DAILY OUTLOOK

17 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Turun Di Bawah 1.19 Karena Penundaan Distribusi AstraZeneca

EUR/USD tidak berhasil mengambil keuntungan dari angka penjualan ritel AS yang mengecewakan, sehingga turun ke bawah 1.19 disekitar 1.1894. Euro terpukul oleh penghentian vaksin AstraZeneca. EUR/USD terus mengalami tekanan sehingga sepertinya sulit mencari argumen untuk kenaikannya. Seluruh negara besar di Eropa mengikuti Jerman menunda pendistribusian vaksin virus corona dari AstraZeneca setelah beberapa kasus penggumpalan darah pada saat diadakan penyuntikan.

Setelah jutaan dosis didistribusikan dengan berhasil di Eropa dan Inggris, dan ditempat lainnya, Sebagian mencurigai ada spesifik batch yang menjadi penyebabnya. Dipihak lain, European Medicines Agency mengabaikan keprihatinan ini.

Bagi pasar, setiap penundaan di dalam pendistribusian vaksin di Eropa, yang selama ini kemajuannya sangat lambat, berarti penundaan lebih lama lagi terhadap pemulihan ekonomi. Inilah kunci yang menggerakkan euro turun.

Terlebih lagi krisis AstraZeneca muncul tepat pada saat Itali sedang mengalami lockdown yang baru, dan Jerman sedang kuatir dengan kenaikan kasus coronavirus secara eksponensial. Sementara di Amerika Serikat imunisasi semakin cepat berjalan dan tren infeksi terus menurun.

Ketidakpastian politik juga membebani matauang Bersama Eropa dengan partai kanan-tengah dari Kanselir Angela Merkel sedang mendapatkan pukulan.

Setelah mengalami kenaikan yang tajam pada bulan Januari dengan kenaikan sebanyak 7.6%, penjualan ritel AS turun 3% pada bulan Februari, meleset dari yang diperkirakan penurunan yang hanya 0.5%. Sementara penjualan inti, turun 2.7% setelah pada bulan Januari mengalami kenaikan 5.9% dan para ekonomi memperkirakan terjadi kenaikan 0.2%.

Dolar AS sedikit turun dengan yields AS 10 tahun turun dibawah dari 1.60%, namun kelihatannya penurunan ini bersifat sementara. Investor saham secara bertahap menjadi biasa terhadap kenaikan return dari hutang pemerintah AS yang aman. Secara keseluruhan, euro cenderung turun sementara dollar AS cenderung naik.

GBP/USD: Pounds Turun Karena Komitmen Baliey

GBP/USD turun ke 1.3880 setelah Gubernur BoE Bailey berkomitmen untuk terus membeli obligasi meskipun ekonomi Inggris mengalami kenaikan. 

GBP/USD memperpanjang penurunannya dari batas psikologis 1.4000 dan turun ke level terendah dalam tiga hari pada hari Senin.

Penurunan sebanyak 100 pips dalam sehari, disebabkan karena berlangsung terus pembelian dollar AS, yang terus kuat didukung oleh kenaikan tajam dari yields obligasi treasury AS. Para investor tetap optimis mengenai prospek pemulihan ekonomi AS dari pandemik yang relatif lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sebaliknya, poundsterling Inggris tertekan dengan “legal action” yang dilakukan oleh Uni Eropa terhadap Inggris atas tuduhan pelanggaran dalam rangka Brexit, mengenai kesepakatan aturan perdagangan dengan Irlandia Utara.

Meskipun Inggris telah berhasil di dalam kampanye vaksinnya, Bailey mengatakan bahwa bank sentral Inggris berkomitmen untuk tetap membeli obligasi dengan kecepatan yang tinggi dan kelihatannya agak berhati – hati dengan pemulihan ekonomi. Hal ini membebani Sterling.

Hal lain yang menekan poundsterling adalah keputusan dari beberapa negara Uni Eropa yang menunda pendistribusian vaksin AstraZeneca yang banyak dipakai di Inggris. Kekuatiran ini memukul keras Sterling.

AUD/USD: AUDUSD Kembali Tertekan Oleh Pergerakan Positif US Dollar Pasca Kenaikan Kembali Imbal Hasil Obligasi Amerika.

Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (17/3/2021)  kembali alami tekanan melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya oleh pergerakan positif dolar AS pasca kenaikan kembali imbal hasil obligasi AS. 

Pair yang juga kurs komoditas mendapat tekanan dari  koreksi harga minyak mentah untuk 3 sesi berturut.

Risalah dari pertemuan kebijakan terbaru RBA menggemakan pernyataan Gubernur Lowe baru-baru ini, menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi sedang berjalan dengan baik dan lebih kuat dari yang diharapkan sebelumnya dan memperkuat bahwa dukungan moneter yang signifikan akan dibutuhkan di negara itu sampai bank sentral tujuan inflasi dan pengangguran tercapai.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak terbatas di awal pasar uang Asia  setelah menguat sesi sebelumnya.

Investor berhati-hati jelang pengumuman kebijakan moneternya, yang mungkin memberikan petunjuk tentang apakah bank sentral akan menjauh dari kebijakan moneter ultra-longgar.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Kembali Bullish Setelah Terkoreksi Moderat

Pair USDJPY pada sesi Asia Rabu (17/3/2021) bergerak bullish setelah sesi sebelumnya terkoreksi moderat. Pair menguat di tengah lemahnya sentimen perdagangan aset risiko. Fundamental yen semakin lemah hari ini oleh rilis data neraca perdagangan Jepang yang menyusut.

Surplus perdagangan Jepang menyusut menjadi JPY 217,4 miliar pada periode Februari 2021 dari JPY 1,106,6 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya dan bertentangan dengan ekspektasi pasar akan surplus JPY 420 miliar.

Sebelumnya Bank of Japan diberitakan dapat menghapus target numerik untuk pembelian aset berisiko pada tinjauan kebijakan pada hari Jumat, yang menyoroti kenaikan biaya pelonggaran berkepanjangan dan menandai titik balik untuk program stimulus besar-besaran Gubernur Haruhiko Kuroda.

Bank sentral juga kemungkinan akan mengklarifikasi seberapa besar imbal hasil obligasi akan menyimpang dari target 0%, dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengatasi efek samping dari suku bunga negatif. Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak terbatas di awal pasar uang Asia  setelah menguat sesi sebelumnya. Investor berhati-hati jelang pengumuman kebijakan moneternya, yang mungkin memberikan petunjuk tentang apakah bank sentral akan menjauh dari kebijakan moneter ultra-longgar.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.