DAILY OUTLOOK

  • by

23 FEBRUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: Euro Bullish Terbatas Dalam Jangka Pendek

Pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan diatas 1.21, di sekitaran 1.2147 dengan dollar AS berhenti dari kenaikannya meskipun yields obligasi AS 10 tahun memanjat naik ke arah 1.40%.

Pasangan matauang EUR/USD mengalami kenaikan pada hari Senin, sekarang diperdagangkan beberapa pips diatas ketinggian hari Jumat minggu lalu di 1.2158.

Pasangan matauang utama lainnya terjebak antara menurunnya permintaan terhadap dollar AS, turunnya harga saham dan membumbungnya yields hutang pemerintah AS. Dolar AS naik turun bersamaan dengan yields treasuries AS yang membumbung tinggi pada pembukaan perdagangan ke level tertinggi selama satu tahun yang baru.

Dari data kalender ekonomi, Jerman mempublikasikan IFO business climate bulan Februari, yang membaik ke 92.4 dari revisi sebelumnya di 90.3, dengan ekspektasi dan assessment dari situasi saat ini lebih baik daripada yang diperkirakan. Sementara Amerika Serikat merilis Chicago Fed National Activity Index untuk bulan Januari yang membaik ke 0.66 dari sebelumnya 0.41, dan lebih baik daripada yang diperkirakan pasar.

Daily Chart XAUUSD Update Feb 23, 2021
Technical Analysis XAUUSD in H4 Time Frame (Update Feb 23, 2021)
Review Pergerakan XAUUSD (Selasa, 22 Feb 2021) = 31,93 Points

GBP/USD: Apakah Kenaikan Poundsterling Bisa Berlanjut?

GBP/USD mempercepat kenaikannya setelah PM Inggris Boris Johnson memberikan garis besar dari rencana untuk melonggarkan lockdown di dalam empat Langkah. Sementara dollar AS terus melemah dengan turunnya saham.

Saat ini GBP/USD mengalami kenaikan ke 1.4084 karena melemahnya USD dengan kenaikan yields AS tidak membuat naik USD. Bocoran yang didapat dari rencana pembukaan kembali ekonomi Inggris adalah PM Johnson akan bergerak dengan hati – hati yang hanya mengijinkan dua orang bertemu di coffee shop dalam dua minggu. Pergerakan yang sedemikian telah memicu respon “buy the rumor, sell the fact”.

Alasan yang diberikan atas keluarnya Inggris dari lockdown dengan perlahan, adalah bahwa hal ini akan membuat vaksinasi terhadap lebih banyak orang juga mengurangi kemungkinan akan terjadinya penutupan ekonomi berikutnya. Apakah hal ini bisa meyakinkan pasar? Pada saat ini, kurangnya keberanian dari Boris kelihatannya akan membuat hilangnya kekuatan pergerakan naik dari GBP/USD. Apakah karena kampanye vaksin yang cepat atau karena lockdown secara nasional, yang jelas, ada penurunan tajam di dalam infeksi, rumah sakit dan kematian, sehingga menaikkan harapan akan kembalinya ke normal lebih cepat lagi.

GBP/USD juga bisa dibebani oleh kembali menguatnya dollar AS, yang berasal dari naiknya yields AS. Namun bisa juga dollar AS tidak terpengaruh naik dengan naiknya yields treasuries AS.  Ekspektasi akan lebih kuatnya pertumbuhan ekonomi AS – mungkin bahkan dipanasi oleh stimulus – mendorong investor pergi dari Treasuries AS. Sebegitu jauh, bank sentral telah melihatnya sebagai tanda yang sehat dari pemulihan. Namun, Jerome Powell bisa memberikan pandangan yang lain pada hari Selasa dimana dia akan memberikan testimoninya di Senat. Pasar sedang menunggu testimoni dari Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell mengenai kebijakan moneter AS di depan Komite Perbankan Senat pada hari Selasa. Kelanjutan dari kenaikan GBP/USD tergantung dari dampak lebih lanjut dari pengumuman Boris Johnson dan Testimoni dari Jerome Powell yang kemungkinan akan berimbang.

AUD/USD: Aussie Masih Bullish Di Jangka Pendek

AUD/USD tetap dalam kisaran fluktuasi antara 0,79100 dan 0,79225 sejak dimulainya sesi Asia Selasa. Dengan begitu, pasangan ini tidak terlalu memperhatikan angka-angka perdagangan pendahuluan Australia untuk Januari. Pasangan ini melonjak ke tertinggi sejak Februari 2018 pada hari sebelumnya tetapi kurangnya arah dan sentimen hati-hati menjelang acara utama membuat pasangan ini tetap di absen.

Angka-angka perdagangan Australia bulan Januari menunjukkan data suram dengan ekspor turun 9% dan impor turun 10%. Di antara negara-negara besar, perdagangan dengan AS dan Jepang yang paling turun.

Sebelumnya pada hari ini minggu ketiga berturut-turut data Keyakinan Konsumen suram dari ANZ-Roy Morgan, dari 109,9 ke 109,2 baru-baru ini, tidak dapat menggerakkan harga AUD/USD.

Perlu dicatat bahwa obrolan seputar ekspektasi pencabutan keadaan darurat yang disebabkan virus di Jepang dari Tokyo dan prefektur-prefektur terdekat seharusnya membantu pasangan ini, di tengah sentimen risk-on, tetapi gagal akhir-akhir ini.

Sisi positifnya adalah petunjuk pemulihan ekonomi Tiongkok dan penurunan bertahap pelonggaran moneter, serta dorongan pembuat kebijakan AS terhadap stimulus bantuan langsung sebesar $1,9 triliun dari Presiden Joe Biden.

Namun, yield obligasi yang kuat membuat kekhawatiran reflasi mungkin terjadi dan menjinakkan pembeli menjelang kesaksian Ketua Fed Jerome Powell yang terjadi dua kali setahun. Meskipun Powell kemungkinan besar akan mengulangi optimisme dengan kehati-hatian, kejutan apa pun tidak akan dianggap enteng.

USD/CHF

USD/JPY: YEN Masih Berpotensi Jatuh Lebih Dalam Ke Area Di  Bawah 104.500

USD/JPY terlihat sempat mencapai puncaknya di 105.843 kemarin karena imbal hasil acuan 10-tahun mencapai 1.39% sekarang diperdagangkan di sekitar zona level 105.0. Meskipun pasangan ini mempertahankan sebagian dari kenaikan intraday-nya, potensi bullishnya masih terbatas.

“Permintaan untuk mata uang Amerika tetap terbatas di seluruh bursa valas meskipun ada nada suram dalam ekuitas. Perhatian investor tertuju pada paket stimulus AS, di tengah ekspektasi bahwa stimulus akan disahkan minggu ini.”

Jepang ingin mencabut keadaan darurat akibat virus di Tokyo dan prefektur-prefektur sekitarnya, pembicaraan stimulus AS membuat kemajuan.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.