DAILY OUTLOOK 19 JANUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD 19 Januari 2020: Pergerakan Naik Kehabisan Tenaga

EUR/USD turun kearah 1.2050 mengkonsolidasikan kerugian pada hari Jumat dengan sentimen pasar bervariasi.

GDP Cina dan stimulus AS menggerakkan pasar ke arah positif sementara krisis politik Italia dan gambaran virus corona yang menekan membebani sentimen pasar.

Membaiknya sentimen terhadap dolar AS bukan hanya merintangi rally dari pasangan matauang ini namun juga membuat keragu-raguan atas berlanjutnya tren naik pada titik tertentu dalam jangka pendek.

Keributan di dalam politik Itali diperkirakan perlahan akan kembali ke pasar dengan pemerintahan PM Conte akan menghadapi “confidence vote” dalam jangka pendek.

Dalam gambaran yang lebih luas, pasangan matauang ini gagal memanfaatkan daya tarik pada saat kenaikan meskipun keluar data dari Cina yang lebih baik daripada yang diperkirakan, pada jam perdagangan sesi Asia.

Presiden ECB Christine Lagarde dan Panetta akan berpartisipasi di dalam pertemuan Euro Group pada Senin malam. Sebelumnya, CPI final Itali untuk bulan Desember menunjukkan “consumer prices” naik 0.2% MoM dan terkontraksi 0.2% YoY.

Technical Analysis EURUSD in H4 Time Frame (Update Jan 19th, 2021) Using Trendlines & Fibo

GBP/USD 19 Januari 2020: Ada Ruang Untuk Naik

GBP/USD tetap dibawah 1.36, mengabaikan ekspansi dari kampanye vaksin Inggris. Pembicaraan setelah Brexit mengenai jasa keuangan dilanjutkan sementara ketegangan memuncak menjelang inagurasi Biden.

Dolar AS bersinar pada hari Senin kelabu dengan investor terus memindahkan dananya ke dolar AS setelah keluarnya data ekonomi AS yang mengecewakan. Jatuhnya angka penjualan ritel ke 1.4% adalah faktor terbaru yang menyebabkan ketakutan akan ekonomi AS dan juga ekonomi global. Setelah beberapa lama dolar AS mengikuti pergerakan dari imbal hasil treasury AS, sekarang dolar AS mulai kembali merespon keprihatinan akan dampak dari slowdown saat ini.

GBP/USD terus berjuang setelah jatuh hampir 200 pips dari ketinggian dekat 1.37, dengan beberapa alasan bisa naik kembali. Gubernur Federal Reserve mengakhiri spekulasi mengenai pengurangan pembelian obligasi dan bahkan bisa memperluas program pembeliannya. Hal ini membebani dolar AS.

Kampanye vaksin di Inggris mendapatkan dorongan percepatan yang baru dengan mereka yang berusia diatas 70 diminta untuk juga mendapatkan suntikan. Lebih dari 6% orang Inggris telah menerima paling tidak satu kali suntikan, angka yang tertinggi di dunia Barat.

Alasan lain untuk optimis adalah secara bertahap kasus pandemi di Inggris menurun, yang menunjukkan lockdown telah berhasil mengalahkan penularan varian yang baru.

Technical Analysis GBPUSD in H4 Time Frame (Update Jan 19th, 2021)

AUD/USD

USD/CHF

Technical Analysis USDCHF in H4 Time Frame Using Fibonacci Retracement. There are 5 Ressistance Levels around 0.89186 and bacome a STRONG RESSISTANCE.

USD/JPY 19 Januari 2021: Yen Tertekan Lonjakan Kasus Virus Corona di Jepang

Pair USDJPY Selasa (19/1/2021) yang dibuka sama dari posisi penutupan sesi sebelumnya, bergerak positif meskipun posisi dolar AS sedang melemah terhadap banyak rival utama lainnya. Yen Jepang melemah oleh bangkitnya sentimen perdagangan aset risiko dengan penutupan bursa Eropa yang tinggi dan pembukaan positif  bursa saham Asia.

Sementara itu, Jepang mencatat lebih dari 4.900 kasus harian secara nasional pada hari Senin, dengan Kementerian Kesehatan menyebutkan jumlah infeksi serius  973 kasus, meningkat satu dari hari sebelumnya. Selain itu, Jepang mengonfirmasi 3 kasus varian virus corona varian baru.

Dalam data lokal, survei Tankan menunjukkan keseluruhan sentimen untuk sektor manufaktur siap turun lagi, dengan kepercayaan bisnis diperkirakan turun di bulan April, sementara sentimen di industri jasa diperkirakan sedikit meningkat.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya melemah di awal pasar uang Asia  setelah ditutup flat sesi sebelumnya. Dolar AS melemah sebagai aset safe haven pasca meningkatnya permintaan perdagangan aset risiko di pasar Eropa dan juga pasar Asia.

Technical Analysis USDJPY in H4 Time Frame (Update Jan 19th, 2021) Using Trendlines & Fibo

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.