DAILY OUTLOOK

3 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Berbalik Naik Seiring Turunnya US Dollar

EUR/USD diperdagangkan naik dari posisi rendahnya di 1.20, melewati level 1.2050 ke 1.2070 dengan melemahnya yield treasury AS dan jatuhnya saham mendorong turun dollar AS.

Apakah kenaikan yields obligasi baik atau buruk? Jawabannya tergantung respon dari bank sentral masing – masin negara dan inilah yang membuat perbedaan bagi EUR/USD.

The Fed melihat kenaikan yields hutang AS jangka Panjang sebagai tanda dari pertumbuhan ekonomi yang menguat dan lebih mengkuatirkan 10 juta orang Amerika yang pengangguran.

Sebaliknya, ECB semakin bertambah kuatir dengan naiknya yields di obligasi pemerintah Eropa dan siap untuk bertindak jika aksi jual obligasi menghantam kondisi keuangan.

Jika imbal hasil dari hutang AS lebih tinggi daripada yang ada di Eropa maka ada ruangan bagi EUR/USD untuk turun.

Terlebih lagi, situasi ekonomi di kedua benua juga berbeda. ISM PMI manufaktur AS naik ke 60.8 pada bulan Februari. Kenaikan terjadi di komponen inflasi dan employment yang memberikan signal kuatnya laproan NFP pada hari Jumat yang akan datang. Hal ini terjadi bahkan sebelum stimulus fiscal AS senilai $1.9 triliun keluar.

Sementara itu Jerman masih berencana untuk memperpanjang lockdown sampai tanggal 28 Maret dan Perancis juga sedang mempertimbangkan restriksi yang baru. Sementara vaksinasi di Eropa berjalan lambat dan baru mencapai 5% dari populasi, di Amerika Serikat vaksinasi telah mencapai 15% dari populasi dan sedang bergerak dengan cepat. Secara keseluruhan, ada ruang bagi EUR/USD untuk turun.

GBP/USD: Poundsterling Berbalik Menguat Akibat Pelemahan US Dollar

GBP/USD berbalik naik dan diperdagangkan di sekitar 1.3960 dengan berbalik melemahnya dollar AS. Spekulasi meningkat menjelang presentasi budget dari Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak pada hari Rabu, dengan kemungkinan akan menaikkan pajak.

Rally yang terjadi pada hari Senin ternyata hanya berlangsung sebentar dengan kesuraman kembali ke pasar yang mendorong naik dollar AS yang “safe-haven”. Penyebab yang memicu hal ini datang dari regulator Cina yang mengatakan bahwa pasar luar negeri sebagai sesuatu yang bergejolak. Dollar AS yang semula mengalami kenaikan oleh naiknya yields AS, berbalik turun dengan turunya yields AS.

Yields Treasuries 10 tahun AS turun dari semula bertengger disekitar 1.40% yang membuat dollar AS menjadi kurang menarik. Alasan mengapa para investor terus keluar dari pasar obligasi AS kebanyakan berasal dari sikap Federal Reserve yang membiarkan naiknya yields AS. The Fed lebih kuatir mengenai pengangguran di AS yang mencapai 10 juta orang daripada prospek naiknya inflasi.

Investor sedang menantikan pesan dari Powell pada hari Kamis, hari terakhir sebelum the Fed beristirahat menjelang pertemuan yang akan membahas tingkat bunga pada pertengahan Maret.

Rishi Sunak akan memberikan perkiraan ekonomi yang baru dan potensi kenaikan pajak perusahaan. Keprihatinan bahwa bisnis akan harus mengalami perjuangan karena kenaikan pajak akan menaikkan biaya, kemungkinan akan membebani Sterling. Ketidakpastian ini menekan Poundsterling. Selain menantikan Rishi Sunak dan Powell, pasar juga menantikan debat di Senat mengenai stimulus fiskal AS.

AUD/USD: AUSSIE Masih Terus Menguat Akibat Data PDB Yang naik Melampaui Ekspektasi

Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (3/3/2021) bergerak kuat melanjutkan gain 2 sesi sebelumnya di tengah pelemahan posisi dolar AS serta penguatan perdagangan aset risiko. Sentimen diperkuat oleh rilis data PDB Australia Q4-2020 yang naik melebihi ekspektasi.

Ekonomi Australia naik 3,1 persen pada kuartal dalam tiga bulan hingga Desember 2020, setelah  naik 3,4 persen pada periode sebelumnya dan mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 2,5 persen.

Ini adalah ekspansi kuartal kedua berturut-turut karena ekonomi terus pulih dari gangguan pandemi Virus Corona. Namun sepanjang tahun 2020 ekonomi menyusut 1,1 persen.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak lemah di awal pasar uang Asia  setelah terkoreksi sesi sebelumnya. Dolar AS tertekan oleh karena imbal hasil Treasury yang lebih rendah sehingga mengurangi daya tarik untuk membeli dolar.

Selain itu, kekacauan baru-baru ini di pasar obligasi memicu spekulasi di antara investor bahwa Federal Reserve mungkin harus segera mengubah kebijakan untuk menenangkan kekhawatiran tentang lompatan cepat dalam imbal hasil jangka panjang.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Jepang Masih Rebound Setelah Terkoreksi

Pair USDJPY pada sesi Asia Rabu (3/3/2021) bergerak rebound setelah perdagangan sesi sebelumnya terkoreksi dari rally 5 sesi berturut. Pair pulih sejalan dengan bangkitnya kembali perdagangan aset risiko di pasar Asia setelah bursa Wall Street alami profit taking dan masuk zona merah.

Namun yen melemah terhadap dolar AS merespon data ekonomi sebelumnya,  belanja modal di Jepang turun 4,8% yoy di Q4 karena perusahaan memangkas pengeluaran untuk pabrik dan peralatan untuk kuartal ketiga berturut-turut. 

Sentimen investor merosot oleh keraguan pada kekuatan pemulihan negara itu karena pandemi Virus Corona menghantam permintaan bisnis swasta.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak lemah di awal pasar uang Asia  setelah terkoreksi sesi sebelumnya. Dolar AS tertekan oleh karena imbal hasil Treasury yang lebih rendah sehingga mengurangi daya tarik untuk membeli dolar.

Selain itu, kekacauan baru-baru ini di pasar obligasi memicu spekulasi di antara investor bahwa Federal Reserve mungkin harus segera mengubah kebijakan untuk menenangkan kekhawatiran tentang lompatan cepat dalam imbal hasil jangka panjang.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.