DAILY OUTLOOK

23 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO naik Sedikit Di Tengah Kecenderungan Turun

EUR/USD naik sedikit pada permulaan perdagangan sesi AS ke 1.1930 dengan turunnya dollar AS mengikuti turunnya yield treasury AS. Indeks dollar AS melemah, mengikuti turunnya yields treasury 10 tahun AS dari 1.75% ke 1.67%.

Namun kenaikan EUR/USD ini terancam turun dengan adanya faktor-faktor bearish.

Faktor bearish terhadap EUR/USD antara lain adalah sentimen pasar yang buruk memasuki minggu perdagangan yang baru dengan naiknya dollar AS akibat kejatuhan Lira Turki yang memicu pergerakan safe-haven.

Dalam perdagangan semalam, Lira Turki jatuh sekitar 10% terhadap dollar AS setelah dipecatnya pejabat bank sentral top Turki pada hari Sabtu minggu lalu oleh Presiden Turki.

Volatilitas mata uang terjadi setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan tiba-tiba menggantikan kepala bank sentral hanya beberapa hari setelah kenaikan suku bunga yang tajam, yang sangat ditentang oleh Erdogan.

Kenaikan dollar AS juga ditopang oleh melemahnya euro dengan gelombang ketiga dari pandemic virus corona memukul Eropa ditengah melambatnya pembagian vaksin di daerah tersebut.

Datangnya gelombang ketiga dari pandemic virus corona ini menimbulkan keprihatinan akan terjadinya gelombang lockdown yang baru di Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyarankan perpanjangan lockdown nasional selama 4 minggu lagi. Jerman akan bergabung dengan Perancis yang akan memberlakukan restriksi baru atas sekitar 20 juta penduduknya. Sebagian besar Italia telah menjadi sunyi sepi ditengah penutupan yang baru.

Sementara itu Uni Eropa jauh tertinggal dalam hal vaksinasi dari AS dan Inggris. Sebegitu jauh, negara – negara di Uni Eropa baru memberikan vaksin kepada 13 dari 100 orang sementara AS sudah memberikan vaksin kepada 38 orang dari 100 orang.

Secara keseluruhan dollar AS masih punya dasar untuk naik sementara euro sedang dibawah tekanan. 

GBP/USD: Sterling Siap Melawan US Dollar

GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.3855, tidak jauh berubah dari posisi sebelumnya dengan Sterling siap melawan kenaikan dollar AS ditengah pencapaian vaksinasi yang signifikan.

Inggris pada hari Sabtu minggu lalu berhasil melakukan 27 suntikan dalam 1 detik sehingga dalam 1 hari bisa menyuntik sebanyak 873.000 orang. Kampanye imunisasi yang cepat di Inggris menghasilkan efek yang material dalam mendorong turun tingkat kematian akibat virus corona, sehingga menaikkan Sterling, dan memampukan untuk melawan kekuatan dollar AS.

Kemajuan vaksinasi menyebabkan pembukaan kembali ekonomi Inggris secara bertahap berlangsung dengan keyakinan, khususnya setelah negara ini berhasil mencapai 50% dari orangnya yang dewasa.

Meskipun sedang terancam dalam “supplies” vaksin yang sewaktu-waktu dapat diboikot oleh Eropa, kampanye vaksin Inggris telah mencapai titik dimana tidak bisa berbalik lagi, dengan sejumlah yang signifikan dari tempat di Inggris telah memiliki imunitas yang cukup untuk mencegah terjadinya lockdown yang baru. Optimisme ini terus menopang naik Sterling.

Sementara itu meskipun dollar AS sedang tertekan turun, mengikuti turunnya yield treasury AS, dimana indeks dollar AS melemah, mengikuti turunnya yields treasury 10 tahun AS dari 1.75% ke 1.67%, namun dollar AS berpotensi berbalik naik kembali.

Dollar AS sempat naik oleh karena pergerakan safe-haven akibat kejatuhan Lira Turki, dan datangnya gelombang ketiga dari pandemik virus corona ke Eropa. Secara keseluruhan dollar AS cenderung tetap kuat, namun Sterling punya kekuatan untuk melawannya.

AUD/USD: AUSSIE Terkoreksi Akibat Rebound US Dollar

Pair AUDUSD pada sesi Asia Selasa (23/3/2021) bergerak bearish ke area support hariannya setelah dibuka pada posisi gain sebelumnya. Posisi aussie terkoreksi oleh pergerakan rebound dolar AS di tengah sedang kuatnya minat perdagangan aset risiko.

Dolar bergerak kuat merespon naiknya kembali yield obligasi AS 10-tahun mendekati posisi tertinggi 14-bulan.

Sebagai kurs komoditas, pair mendapat tekanan dari turunnya kembali harga minyak mentah setelah rebound moderat awal pekan.

Pergerakan harga minyak masih terganggu oleh prospek permintaan minyak global dari kawasan Eropa yang kembali meningkat kasus virus corona.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di awal pasar uang Asia  setelah terkoreksi sebelumnya.

Dolar AS  mendapat kekuatan dari naiknya kembali yield obligasi AS setelah turun merespon kondisi pasar global yang khawatirkan krisis global.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Konsolidasi Di Area Resisten Harian.

Pair USDJPY pada sesi Asia Selasa (23/3/2021) bergerak konsolidasi di area resisten hariannya di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko dan usaha rebound dolar AS.

Pergerakan positif dolar AS mendapat tenaga dari reboundnya imbal hasil obligasi AS, setelah sebelumnya turun ke posisi 1,67%.

Posisi yen Jepang sebelumnya menguat moderat oleh pergerakan lemah dolar AS pasca turunnya imbal hasil obligasi AS merespon kekhawatiran pasar global terkait anjloknya lira Turki hingga 15% karena pemecatan Kepala bank sentral oleh Presiden Erdogan setelah kenaikan suku bunga.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di awal pasar uang Asia  setelah terkoreksi sebelumnya.

Dolar AS  mendapat kekuatan dari naiknya kembali yield obligasi AS setelah turun merespon kondisi pasar global yang khawatirkan krisis global.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.