DAILY OUTLOOK

9 FEBRUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: Euro Bertahan di 1.20700an Dengan Turunnya Yield Treasury Amerika Serikat

Pada perdagangan awal EUR/USD diperdagangkan turun ke arah 1.20, dengan kembali naiknya dollar AS dimana harapan akan dikeluarkannya Stimulus AS dan bertambahnya kasus virus corona di Amerika Serikat juga mendukung kenaikan dollar AS.

Namun pada perdagangan sesi selanjutnya EUR/USD berhasil berbalik naik kembali menuju ke 1.20700an dengan turunnya imbal hasil obligasi AS yang membebani dolar AS.

Selama dua bulan sampai awal Januari, Indeks dollar AS, yang mengukur nilai dollar AS terhadap matauang utama dunia lainnya, turun dari 94.20 ke 89.21 sehingga EUR/USD sempat naik dari 1.16020 ke 1.23490 karena ekspektasi akan dikeluarkannya belanja yang agresif dari pemerintah.

Pasar saham juga mengalami rally yang tajam di seluruh dunia karena harapan akan stimulus AS dan mencetak rekor ketinggian yang baru pada hari Jumat minggu lalu.

Optimisme akan stimulus AS yang menaikkan pasar saham juga menaikkan imbal hasil Treasury AS yang mengakibatkan naiknya kembali indeks dollar AS dari 89.21 ke 91. 21, yang mengakibatkan EUR/USD kembali turun dan sempat sampai kebawah 1.20 sebelum akhirnya naik kembali ke atas 1.20 ke sekitar 1.2050 pada akhir minggu lalu oleh karena keluarnya data NFP AS yang mengecewakan.

GBP/USD: Sterling Kembali Naik Setelah Melemahnya USD

Semula GBP/USD turun sekitar 30 – 35 pips ke 1.37000 selama perdagangan sesi Eropa, namun pada sesi selanjutnya di perdagangan sesi Amerika Serikat, pasangan matauang ini kembali berbalik naik ke 1.37400 karena turunnya yield Treasury AS yang membebani dollar AS.

Pasangan matauang ini gagal mengkapitalisir kenaikan pada puncak satu minggu karena menghadapi “supply” di dekat area 1.37400 dan berakhir dengan mandek dalam rally setelah pernyataan BoE, dari kerendahan dua setengah minggu.

Kenaikan ke area 1.37400 terjadi selain karena pernyataan BoE yang tidak akan menggunakan alat tingkat bunga yang negatip, juga disebabkan karena melemahnya dollar AS karena keluarnya laporan NFP AS yang mengecewakan.

Namun terus naiknya yield dari obligasi treasury AS kembali membuat naik permintaan akan dollar AS sehingga kenaikan GBP/USD menjadi tertahan dan bahkan tertekan turun ke arah 1.37000 dengan terus naiknya permintaan akan dollar AS.

Pada sesi perdagangan selanjutnya keadaan berbalik dengan yield Treasury AS mengalami penurunan yang pada saat bersamaan menekan dollar AS turun dan menyebabkan naiknya GBP/USD kembali ke arah 1.37400.

AUD/USD

Aussie melaju kuat untuk 3 hari berturut-turut dan naik ke posisi tertinggi 2 pekan oleh retreat dolar AS dari posisi tertinggi 2 bulan yang dicapai akhir pekan lalu. Pair AUD/USD ini juga masih kuat akibat rally  bursa saham Amerika yang disusul laju positif bursa serta kenaikan lanjutan harga komoditas.

Laju pair mendekati posisi resisten kuat hariannya juga di-support rilis data Keyakinan Bisnis NAB Australia, dimana kondisi untuk bulan Januari 2021 naik cukup signifikan ke posisi 10 indeks poin dari posisi 5 indeks poin periode bulan Desember 2020. Data ini  menambah sentimen kuat investor.

Support dari pasar komoditas terlihat dari rally harga minyak mentah rally untuk 6 sesi berturut dan lonjakan harga komoditas unggulan seperti bijih besi dan tembaga yang naik 1% lebih.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak retreat  di awal pasar uang Asia  setelah  terkoreksi sebelumnya.

Dolar AS terkoreksi sebagai safe haven oleh membaiknya sentimen perdagangan aset risiko merespon penurunan harian kasus baru Virus Corona di beberapa negara besar dan juga perkembangan vaksinasinya.

USD/CHF

USD/JPY:YEN Lanjutkan Bearish?

Pair USDJPY pada sesi Asia Selasa (9/2/2021) bergerak turun ke posisi terendah sejak akhir pekan lalu oleh posisi dolar AS yang semakin lemah menjauhi posisi tertinggi 2 bulannya. Pair melemah di tengah masih kuatnya sentimen perdagangan aset risiko dengan lonjakan saham di bursa global dan juga Asia.

Yen lanjut cetak kekuatan melawan dolar AS sebagai safe haven oleh koreksi teknikal dolar AS. Sebab secara fundamental posisi yen dibayangi oleh pengumuman Perdana Menteri Jepang Taro Aso yang mengumumkan 1,1372 triliun paket bantuan darurat untuk memerangi dampak virus corona.

Posisi yen mendapat dukungan laporan penurunan kasus harian Virus Corona, dan pemerintah  Tokyo melaporkan  276 kasus virus corona  pada hari Senin, kasus harian terendah dalam lebih dari dua bulan di tengah keadaan darurat yang diperpanjang di ibu kota dan beberapa daerah lainnya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak retreat  di awal pasar uang Asia  setelah  terkoreksi sebelumnya.

Dolar AS terkoreksi sebagai safe haven oleh membaiknya sentimen perdagangan aset risiko merespon penurunan harian kasus baru Virus Corona di beberapa negara besar dan juga perkembangan vaksinasinya.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.