segi sektor jasa.

Dari Amerika Serikat, lelang obligasi 30 tahun rencananya akan diadakan setelah lelang obligasi 10 tahun yang berhasil menarik banyak pembeli. Apabila permintaan yang datang tidak setinggi lelang 10 tahun, dolar AS bisa mengalami kenaikan yang pada gilirannya akan membuat GBP/USD mengalami penurunan.

Wakil the Fed Richard Clarida dan Gubernur Lael Brainard akan berbicara nantinya, setiap ada sebutan akan melakukan “tapering” bisa menaikkan dolar AS.

Biden akan membicarakan mengenai ekonomi AS pada hari Kamis dan investor mengharapkan Biden akan mengumumkan paket bantuan senilai sekitar $3 triliun.

AUD/USD

USD/CHF

USD/JPY

Pair USDJPY pada sesi Asia Kamis (14/1/2021) yang dibuka sama dengan posisi sebelumnya langsung bergerak negatif merespon rilis data ekonomi Jepang yang positif. Kemudian berusaha naik kembali oleh kekuatan dolar AS yang bergerak positif.

Data pesanan mesin inti di Jepang, yang tidak termasuk untuk kapal dan dari perusahaan tenaga listrik, naik 1,5 persen bulan ke bulan di November 2020 setelah melonjak 17,1 persen di bulan sebelumnya, dan dibandingkan dengan ekspektasi pasar turun 6,2 persen. Demikian juga data PPI sedikit koreksi namun masih di area kontraksi.

Posisi yen Jepang sebelumnya mendapat tekanan dari rencana PM Jepang untuk memperluas daerah yang termasuk kategori darurat, setelah pekan lalu umumkan baru Tokyo yang dalam keadaan darurat.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya menanjak di awal pasar uang Asia  setelah sesi sebelumnya gain.

Menguat karena kekhwatiran meningkatnya kasus virus coronayang berujung pada perpanjangan lockdown serta ketidakpastian politik di AS.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.