DAILY OUTLOOK 15 JANUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD 15 Januari 2020: Naik Dari Terendah Dalam Sebulan

EUR/USD sempat turun dibawah 1.2125, level terendah sejak pertengahan bulan Desember, sebelum akhirnya naik kembali ke sekitar 1.2140. Media melaporkan bahwa paket stimulus dari Biden akan bernilai sekitar $2 triliun, lebih besar daripada yang diperkirakan.

Angka klaim pengangguran AS mengecewakan dengan kenaikan menjadi 965.000 dibandingkan dengan yang diperkirakan yang hanya 800.000. Meskipun demikian berita ini gagal menghentikan kenaikan daripada dolar AS.

Dipihak lain, risalah pertemuan European Central Bank (ECB) menunjukkan bahwa institusi yang berpusat di Frankfrut ini cenderung memperluas skema pembelian hutangnya sendiri pada bulan Desember, dibandingkan dengan memangkas tingkat suku bunga.

Pergerakan ini biasanya mendukung kenaikan euro, namun pada hari Kamis ini hanya berdampak sedikit.

Ekonomi Jerman kemungkinan terkontraksi sekitar 5% pada tahun 2020 menurut perkiraan awal. Sementara pemerintah Itali mengalami krisis politik. Perkembangan ini menambah tekanan turun terhadap euro.

Secara keseluruhan ada alasan untuk pasangan matauang ini turun, meskipun masih tergantung kepada pidato dari Powell.

GBP/USD 15 Januari 2020: Naik Jelang Pidato Powell & Biden

GBP/USD diperdagangkan naik ke sekitar 1.3680. Pasar menantikan pidato dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dan Biden. Optimisme akan kecepatan vaksinisasi di Inggris mengatasi kekuatiran mengenai perkembangan virus corona.

Kasus coronavirus di Inggris telah turun dari puncak ketinggiannya, memberikan harapan bahwa angka kematian yang sebelumnya mencetak rekor ketinggian, juga juga akan turun.

Selama ini Poundsterling/USD didorong naik dan ditarik turun oleh dua kekuatan yang berlawanan. Dorongan naik berasal dari perkembangan positip di Inggris dimana kampanye vaksin terus berlanjut dengan kecepatan penuh, dan berhasil mencapai 4.52% dari populasi penduduk di Inggris, angka tertinggi di dunia Barat.

Terlebih lagi Inggris mulai membagikan vaksin di farmasi-farmasi pada hari Kamis, yang berpotensi mempercepat kecepatan vaksinisasi. Para investor melihat melampaui kesengsaraan sekarang ke masa depan. Semakin cepat suatu negara mengadakan vaksinisasi penduduknya, semakin cepat juga pemulihan ekonominya.

Di sisi lain, Biden bersiap mempresentasikan paket kelegaan yang baru senilai $2 triliun, lebih besar daripada yang diperkirakan. Akibatnya “return” hutang Amerika mengalami kenaikan dan pada gilirannya mendorong naik dolar AS.

Bola sekarang ada pada sidang pertemuan Federal Reserve. Apakah akan menambah pembelian obligasi yang bisa menekan turun “return” obligasi dan nilai dolar AS. Jerome Powell akan berbicara dan dia cenderung mau mengurangi dukungan bank sentral secara bertahap dengan ekonomi AS sudah kurang memerlukannya.

Namun para koleganya di the Fed, kebanyakan menolak opsi mengurangi pembelian obligasi. Meskipun demikian, fokus kepada perkiraan yang optimis memberikan dukungan naik terhadap dolar AS. Secara keseluruhan masih ada ruang untuk GBP/USD naik.

AUD/USD

USD/CHF

USD/JPY 15 Januari 2021: TERGELINCIR KEMBALI DI BAWAH LEVEL 104,00, SIKAP AKOMODATIF FED

  • USD/JPY melihat sisi negatif sebagai pengaruh dari pelemahan USD seiring komentar dari Ketua Fed Powell.
  • Pasangan ini turun di bawah level 104,00 sebelum menemukan support di atas terendah mingguan di atas 103,50.
  • Perhatian pelaku pasar kini telah beralih ke pengumuman yang akan datang dari Presiden terpilih AS Joe Biden, yang diharapkan untuk mengungkap rencana paket stimulus fiskal $ 1,9T

USD/JPY kembali turun sebagai pengaruh dari pelemahan USD setelah komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, turun kembali di bawah level 104,00 untuk mencapai posisi terendah di 103,65. Pasangan ini menemukan support dikisaran 103,537 dan kembali rebound ke kisaran 103,70-an.

Ke depan, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dijadwalkan untuk berbicara selama sesi Asia Pasifik hari Jumat dan data investasi asing mingguan akan dirilis. Namun, USD/JPY ditetapkan untuk tetap fokus kuat pada selera risiko global dan faktor-faktor yang mendorong sisi USD.

USD tetap berada dalam tekanan setelah komentar Powell; Ketua Fed mengulangi sikap dovish bank pada kebijakan dan, sehubungan dengan program pembelian aset bank (pengurangan yang telah menjadi topik hangat sejauh menyangkut pasar akhir-akhir ini), mengatakan; Fed perlu berhati-hati tentang bagaimana mengkomunikasikan tentang pembelian aset, bahwa pengurangan apapun masih jauh dan ketika Fed akhirnya memutuskan untuk bergerak menuju pengurangan pembelian aset, ini akan ditandai dengan baik sebelumnya.

Secara umum, dolar AS tetap tertinggal dan perhatian pedagang kini beralih ke pengumuman mendatang dari Presiden terpilih AS Joe Biden, yang diperkirakan akan mengungkap rencana paket stimulus fiskal $ 1,9 triliun, menurut laporan terbaru. Laporan terpisah menyarankan rencana tersebut akan mencakup pembayaran langsung $ 2000 yang baru, serta tunjangan anak baru yang signifikan.

Agar setiap RUU stimulus fiskal dapat lolos ke Senat tanpa filibustered, ia perlu mendapatkan 60 suara, yang berarti 10 Republikan harus memberikan suara mendukung. Biden dikatakan ingin membuat kesepakatan dengan Partai Republik, yang berarti angka $ 1,9T ini dapat turun secara signifikan.

Namun, ada opsi untuk mengabaikan setiap upaya filibuster Republik dengan berputar ke proses parlementer yang disebut rekonsiliasi anggaran, yang berarti mereka hanya akan membutuhkan 51 suara (yang dimiliki oleh Senat Demokrat ketika suara Wakil Presiden terpilih dihitung)

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.