DAILY OUTLOOK 20 JANUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD 20 Januari 2020: Didukung Sentimen Pasar Yang Membaik

EUR/USD terus memperpanjang keuntungannya, mencapai kembali 1.21 dengan membaiknya sentimen pasar.

Sentimen ekonomi ZEW Jerman muncul mengatasi dari yang diperkirakan di 61.8.

Pasangan matauang EUR/USD tetap tertekan pada hari pertama minggu perdagangan yang baru dan jatuh ke 7 minggu, meskipun kekurangan tenaga untuk penurunan selanjutnya.

Keprihatinan mengenai semakin buruknya dampak pandemik virus corona terhadap ekonomi negara – negara maju terus membebani sentimen investor.

Hal ini, sebaliknya, menguntungkan dolar AS yang safe-haven dan dipandang sebagai salah satu faktor kunci yang membebani EUR/USD.

Pasangan mata uang ini berhasil mendapatkan “support” yang kuat dekat pertengahan 1.20 dan mendapatkan daya tarik yang positif selama perdagangan sesi Asia hari Selasa.

Sentimen perdagangan yang positif atas pasar saham menekan turun dolar AS dan mendorong kembali pasangan matauang EUR/USD kembali ke 1.21.

Sentimen global didukung oleh ekspektasi akan tambahan stimulus fiskal dan pembagian vaksin lebih cepat lagi.

GBP/USD 19 Januari 2020: Bertahan Di Atas 1.36 Karena Optimisme Vaksin

GBP/USD naik ke 1.36 dengan pasar sangat ini mendengarkan testimony dari calon Treasury Secretary AS yang baru. Parlemen Inggris bersiap memproses kesepakatan Brexit sementara kampanye vaksin terus dikebut.

Pada awalnya pasangan matauang GBP/USD melanjutkan penurunannya dari ketinggian beberapa tahun dan mengalami aksi jual selama paruh perdagangan pada hari Senin.

Investor tetap prihatin dengan potensi kejatuhan ekonomi oleh karena kenaikan yang terus menerus dari jumlah kasus baru virus corona.

Hal ini terlihat dari sentimen yang penuh dengan kehati-hatian di dalam pasar saham yang menguntungkan dolar AS dan dipandang  juga sebagai faktor kunci dalam membuat tekanan terhadap GBP/USD.

Namun, optimisme mengenai pendistribusian vaksin virus corona membantu membatasi kerugian lebih jauh.

Nadhim Zahawi mengatakan pada hari Senin bahwa pembagian vaksin berjalan dengan baik dan setiap orang di Inggris akan sudah diberikan vaksin pada bulan September.

Pernyataan ini datang bersamaan dengan harapan akan lebih agresifnya belanja fiskal AS pada tahun 2021, yang bersama-sama membantu GBP/USD mengalami “rebound” sekitar 80 pips ke sekitar batas 1.3600.

Technical Analysis GBPUSD 20 Jan 2021 (Using Support & Ressistance)

AUD/USD

Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (20/01) yang dibuka lebih tinggi dari penutupan sebelumnya  bergerak kuat menembus posisi resisten kuat hariannya oleh pelemahan dolar AS sebagai safe haven dan pergerakan kuat harga minyak mentah dan bijh besi di pasar komoditas berjangka.

Dari pasar komoditas, aussie sebagai kurs komoditas mendapat keuntungan dari kenaikan harga minyak mentah berjangka dan juga harga biji besi sebagai komoditas unggulan negara Australia. Terpantau harga biji besi naik ke posisi tertinggi sejak Oktober 2011.

Dari laporan ekonomi yang dirilis, indeks Sentimen Konsumen berdasarkan survey Melbourne Institute dan Westpac Bank untuk Australia turun 4,5 persen bulan ke bulan menjadi 107 di bulan Januari dari 112 di bulan Desember, menyusul kenaikan 4,1 persen di bulan sebelumnya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya melemah di awal pasar uang Asia  setelah ditutup down sesi sebelumnya.

Dolar AS melemah sebagai aset safe haven pasca meningkatnya permintaan perdagangan aset risiko dengan kekuatan bursa saham Wall Street dan juga bursa Asia.

USD/CHF

Technical Analysis USDCHF 20 Jan 2021 Using Fibo & Trendlines

USD/JPY 20 Januari 2021: Hari ini Yen Kembali Bearish Imbas Kasus Lonjakan Virus Corona di Jepan

Pair USDJPY pada sesi Asia Rabu (20/01) yang dibuka sama dari posisi penutupan sesi sebelumnya, bergerak bearish mendekati kisaran support kuatnya. 

Yen pada hari kemarin (19/01) sempat mendapat kekuatan dari pelemahan lanjutan dolar AS sebagai safe haven, merespon opini penggelontoran stimulus fiskal AS akan mendukung pertumbuhan ekonomi global.

Sementara itu, kasus virus corona di Jepang semakin meningkat dengan Kementerian Kesehatan setempat melaporkan 6034 kasus harian secara nasional pada hari Selasa.

Lonjakan kasus harian masih terus berlangsung  dan memberikan tekanan pada fundamental yen Jepang.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya melemah di awal pasar uang Asia  setelah ditutup down sesi sebelumnya.

Dolar AS melemah sebagai aset safe haven pasca meningkatnya permintaan perdagangan aset risiko dengan kekuatan bursa saham Wall Street dan juga bursa Asia.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.