DAILY OUTLOOK

18 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Melompat Naik Setelah The Fes Menolak Pengetatan Dan Mempertahankan Suku Bunga.

EUR/USD lompat naik ke arah 1.20, disekitar 1.1981 setelah “dot plot” dari Federal Reserve menunjukkan bahwa mayoritas dari anggota komite FOMC tidak melihat adanya kenaikan tingkat bunga selama 2023.

Gubernur the Fed Powell menekankan sekali lagi bahwa bank sentral AS ingin melihat kemajuan ekonomi sebelum bertindak untuk menaikkan tingkat suku bunga.

Dolar AS tertekan turun ke bawah dengan yields AS juga turun dari ketinggian di 1.689% sebelum FOMC menjadi 1.64% setelah FOMC.

Lebih jauh, kepala the Fed Powell, mengatakan bahwa tekanan yang bersifat “transitory” terhadap inflasi tidak akan cukup untuk mengubah kebijakan mereka yang sangat akomodatif.

Sementara itu, sebelumnya FOMC AS, Uni Eropa telah mempublikasikan inflasi mereka versi final yang sesuai dengan perkiraan pasar di 0.9% Y0Y. Dan Amerika Serikat mempublikasikan angka makro ekonomi Housing Starts dan Builiding Permits yang kedua – duanya turun lebih dari 10% masing – masing.

Pada hari Kamis ini, perhatian pasar akan fokus kepada pidato dari kepala ECB Christine Lagarde.

GBP/USD: Poundsterling Naik Setelah FOMC

Sebelum pertemuan Federal Reserve Open Committee (FOMC) AS, menjelang berlangsungnya sidang komite, pasangan matauang GBP/USD tertekan turun ke 1.3850, turun 0.3% pada hari itu. Setelah selesai pertemuan FOMC AS, GBP/USD mengalami rebound yang lumayan, naik sekitar 100 pips ke sekitar 1.3950.

Sebagaimana yang telah diduga, Federal Reserve AS tidak mengubah tingkat bunga yang sudah mendekati Nol. Menurut proyeksi ekonomi yang terbaru dari the Fed, bank sentral AS ini cukup optimis dengan pertumbuhan ekonomi AS sampai pada akhir tahun dengan tingkat bunga diperkirakan tetap rendah.

The Fed juga mencatat adanya sedikit perbaikan di dalam kondisi ekonomi AS saat ini dibandingkan dengan pada saat pertemuan mereka yang terakhir di bulan Januari.

Namun, meskipun pemulihan ekonomi memanas selama 2021, komite bank sentral AS ini masih tidak melihat akan terjadinya kenaikan dalam tingkat bunga selama 2023. Dalam proyeksi tingkat bunganya yang terbaru, bank sentral AS ini memperkirakan tingkat bunga akan tetap tidak berubah selama 2023, tidak berubah dari outlook mereka pada bulan Desember.

Gubernur the Fed Powell menekankan sekali lagi bahwa bank sentral AS ingin melihat kemajuan ekonomi sebelum bertindak untuk menaikkan tingkat suku bunga. Dolar AS tertekan turun ke bawah dengan yields AS juga turun dari ketinggian di 1.689% sebelum FOMC menjadi 1.64% setelah FOMC.

Lebih jauh, kepala the Fed Powell, mengatakan bahwa tekanan yang bersifat “transitory” terhadap inflasi tidak akan cukup untuk mengubah kebijakan mereka yang sangat akomodatif.

AUD/USD: AUSSIE Bergerak Bullish Ke Posisi Tertinggi 2 Pekan

Pair AUDUSD pada sesi Asia Kamis (18/3/2021) bergerak kuat hingga naik ke posisi tertinggi 2 pekan oleh kuatnya kembali minat perdagangan aset risiko yang menekan dolar AS.

Kekuatan aussie juga datang dari optimisme investor akan laporan pengangguran Australia yang menurun.

Tingkat pengangguran Australia yang disesuaikan secara musiman turun menjadi 5,8% pada Februari 2021 dari 6,4% sebulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 6,3%.

Ini adalah tingkat pengangguran terendah sejak Maret 2020, karena ekonomi pulih lebih jauh dari gangguan yang disebabkan oleh guncangan pandemi virus corona.

Namun perdagangan aset risiko sedang dibayangi beberapa masalah seperti ketegangan China-Amerika bergabung dengan perselisihan AS dengan Korea Utara dan Iran.

Lebih lanjut, kesiapan Inggris untuk melampaui kesepakatan untuk menjinakkan dugaan penumpukan nuklir Teheran juga memiliki risiko yang berat. Perlu dicatat juga bahwa vaksin mentah over AstraZeneca di Uni Eropa belum dipecahkan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak lemah di awal pasar uang Asia  setelah melemah sesi sebelumnya.

Dolar AS mendapat tekanan dari kebijakan moneter Federal Reserve yang sampaikan tidak menaikkan suku bunga 0%-0,25% hingga tahun 2023.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Ikut Terkoreksi Setelah FOMC

Pair USDJPY pada sesi Asia Kamis (18/3/2021) bergerak bullish setelah sesi sebelumnya terkoreksi oleh pelemahan dolar AS sebagai safe haven. Pair menguat di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko setelah Federal Reserve mengumumkan tidak akan menaikkan suku bunga hingga tahun 2023.

Posisi safe haven yen lebih lemah dibandingkan dengan dolar AS oleh buruknya laporan ekonomi Jepang terakhir. Sebelumnya surplus perdagangan Jepang menyusut menjadi JPY 217,4 miliar pada periode Februari 2021 dari JPY 1,106,6 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya dan bertentangan dengan ekspektasi pasar akan surplus JPY 420 miliar.

Terkait permasalahan virus corona di Jepang, pemerintah umumkan kondisi gawat darurat di Tokyo dan provinsi sekitarnya akan berakhir tanggal 21 Maret 2021. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyampaikan  kasus infeksi virus corona  telah surut akhir-akhir ini.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak lemah di awal pasar uang Asia  setelah melemah sesi sebelumnya. Dolar AS mendapat tekanan dari kebijakan moneter Federal Reserve yang sampaikan tidak menaikkan suku bunga 0%-0,25% hingga tahun 2023.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.