DAILY OUTLOOK

26 JANUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD 26 Januari 2020: Turun Dari Ketinggian Setelah IFO Jerman Muncul Lemah

EUR/USD turun dari ketinggiannya setelah IFO Business Climate Jerman keluar mengecewakan di 90.1. Sebelumnya pasangan matauang ini sempat mengalami kenaikan dengan pemerintahan Biden terus mempromosikan rencana stimulus, meskipun ditentang oleh para pembuat undang – undang.

Ekspektasi yang besar semula muncul dengan adanya tanda – tanda pemulihan ekonomi terus berlangsung ditengah naiknya keprihatinan akan virus corona. Signal pertama datang dari PMI manufaktur Jerman yang keluar pada hari Jumat minggu lalu lebih baik daripada yang diperkirakan.

Hal ini ditambah lagi dengan pada hari ini pemerintahan Biden terus mempromosikan rencana akan dikeluarkannya stimulus fiskal untuk membantu korban virus corona termasuk mereka yang bisnis atau pekerjaannya terdampak dengan restriksi lockdown, telah mengangkat matauang bersama Eropa, EUR/USD naik keatas 1.22.

Namun setelah munculnya IFO Business Climate Jerman yang keluar mengecewakan di 90.1, pasangan matauang EUR/USD ini berbalik turun kebawah 1.22 disekitar 1.2155. Terlepas dari IFO Jerman, pidato dari Presiden European Central Bank Christine Lagarde dan pembuat kebijakan Weidmann akan bisa menambah volatilitas di pasar uang euro.

GBP/USD 26 Januari 2020: Turun Ke Bawah 1.37 Dengan Naiknya USD

GBP/USD semula naik menuju 1.37, mengambil keuntungan dari harapan akan stimulus fiskal AS yang masif dan tidak adanya pengurangan pembelian obligasi oleh Federal Reserve. Kampanye vaksin Inggris dan turunnya kasus Covid – 19 juga mendukung kenaikan Sterling. Namun, menjelang pidato Biden, GBP/USD turun ke bawah 1.37 dengan naiknya dolar AS.

Kekuatiran pasar sebagian besar terhapus oleh ekspektasi rencana stimulus fiskal sebesar $1.9 triliun untuk membantu kebangkitan ekonomi AS. Hal ini, pada gilirannya, telah membantu pasangan matauang ini untuk memperoleh daya tarik yang positip selama perdagangan sesi Asia hari Senin.

Dengan tidak adanya rilis data makro ekonomi penggerak pasar, baik dari Inggris maupun dari Amerika Serikat, perkembangan mengenai pandemi virus corona akan memainkan peranan kunci di dalam menggerakkan sentimen resiko di pasar secara lebih luas.

Terlepas dari berita – berita mengenai stimulus fiskal AS yang bisa mempengaruhi dinamika dolar AS dan selanjutnya memberikan kesempatan trading terhadap pasangan matauang GBP/USD, fokus pasar berada pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari yang dimulai dari sejak hari Selasa pagi dan selesai Rabu sore waktu Amerika Serikat dengan hasil berupa pernyataan dan setelah itu konferensi pers oleh Gubernur the Fed Jerome Powell.

AUD/USD 26 Januari 2020: Bullish oleh Approval Vaksin Pfizer di Australia

USD/CHF

USD/JPY 26 Januari 2021: Yen Jepang Masih Lemah

Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Senin (25/01)  mendaki kembali mendekati resisten kuat setelah bergerak fluktuatif sejak sesi Asia. Pair bergerak naik oleh kekuatan rebound dolar AS sebagai mata uang safe haven merespon berita lambatnya distribusi vaksin di AS dan juga Eropa.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang  rebound di pasar uang Eropa setelah sempat tertekan oleh penguatan aset risiko  di tengah investor yang berantisipasi pertemuan the Fed minggu ini akan tetap melanjutkan kebijakan moneter yang akomodatif.

Selain itu juga dolar menguat merespon kenaikan kasus virus corona di Eropa dan keterlambatan distribusi vaksin, dimana AstraZeneca dan Pfizer mengatakan mereka tidak akan dapat memenuhi target pengiriman ke Eropa dan juga AS dalam beberapa minggu mendatang.

Disisi lain, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga diberitakan hadapi tekanan baru atas penanganannya terhadap pandemi virus corona, dengan jajak pendapat baru menunjukkan banyak yang percaya pemerintah terlalu lambat untuk menanggapi gelombang infeksi terbaru.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.