DAILY OUTLOOK

9 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Kemungkinan Akan Melanjutkan Penurunan

EUR/USD turun dibawah 1.19 di sekitar 1.1857, menyentuh level terendah yang baru di tahun 2021. Yields obligasi 10 tahun melanjutkan kenaikannya ke 1.60% setelah keluarnya angka pekerjaan AS yang kuat dan keengganan the Fed untuk melakukan intervensi terhadap kenaikan yields AS. Sementara output industri Jerman muncul mengecewakan di – 2.5% pada bulan Januari.

Setelah gagal menembus resistance kritikal di level 1.2110, EUR/USD turun tajam dan berada pada tren turun sejak saat itu. Penggerak utama turunnya EUR/USD adalah kenaikan dari yields AS yang mendorong naik dollar AS.

Treasuries AS mengalami aksi jual karena ekspektasi pertumbuhan yang kuat dan karena keengganan the Fed untuk melakukan intervensi untuk membeli obligasi dan mendorong naik imbal hasil obligasi AS yang mendorong naik USD.

USD mendapatkan dorongan naik lainnya, pertama dari NFP bulan Februari yang muncul jauh diatas dari yang diperkirakan dengan pertambahan pekerjaan sebanyak 379.000. Dorongan naik lainnya terhadap USD datang dari Senat yang menyetujui paket kelegaan coronavirus untuk orang Amerika senilai $1.9 triliun yang merupakan stimulus yang subtansial bagi ekonomi AS.

Dalam hal vaksinasi, AS semakin memperlebar kesenjangan terhadap Eropa dengan Amerika diperkirakan akan sudah mencapai 50% dari populasinya pada akhir bulan Mei. Sementara itu data ekonomi output industri Jerman meleset dari yang diperkirakan dengan penurunan sebanyak 2.5% pada bulan Januari. Secara keseluruhan, ada alasan untuk memperkirakan EUR/USD akan melanjutkan penurunannya

GBP/USD: Poundsterling Tertekan Oleh Penguatan US Dollar

GBP/USD berada di bawah tekanan meskipun Inggris sudah mulai membuka kembali bisnisnya, disebabkan naiknya imbal hasil AS dan diperdagangkan di 1.3815.

Berakhirnya Lockdown di Inggris merupakan kekuatan naik bagi Pounsterling yang siap melawan kekuatan dari dollar AS. Tahap pertama dari pembukaan kembali ekonomi Inggris merupakan dorongan positif bagi ekonomi Inggris karena para orang tua sekarang akan bisa bekerja lebih banyak di rumahnya masing – masing, tanpa gangguan dari anak – anak mereka. Bangsa Inggris telah mendapatkan keuntungan dari cepatnya kampanye vaksin Inggris dimana satu dari tiga orang Inggris telah menerima proteksi terhadap Virus Corona dan sekarang penduduk dengan usia lebih muda juga akan diberikan vaksin.

Hal yang lain yang mendukung Sterling datang dari Gubernur BoE Andrew Bailey yang mengulangi posisinya bahwa outlook ekonomi Inggris adalah positif dan juga menekankan tingkat bunga yang negatif tidak akan muncul dalam waktu dekat. Namun, Sterling harus menghadapi pertempuran dengan naiknya dengan kuat imbal hasil obligasi AS. Imbal hasil dari surat berharga Treasury AS 10 tahun yang menjadi benchmark global bertengger disekitar 1.60%, level tertinggi sejak krisis pandemic terjadi. Sementara Senat AS meloloskan paket stimulus yang dimodifikasi senilai $1.9 triliun yang selanjutnya akan dikembalikan ke House of Rep AS untuk mendapatkan persetujuan cepat.

Laporan NFP pada hari Jumat menunjukkan kenaikan di dalam pekerjaan sebanyak 379.000 posisi di bulan Februari, yang mengatasi apa yang diperkirakan dan berada di atas dari revisi naik bulan yang lalu. Selain itu, pasar masih menggali makna dari penolakan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell untuk menurunkan yields AS, dimana Powell hanya berkata bahwa kenaikan yields AS menarik perhatiannya.

Secara keseluruhan, dollar AS kemungkinan masih akan meneruskan penguatannya dan Sterling kemungkinan akan bisa menghadapinya meskipun tidak bisa lama – lama.

AUD/USD: AUSSIE Masih Melemah Karena Kuatnya Dollar AS

Pasangan Mata Uang AUDUSD pada sesi Asia Selasa (9/3/2021) kembali bergerak negatif melanjutkan trend pelemahan pekan lalu oleh posisi kuatnya dolar AS sebagai aset safe haven.

Aussie juga tertekan oleh lonjakan posisi imbal hasil obligasi lokal merespon tingginya yield obligasi AS.

Yield obligasi Australia untuk  10-tahun naik ke level tertinggi 23-bulan 1,818%, meskipun RBA menahan suku bunga resminya pada rekor terendah minggu lalu, sambil berkomitmen pada rencananya untuk membeli lagi A$100 miliar hutang pemerintah selama beberapa bulan mendatang.

Sebagai valas yang memiliki yield lebih tinggi, anjloknya minat perdagangan aset risiko semakin membebani pergerakan Aussie.

Demikian sebagai kurs komoditas, posisi aussie juga tertekan oleh anjloknya harga minyak mentah dan komoditas logam.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di awal pasar uang Asia  setelah rally 4 sesi berturut.

Dolar AS naik ke posisi tertinggi 15 pekan oleh kenaikan yield obligasi AS pasca disahkannya paket stimulus fiskal AS $1,9 triliun hari Sabtu lalu oleh Senat AS.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Jepang Rally Capai Posisi Tertinggi 9 Bulan

Pair USDJPY pada sesi Asia Selasa (9/3/2021) bergerak rally mendekati resisten kuat harian dan berada di posisi tertinggi 9 bulan lebih.

Yen bergerak kuat di tengah lemahnya minat perdagangan aset risiko yang menguntungkan dolar AS. Tekanan bagi yen bertambah setelah rilis data final PDB Jepang pada kuartal terakhir 2020 yang menurun.

Pertumbuhan ekonomi Jepang hanya naik 2,8 persen pada kuartal terakhir tahun 2020, lebih rendah dari  pertumbuhan 5,3 persen di periode sebelumnya dan juga perkiraan   awal untuk kenaikan 3 persen.

Sebelumnya posisi yen diperlemah oleh berita  vaksinasi Virus Corona Jepang yang terhambat oleh kurangnya pasokan dan kekurangan jarum suntik.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di awal pasar uang Asia  setelah rally 4 sesi berturut.

Dolar AS naik ke posisi tertinggi 15 pekan oleh kenaikan yield obligasi AS pasca disahkannya paket stimulus fiskal AS $1,9 triliun hari Sabtu lalu oleh Senat AS.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.