DAILY OUTLOOK

16 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Beresiko Melakukan Penurunan Lebih Lanjut

Pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan turun ke arah 1.19000, di sekitar 1.19360 dengan naiknya yields Treasury AS mendukung kenaikan dollar AS.

EUR/USD semula diperdagangkan naik ke 1.19670 karena minat spekulatif selama jam perdagangan sesi Asia yang mendorong naik assets dengan high yielding. Namun, kenaikan dollar AS membatasi kenaikan dan bahkan menekan turun EUR/USD.

Dolar AS tetap kuat, mendapatkan dukungan dari ekspektasi akan pemulihan ekonomi AS dari dampak pandemik yang relatif lebih cepat dan kenaikan yang tajam dalam yields obligasi AS. Para investor tetap optimis mengenai outlook dari ekonomi AS ditengah cepatnya vaksinasi virus corona dan dikeluarkannya stimulus fiscal AS yang massif.

Dijadikannya usulan paket stimulus fiskal senilai $1.9 triliun menjadi undang – undang, memberikan dorongan yang kuat terhadap outlook jangka pendek bagi ekonomi AS. Reflasi dalam perdagangan telah menaikkan spekulasi akan kemungkinan kenaikan inflasi AS dan menaikkan keraguan bahwa the Fed akan mempertahankan tingkat bunga yang ultra rendah dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.

Hal ini pada gilirannya, mendorong naik yields obligasi pemerintah benchmark 10 tahun ke rekor tertinggi yang lebih dari satu tahun, dan dipandang sebagai bagian dari faktor yang memberikan keuntungan bagi pergerakan naik USD.

Dari kalender ekonomi, Jerman mempublikasikan Wholesale Price Index yang membaik ke 2.3% YoY. Sementara AS merilis NY Empire State Manufacturing Index yang muncul di 17.4, lebih baik daripada yang diperkirakan di 14.5 dan diatas angka sebelumnya di 12.1. EUR/USD diperdagangkan disekitar 1.19360 dengan resiko turun lebih lanjut.

GBP/USD: Pounds Melemah Didorong Penguatan US Dollar

GBP/USD diperdagangkan turun dari ketinggiannya di 1.3900, menembus kebawah 1.3900 ke sekitar 1.3885, dengan menguatnya dollar AS.

Pada awal perdagangan selama sesi Eropa, pasangan matauang GBP/USD kehilangan arah dan bergerak sideways dengan kenaikan yang tipis dan penurunan yang minor.

Dolar AS tetap kuat, mendapatkan dukungan dari ekspektasi akan pemulihan ekonomi AS dari dampak pandemik yang relatif lebih cepat dan kenaikan yang tajam dalam yields obligasi AS.

Para investor tetap optimis mengenai outlook dari ekonomi AS ditengah cepatnya vaksinasi virus corona dan dikeluarkannya stimulus fiscal AS yang massif.

Dijadikannya usulan paket stimulus fiskal senilai $1.9 triliun menjadi undang – undang, memberikan dorongan yang kuat terhadap outlook jangka pendek bagi ekonomi AS.

Reflasi dalam perdagangan telah menaikkan spekulasi akan kemungkinan kenaikan inflasi AS dan menaikkan keraguan bahwa the Fed akan mempertahankan tingkat bunga yang ultra rendah dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.

Hal ini pada gilirannya, mendorong naik yields obligasi pemerintah benchmark 10 tahun ke rekor tertinggi yang lebih dari satu tahun, dan dipandang sebagai bagian dari faktor yang memberikan keuntungan bagi pergerakan naik USD dan otomatis membebani GBP/USD.

AUD/USD: AUSSIE Tertekan Akibat Sentimen Perdagangan Aset Resiko

Pair AUDUSD pada sesi Asia Selasa (16/3/2021)  kembali alami tekanan setelah sesi sebelumnya gagal untuk rebound di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko yang biasa support pair.

Pair yang juga kurs komoditas mendapat tekanan dari anjloknya harga tembaga dan bijih besi, serta koreksi harga minyak mentah yang berlanjut.

Tekanan kuat awal sesi Asia datang dari risalah RBA yang suram,  menunjukkan bahwa otoritas kebijakan moneter Australia prihatin atas sektor ketenagakerjaan ekonomi dan bertekad untuk mempertahankan kebijakan uang mudah.

Kemudian dan  Indeks Harga Rumah Australia (Q4) yang tertinggal di belakang 4,5% sebelumnya pada YoY tetapi melewati konsensus pasar 2,0% pada QoQ.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di awal pasar uang Asia  setelah menguat sesi sebelumnya.

Dolar AS menguat oleh posisi imbal hasil obligasi yang masih dalam kisaran tertinggi 1 tahun meski terjadi penurunan moderat.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Naik Didukung Perdagangan Aset Resiko

Pair USDJPY pada sesi Asia Selasa (16/3/2021) bergerak di jalur rally 4 sesi berturut dengan dukungan perdagangan aset risiko yang optimis.

Safe haven yen lebih lemah terhadap dolar AS oleh rilis data ekonomi terakhir yang mengecewakan seperti data pesanan mesin inti yang  turun untuk pertama kalinya dalam 4 bulan, turun 4,5% per bulan di Januari.

Bank of Japan diberitakan dapat menghapus target numerik untuk pembelian aset berisiko pada tinjauan kebijakan pada hari Jumat, yang menyoroti kenaikan biaya pelonggaran berkepanjangan dan menandai titik balik untuk program stimulus besar-besaran Gubernur Haruhiko Kuroda.

Bank sentral juga kemungkinan akan mengklarifikasi seberapa besar imbal hasil obligasi akan menyimpang dari target 0%, dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengatasi efek samping dari suku bunga negatif.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di awal pasar uang Asia  setelah menguat sesi sebelumnya.

Dolar AS menguat oleh posisi imbal hasil obligasi yang masih dalam kisaran tertinggi 1 tahun meski terjadi penurunan moderat.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.