DAILY OUTLOOK 18 JANUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD 18 Januari 2020: Pemulihan Ekonomi Eropa Lamban, Euro Ambruk Ke 1.20

Euro tertekan sejak pekan lalu hingga terpuruk pada kisaran 1.2140 terhadap dolar AS dalam perdagangan awal sesi Eropa hari ini (15/Januari). Lambannya prospek pemulihan ekonomi Eropa pasca-pandemi telah memantik spekulasi tentang probabilitas kejatuhan EUR/USD ke kisaran 1.20 lagi. Apalagi Italia, negara terbesar ketiga dalam Uni Eropa, menghadapi krisis politik lagi. Bukannya fokus distribusi vaksin dan memulihkan ekonomi Eropa, beberapa negara masih terkekang lockdown. Italia bahkan mengalami krisis politik.


Pasangan mata uang EUR/USD telah menghadapi aksi jual gencar ketika kenaikan yield obligasi US Treasury mendorong kebangkitan dolar AS sejak pekan lalu hingga paruh pertama pekan ini. Laju penurunannya mulai melambat dalam beberapa hari ini lantaran terkoreksinya yield obligasi dan pidato sejumlah pejabat The Fed.


Posisi suku bunga The Fed nyaris nol dan stimulus masif kemungkinan membuat dolar AS tetap cenderung bearish secara umum dalam tahun 2021. Meski demikian, kondisi domestik Eropa tidak mendukung kembalinya reli EUR/USD ke rekor tertinggi dalam jangka pendek. Negara-negara anggota Uni Eropa terhitung lamban dalam mendistribusikan vaksin, sementara lockdown di sejumlah kawasan justru diperpanjang. Italia bahkan menghadapi krisis politik lagi lantaran sengketa tentang rencana penggunaan dana pemulihan Uni Eropa.

Sebagaimana diketahui, Uni Eropa sepakat meluncurkan bantuan senilai total EUR 750 miliar untuk mendukung 27 negara anggotanya dalam memulihkan perekonomian pasca-pandemi. Italia mendapatkan jatah sekitar EUR 288 miliar dalam bentuk hibah dan pinjaman berbunga lunak. Namun, pemerintahan koalisi Italia gagal mencapai kesepakatan tentang bagaimana “rezeki nomplok” ini akan disalurkan ke perekonomian. Perpecahan dalam pemerintahan koalisi membawa konsekuensi panjang.

Italia kini menghadapi dua pilihan, yakni antara menyusun pemerintahan koalisi baru atau mengadakan pemilu sela. Skenario pemilu sela menimbulkan kekhawatiran baru, karena membuka kemungkinan bagi partai-partai anti-Uni Eropa untuk mengambil alih pemerintahan.

Sementara itu Pemerintah Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengumumkan pengunduran dirinya karena kegagalan sistemik dalam pemerintahannya; Partai CDU Kanselir Merkel pada hari Sabtu akan memilih pemimpin baru yang kemungkinan akan menjadi pesaing Kanselir berikutnya; dan Perdana Menteri Italia Conte akan menghadapi mosi tidak percaya pada hari Senin, setelah mantan PM Renzi menarik partainya dari koalisi pemerintah.

GBP/USD 18 Januari 2020: Masih melanjutkan pelemahan, momentum bullish butuh aksi harga di atas 1.36622

Poundstreling melanjutkan pelemahan nya pada hari perdagangan Jumat (15/01) kemarin Terbebani oleh dolar AS yang mampu menguat karena tertopang oleh tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang masih tinggi.

Office for National Statistics (ONS) melaporkan perekonomian Inggris mencatat pertumbuhan GDP -2.6 persen (Month-over-Month) pada November 2020. Kontraksi ekonomi ini lebih minim dibanding perkiraan konsensus ekonom yang sebesar -5.7 persen. Data pertumbuhan GDP selama periode tiga bulan yang berakhir pada November juga tercatat +4.1 persen, lebih baik dibanding ekspektasi yang hanya +3.4 persen. Penurunan terparah terjadi pada sektor jasa yang mencakup 80 persen output ekonomi Inggris.

Produksi industri juga merosot hingga -4.7 persen (Year-on-Year), lebih buruk dibanding estimasi -4.2 persen. Namun, kinerja sektor konstruksi lebih baik dibanding prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan produksi manufaktur pun hanya -3.8 persen (Year-on-Year) dibanding estimasi -4.8 persen.


Peraturan lockdown yang lebih ketat mulai 3 Januari 2021 lalu dapat menghantam perekonomian secara lebih berat. Meskipun begitu, ia mengakui ada alasan untuk optimis terhadap pertumbuhan pada akhir 2021 sehubungan dengan distribusi vaksin virus corona yang lebih luas.

Penutupan sekolah disinyalir termasuk salah satu faktor terpenting dalam dampak lockdown terhadap ekonomi Inggris. Sejumlah ekonom memperkirakan penutupan sekolah-sekolah yang dicanangkan dalam lockdown babak pertama dan ketiga dapat memangkas 2.0 persen dari pertumbuhan ekonomi Inggris.

Update Technical Analysis GBUPSD in H4 TiemFrame (Triple Top Pattern) (18 Jan 2021)

AUD/USD

Aussie dolar tertekan anjloknya harga minyak mentah dunia di pasar komoditas serta laporan pemerintah Australia yang akan meminjam A$ 230 miliar pada tahun fiskal 2020/21, jauh lebih rendah dari pada yang dikhawatirkan ketika awal pandemi tahun lalu

Dalam hal vaksinisasi, prioritas adalah memberikan vaksin kepada lebih banyak orang lebih dahulu daripada memberikan suntikan kedua.

Pasar akan menyambut gembira setiap usaha yang bisa membuat keluar dari pandemic lebih cepat. Imunisasi dan statistic dari coronavirus akan tetap menjadi perhatian utama

Di Amerika Serikat, fokus kepada hari inagurasi tanggal 20 Januari 2021. Investor mengabaikan penyerbuan ke Capitol maupun usaha impeachment terhadap Trump.

Biden telah mempresentasikan rencana ekonominya untuk menambah stimulus fiskal baru senilai $1,9 triliun. Investor akan mengamati realisasinya apakah sesuai.

Sementara untuk minggu ini Eropa akan mengamati siapa yang akan menggantikan Angela Merkel sebagai politisi paling berpengaruh di Eropa.

Pertandingan untuk mengganti Kanselir Jerman sudah dimulai dari akhir minggu lalu. Armin Laschet dianggap sebagai kandidat penerus kebijakan Merkel yang berhati-hati.

Rival utamanya adalah Friedrich Merz yang lebih populis kanan. Euro akan naik apabila Laschet yang menang dan akan turun apabila Merz yang menang.

USD/CHF

Update Technical Analysis USDCHF in H4 Time Frame (Triple Top Pattern??) (18 Jan 2021)

USD/JPY 18 Januari 2021: Menguat tipis setelah Kuroda menyatakan akan ada langkan pelonggaran tambahan jika di perlukan

Yen Jepang sempat melemah terhadap dolar AS pada sesi pasar asia sampai pasar eropa merespon penilaian BOJ terhadap ekonomi Jepang. mencatat bahwa ekonomi berada dalam situasi “parah” di banyak wilayah, tetapi tanda-tanda peningkatan telah muncul, sementara Kuroda mengatakan pada hari sebelumnya bahwa BOJ akan mengambil langkah-langkah pelonggaran tambahan jika perlu.

Di Amerika Serikat, fokus kepada hari inagurasi tanggal 20 Januari 2021. Investor mengabaikan penyerbuan ke Capitol maupun usaha impeachment terhadap Trump. Biden telah mempresentasikan rencana ekonominya untuk menambah stimulus fiskal baru senilai $1,9 triliun. Investor akan mengamati realisasinya apakah sesuai.

Pasar kecewa dengan komentar Biden yang mengatakan bahwa setiap orang harus membayar bagian mereka secara fair yang mengandung arti kenaikan pajak. Namun, semua masih perlu persetujuan dari Demokrat dan Republikan. Hari pertama di Gedung Putih kemungkinan hanya akan dipakai untuk menandatangani Executive Orders seperti kembali kepada kesepakatan “Paris Climate”.

Dalam hal vaksinisasi, prioritas adalah memberikan vaksin kepada lebih banyak orang lebih dahulu daripada memberikan suntikan kedua. Pasar akan menyambut gembira setiap usaha yang bisa membuat keluar dari pandemic lebih cepat.

Imunisasi dan statistic dari coronavirus akan tetap menjadi perhatian utama khususnya jika gubernur negara bagian yang bersangkutan mengenakan restriksi yang baru.

Update Technical Analysis USD JPY in H4 Time Frame Using Fibonacci Retracement Only (18 Jan 2021)

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.