DAILY OUTLOOK

4 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Tertekan Ke Bawah 1.21 Didorong Penguatan US Dollar

EUR/USD kembali memerah, diperdagangkan dibawah 1.21 disekitar 1.2077 dengan dollar AS naik lagi dan ECB dilaporkan melihat tidak perlu dilakukan tindakan atas naiknya yields obligasi. PMI Jasa zona euro, keluar sesuai dengan yang diperkirakan. Yields obligasi AS stabil di 1.40% yang membuat pergerakan naik dollar AS terhenti. Lael Brainard, pejabat di Federal Reserve mengatakan bahwa pergerakan obligasi menarik perhatiannya. Meskipun demikian, bank sentral AS ini masih melihat kenaikan imbal hasil dari obligasi AS sebagai tanda yang positif.

Laporan employment nasional dari ADP untuk bulan Februari, muncul di 117.000 yang meleset jauh dari yang diperkirakan sebesar 225.000 pekerjaan dan juga dibandingkan bulan Januari sebesar 174.000. Laporan employment dari ADP ini, adalah pendahuluan dari laporan NFP yang akan keluar pada hari Jumat.

Sementara benua Eropa sedang berjuang agar bisa memberikan suntikan vaksin AstraZenecca lebih banyak lagi,  pasar AS bersemangat pada pertengahan minggu dengan harapan semua orang Amerika sudah mendapatkan vaksin paling tidak satu kali pada akhir bulan Mei.

Salah satu penggerak utama dari naiknya yields Treasury dan dollar AS adalah rencana stimulus fiscal AS yang merupakan paket kelegaan Covid senilai $1.9 triliun. Setelah berhasil melewati House of Representative, sekarang bolanya ada pada Senat AS. Jika stimulus yang keluar tidak jauh dari $1.9 triliun, dollar AS bisa naik lagi, namun jika stimulus yang keluar mengarah hanya sebesar $1 triliun maka dollar AS akan mengalami penurunan.

Di sisi lain, Jerman bersiap untuk memperpanjang langkah lockdown secara formal sampai Paskah, sementara itu PM Itali Mario Draghi dilaporkan akan menerapkan restriksi yang baru sampai liburan awal bulan April. Secara keseluruhan, sentimen pasar yang bagus kelihatannya tidak cukup untuk mendorong naik EUR/USD dengan naiknya dollar AS.

GBP/USD: Pounds Melemah Kembali Di Dukung Oleh Penguatan US Dollar

GBP/USD turun dari 1.40 dan diperdagangkan disekitar 1.3984 dengan naiknya kembali dollar AS. Para trader menunggu presentasi dari Menteri Keuangan Inggris Sunak, yang kemungkinan akan memperpanjang skema cuti dan menaikkan pajak.

Menteri Keuangan Inggris Sunak, kemungkinan akan memperpanjang keberhasilan skema cuti dari pemerintah sampai bulan September. Langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Inggris dan telah terbukti menolong Sterling. Sementara kenaikan pajak korporasi masih belum jelas. Dan jika pajak korporasi Inggris dinaikkan, maka kenaikan Sterling akan mandek.

GBP/USD sempat mengalami kenaikan karena ketenangan yang terjadi di pasar. Yields obligasi AS stabil di 1.40% yang membuat pergerakan naik dollar AS terhenti. Lael Brainard, pejabat di Federal Reserve mengatakan bahwa pergerakan obligasi menarik perhatiannya. Meskipun demikian, bank sentral AS ini masih melihat kenaikan imbal hasil dari obligasi AS sebagai tanda yang positif.

Salah satu penggerak utama dari naiknya yields Treasury dan dollar AS adalah rencana stimulus fiskal AS yang merupakan paket kelegaan Covid senilai $1.9 triliun. Setelah berhasil melewati House of Representative, sekarang bolanya ada pada Senat AS. Jika stimulus yang keluar tidak jauh dari $1.9 triliun, dollar AS bisa naik lagi, namun jika stimulus yang keluar mengarah hanya sebesar $1 triliun maka dollar AS akan mengalami penurunan. Secara keseluruhan poundsterling sedang berada di persimpangan, yang banyak tergantung kepada keputusan dari para politikus.

AUD/USD: AUSSIE Turun Akibat Penguatan US Dollar & Data Perdagangan Ritel Menurun Moderat Di Periode Januari

Pair AUDUSD pada sesi Asia Kamis (4/3/2021) bergerak konsolidasi setelah merosot sesi sebelumnya. Pair dibayangi oleh posisi penguatan dolar AS serta rilis data ekonomi yang mixed di tengah lemahnya minat perdagangan aset risiko di kawasan Asia.

Data perdagangan ritel Australia dilaporkan menurun moderat pada periode bulan Januari, hanya naik 0,5% dibandingkan periode bulan Desember yang naik 0,6%, ekonom juga perkirakan data ritel akan naik 0,6%.

Namun data surplus perdagangan barang Australia melonjak menjadi 10,14 triliun dolar Australia pada  Januari dari sebelumnya naik 6,78 triliun dolar Australia.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di awal pasar uang Asia  setelah rebound sesi sebelumnya.

Dolar AS terangkat karena imbal hasil Treasury meningkat di tengah prospek rebound ekonomi yang kuat didukung oleh stimulus fiskal dan peluncuran vaksin virus corona yang lebih cepat.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Melanjutkan Rally Di Tengah Penguatan Dollar

Pair USDJPY pada sesi Asia Kamis (4/3/2021) kembali melanjutkan pergerakan rally sebelumnya di tengah peningkatan dolar AS dan juga melemahnya minat perdagangan aset risiko.

Safe haven dolar AS lebih kuat dibandingkan yen Jepang oleh meningkatnya imbal hasil obligasi AS serta melemahnya fundamental ekonomi Jepang terakhir.

Sentimen investor terhadap yen masih merosot oleh keraguan pada kekuatan pemulihan negara itu karena pandemi Virus Corona yang menghantam permintaan bisnis swasta.

Dimana belanja modal di Jepang turun 4,8% yoy di Q4 karena perusahaan memangkas pengeluaran untuk pabrik dan peralatan untuk kuartal ketiga berturut-turut.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di awal pasar uang Asia  setelah rebound sesi sebelumnya.

Dolar AS terangkat karena imbal hasil Treasury meningkat di tengah prospek rebound ekonomi yang kuat didukung oleh stimulus fiskal dan peluncuran vaksin virus corona yang lebih cepat.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.