DAILY OUTLOOK

12 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Naik Karena Turunnya Yield & US Dollar

EUR/USD naik melewati 1.1950 ke 1.1960, mengambil keuntungan dari jatuhnya yields treasury AS, sebagai akibat dari lemahnya data inflasi yang keluar dan berhasilnya lelang obligasi 10 tahun AS.

ECB tetap mempertahankan tingkat bunga dan QE tidak berubah sebagaimana yang telah diantisipasi secara luas.

Presiden Christine Lagarde mengatakan bahwa bank sentral sedang memperhatikan nilai tukar matauang dan siap merekaliberasi alat pengaturan keuangannya.

ECB siap untuk membeli obligasi dengan kecepatan yang lebih tinggi secara signifikan.

Namun, indeks saham Eropa, diperdagangkan dengan sedikit kerugian, tidak berhasil mengikuti kenaikan pasangannya di luarnegeri.

Optimisme di Eropa sebagian tertutupi oleh berita – berita yang menunjukkan bahwa beberapa negara Uni Eropa menghentikan vaksinasi dengan suntikan AstraZeneca setelah terjadi beberapa penggumpalan darah.

Sementara itu, distribusi vaksin di Eropa tetap lambat dan diperkirakan akan terjadi banyak penundaan, dimana semuanya akan melemahkan kembalinya ekonomi region Uni Eropa.

GBP/USD: Kenaikan Poundsterling Terancam Penguatan US Dollar Selanjutnya

GBP/USD naik ke 1.3966 dengan melemahnya dollar AS yang safe-haven karena turunnya yields AS dan disetujuinya undang-undang stimulus AS yang baru. Persengketaan antara Uni Eropa dengan Inggris atas ekspor vaksin saat ini diabaikan oleh pasar.

Pergerakan GBP/USD hampir sepenuhnya dipicu oleh yields obligasi AS. Lelang treasuries 10 tahun AS berakhir dengan ketenangan pada hari Rabu kemarin, menyebabkan dollar AS turun dari ketinggiannya dan poundsterling mengalami kenaikan.

Apakah sentimen pasar yang positif ini akan terus berlanjut? Setelah lelang obligasi 10 tahun yang berhasil, sekarang Amerika Serikat menjual obligasi 30 tahun yang kemungkinan sudah melemah permintaannya sehingga dapat menaikkan imbal hasilnya. Kenaikan imbal hasil obligasi AS ini akan bisa mendorong dollar AS kembali naik.

Dorongan naik terhadap dollar AS kemungkinan bisa datang dari Gedung Putih dimana paket Stimulus Fiskal yang telah disetujui oleh Kongres senilai $1.9 triliun akan segera ditandatangani. Selain itu, Gedung Putih dilaporkan sedang mempelajari undang – undang infrastruktur senilai $2.5 triliun yang kemungkinan akan mendapatkan dukungan dari Republikan.

Tambahan berita – berita mengenai belanja lebih jauh, akan bisa mendorong yields dan dollar AS naik lebih tinggi. Dari Inggris, meskipun Uni Eropa dan Inggris bersengketa mengenai ekspor vaksin, namun tidak berpengaruh terhadap matauang. Kampanye vaksin Inggris terus berlangsung dengan kecepatan yang penuh, menaikkan harapan akan lebih cepat kembalinya ke normal, meskipun berita ini bukan baru. Secara keseluruhan, pergerakan selanjutnya tergantung pada dollar AS yang bisa sewaktu – waktu merubah arah sekali lagi.

AUD/USD: AUSSIE Rally 4 Sesi Berturut-turut

Pair AUDUSD pada sesi Asia Jumat (12/3/2021)  berada di jalur rally untuk 4 sesi berturut  di tengah kuatnya minat perdagangan aset risiko.

Aussie  bergerak lebih kuat juga sebagai kurs komoditas dengan pergerakan harga komoditas unggulan Aussie seperti tembaga dan bijih besi alami lonjakan harga, demikian pergerakan kuat harga minyak mentah.

Selain itu, sisi positif risiko adalah vaksinasi yang stabil, kecuali kekhawatiran baru dari suntikan AstraZeneca, serta pasar perumahan yang kuat di Australia dan kesiapan pemerintah Australia untuk meningkatkan industri penerbangan domestik.

Untuk rilis data ekonomi lokal hari ini, ekspektasi tingkat inflasi naik ke level tertinggi 11-bulan di 4,10% mom di bulan Maret, sementara data penjualan rumah baru turun 69,4% dibandingkan periode yang sama.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak bullish di awal pasar uang Asia  setelah terkoreksi dari 3 sesi sebelumnya.

Dolar AS dibuka menguat merespon kenaikan yield obligasi merespon rencana penandatanganan paket stimulus AS oleh Presiden AS yang diperkirakan bernilai US$2,5 triliun.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Bergerak Bullish Mendekati Resisten Harian

Pair USDJPY pada sesi Asia Jumat (10/3/2021) bergerak kuat  mendekati resisten kuat harian dengan penguatan sentimen perdagangan aset risiko. Selain itu secara indeks, posisi dolar AS bergerak bullish setelah 3 sesi berturut alami tekanan jual.

Kekuatan yen terkoreksi merespon adanya berita bahwa Bank of Japan (BOJ) akan menurunkan target Exchange Traded Fund (ETF) sebesar enam triliun yen, serta memperluas kisaran target imbal hasil Obligasi Gubernur Jepang (JGB).

Selain itu Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan kenaikan berkelanjutan dalam jumlah kasus baru Virus Corona di Tokyo.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak bullish di awal pasar uang Asia  setelah terkoreksi dari 3 sesi sebelumnya.

Dolar AS dibuka menguat merespon kenaikan yield obligasi merespon rencana penandatanganan paket stimulus AS oleh Presiden AS yang diperkirakan bernilai US$2,5 triliun.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.