DAILY OUTLOOK

  • by

17 FEBRUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: Euro Turun Dari Ketinggian Karena USD Berbalik Menguat

Pasangan matauang EUR/USD sempat naik ke ketinggian satu minggu di 1.2169 karena tingginya harapan akan dikeluarkannya stimulus yang besar membuat naiknya sentimen pasar sehingga menekan turun dollar AS.

Kemajuan di dalam imunisasi dan membaiknya angka coronavirus menambah sentimen positif di pasar. Ditambah lagi dengan bagusnya data makro ekonomi yang keluar.

Data ekonomi yang keluar dari Uni Eropa lebih bagus daripada yang diperkirakan. Survey ZEW Jerman menunjukkan bahwa sentimen ekonomi Jerman membaik di bulan Februari ke 71.2, sementara untuk seluruh Uni Eropa naik ke 69.6 dari sebelumnya 58.3. Selain itu GDP Uni Eropa di revisi naik dari – 0.7% menjadi – 0.6% di kuartal ke empat.

Namun pada perdagangan sesi AS, permintaan terhadap dollar AS kembali meningkat,  dengan berbalik turunnya saham AS sementara NY Empire State Manufacturing Index untuk bulan Februari muncul membaik ke 12.1 dari sebelumnya 3.5 dan lebih baik daripada yang diperkirakan di 6. Hal ini membuat EUR/USD terkoreksi turun kembali ke 1.20940.

GBP/USD: Sterling Berjuang Di Sekitar 1.39000

Pada perdagangan sesi Eropa, GBP/USD diperdagangkan diatas 1.39, meneruskan kenaikannya dengan terus turunnya dollar AS meskipun yield AS naik lagi. Sebelumnya, Sterling mendapatkan keuntungan dari turunnya kasus Virus Corona di Inggris yang mencapai level terendah sejak Oktober 2020.

Namun pada perdagangan selanjutnya menjelang pembukaan Wall Street, dollar AS berbalik naik karena meningkatnya permintaan terhadap dollar AS, karena turunnya saham AS, sehingga GBP/USD harus berjuang di sekitar 1.3907.

Grafik tehnikal GBP/USD menunjukkan pola yang positip terhadap Poundsterling. Keberhasilan Inggris di dalam mengekang virus corona adalah alasan fundamental utama dari kenaikan Poundsterling.

PM Boris Johnson direncanakan akan memberikan pengumuman mengenai rencananya untuk melonggarkan lockdown. Namun bocorannya akan keluar lebih dahulu dan setiap ada pembukaan kembali ekonomi akan dapat mendorong naik Pounsterling lebih tinggi.

Sementara itu dari Amerika Serikat, setelah liburan hari Presiden kemarin, harapan akan keluarnya stimulus dalam jumlah yang besar meningkat, dengan Kongres Kembali dapat bekerja focus kepada pembahasan undang – undang stimulus setelah sidang impeachment berakhir dengan kekalahan telak di kubu Demokrat.

Dorongan yang datang dari stimulus fiscal AS ini menggembirakan pasar secara keseluruhan dan semula mengakibatkan turunnya dollar AS yang safe -haven, meskipun prospek akan pertumbuhan yang lebih cepat dan dikeluarkannya hutang yang lebih besar telah mengakibatkan aksi jual terhadap obligasi AS dan mendorong naik yield obligasi AS, yang membuat dollar AS menjadi menarik dan pada gilirannya membuat pasangan matauang GBP/USD kembali turun.

AUD/USD: Aussie Melemah Akibat Aksi Taking Profit Di Pasar Komoditas Juga Beban Dari Aset Resiko

Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (17/2/2021)  lanjut bergerak lemah melanjutkan tekanan sesi sebelumnya di tengah lonjakan dolar AS ke posisi tertinggi sepekan. Pair juga melemah oleh profit taking di pasar komoditas untuk harga minyak dan juga tembaga, demikian juga dari sisi perdagangan aset risiko memberikan beban.

Perdagangan pasar komoditas terpangkas pada harga minyak mentah dari posisi tertinggi 13 bulan oleh karena cuaca beku  mengganggu produksi minyak mentah dan memaksa penutupan kilang di Texas, negara penghasil minyak mentah terbesar di Amerika Serikat. Harga minyak kini terpantau retreat dari posisi tertinggi 13 bulan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat  di awal pasar uang Asia  setelah rebound sesi sebelumnya. Dolar AS menguat oleh lonjakan imbal hasil obligasi ke posisi tertinggi 53 minggu oleh kekuatan data ekonomi AS.

USD/CHF

USD/JPY: YEN Melemah Akibat Seruan Haruhiko Kuroda Membela Kebijakan Moneter Ultra-Longgar

Pair USDJPY pada sesi Asia Rabu (17/2/2021) masih dijalur rally untuk 6 sesi berturut di tengah melemahnya perdagangan aset risiko. Pair mendapat kekuatan dari laju dolar AS ke posisi tertinggi sepekan oleh lonjakan imbal hasil obligasi AS ke posisi tertinggi 53 minggu.

Yen lanjut melemah terhadap safe haven dolar dikarenakan seruan Bank of Japan Haruhiko Kuroda membela  kebijakan moneter ultra-longgar. Sentimen ini menghiraukan 2 rilis data ekonomi yang optimis, yaitu ekspor dari Jepang naik 6,4 persen tahun-ke-tahun menjadi JPY 5,78 triliun pada Januari 2021, dibandingkan dengan ekspektasi pasar kenaikan 2,0 persen. Itu yang kedua.

Selain itu ada juga rilis data pesanan mesin inti di Jepang, yang tidak termasuk untuk kapal dan dari perusahaan tenaga listrik, naik 5,2 persen bulan ke bulan di Desember 2020 setelah naik 1,5 persen di bulan sebelumnya dan dibandingkan dengan ekspektasi pasar turun 6,2 persen.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat  di awal pasar uang Asia  setelah rebound sesi sebelumnya. Dolar AS menguat oleh lonjakan imbal hasil obligasi ke posisi tertinggi 53 minggu oleh kekuatan data ekonomi AS.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.