DAILY OUTLOOK

24 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Melanjutkan Penurunan Akibat Kuatnya USD

EUR/USD melanjutkan penurunannya dibawah 1.19 ditengah naiknya keprihatinan akan virus corona di Uni Eropa. Kanselir Jerman Merkel memperpanjang lockdown nasional di Jerman sampai tanggal 18 April. Dolar AS menguat ditengah memburuknya sentimen pasar, dengan berpindahnya fokus ke testimoni dari Powell.

Kanselir Jerman Merkel menggambarkan penyebaran varian baru yang berasal dari Inggris di negara terbesar di Eropa ini sebagai efektif sudah pandemi yang baru. Varian baru B1.1.7 telah mendatangkan bencana di beberapa negara lainnya dan sekarang datang ke Berlin yang segera mengumumkan lockdown yang ketat sampai sekitar Paskah dan memperpanjangnya sampai 18 April.

Sementara Sebagian besar dari Perancis dan Itali lebih keras memberlakukan restriksinya, sehingga menambah penundaan terhadap pemulihan ekonomi. Terlebih lagi, program vaksinasi tetap lambat meskipun iklim politik membaik.

Selain itu, reputasi AstraZeneca semakin tercoreng dengan otoritas di Washington merilis pernyataan yang menyatakan keprihatinan atas data dalam laporan fase ketiga yang dilaporkan berhasil, sebagai sudah basi.

Di Amerika Serikat, Gedung Putih sedang bersiap untuk mengusulkan rencana belanja infrastruktur senilai $3 triliun, jauh diatas stimulus fiskal senilai $1.9 triliun yang sedang dibagikan. Tambahan belanja ini bisa berarti memanasnya ekonomi dan juga naiknya hutang AS yang berpotensi menaikkan yields AS sehingga membuat dollar AS menjadi lebih menarik.

The Fed akan terus mendukung ekonomi AS sekalipun melalui kenaikan inflasi yang dipandang temporer dan tingkat pengangguran yang mengecilkan kondisi tenaga kerja yang riil. Sementara Republikan menaikkan keprihatinan terhadap inflasi.

Secara keseluruhan kecenderungan EUR/USD adalah turun ditengah kenaikan dollar AS.

GBP/USD: Pounds Tertekan Oleh Penguatan US Dollar

GBP/USD sempat turun dibawah 1.3775, level terendah sejak awal Februari, karena menguatnya Dolar AS yang mendapatkan dorongan naik jelang testimoni Powell, sebelum akhirnya berhasil naik kembali ke 1.3792.

Inggris melaporkan tingkat pengangguran sebesar 5%, yang lebih baik daripada yang diperkirakan, namun pada saat yang bersamaan mengalami lompatan klaim pengangguran sebanyak 86.500.

Naiknya dollar AS didorong oleh berita bahwa Gedung Putih sedang menyelesaikan usulan program infrastruktur senilai $3 triliun yang akan membuat panas ekonomi AS.

Di Inggris, PM Inggris Boris Johnson sedang sibuk dengan masalah vaksin. Setelah Uni Eropa mengancam akan memblok ekspor dari AstraZeneca yang diproduksi di Eropa ke Inggris, London dan Brusel mencoba mencari solusi untuk keuntungan bersama.

Setiap kompromi dari Johnson akan bisa memperlambat kampanye vaksin Inggris. Namun, setelah mencapai 50% dari populasi, resikonya kelihatan rendah.

Sementara itu, pasar tenaga kerja Inggris memberikan signal yang bervariasi. Sementara tingkat pengangguran turun secara mengejutkan ke 5% di bulan Januari, klaim pengangguran mengalami kenaikan sebanyak 86.500 pada bulan Februari.

Secara keseluruhan, poundsterling memiliki alasan untuk naik dan turun, kekuatan dollar AS bisa terus bertambah.

AUD/USD: AUSSIE Turun Ke Posisi Terendah 11 Pekan

Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (24/3/2021) turun ke posisi terendah 11 pekan yang mendekati posisi support kuat hariannya setelah sesi sebelumnya terjun ke terendah 6 pekan.

Pair tertekan oleh anjloknya kembali perdagangan set risiko yang angkat dolar AS hingga ke posisi tertinggi 3 pekan.

Terdapat sentimen positif dari laporan ekonomi yang memberi tenaga untuk rebound, laporan flash PMI manufaktur dan service Australia untuk bulan Maret alami kenaikan dari bulan sebelumnya. Namun menurunnya data surplus perdagangan barang Australia memberikan batasan.

Tekanan perdagangan aset risiko datang dari kekhawatiran gelombang lanjutan virus corona dan perlambatan vaksinasi negara kawasan Uni Eropa, yang sebelumnya sudah dibebani oleh sanksi negara barat seperti Australia, AS, Canada dan Eropa kepada China terkait dugaan pelanggaran HAM di Uighur.

Sebagai kurs komoditas, pair mendapat tekanan dari turunnya kembali harga minyak mentah hingga anjlok 6% lebih. Harga minyak mentah anjlok oleh pergerakan kuat dolar AS dan kekhawatiran demand dari Eropa.

Kurs komoditas juga dibebani oleh anjlokna harga komoditas unggulan mereka seperti tembaga dan bijih besi.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang bergerak turun di pasar uang Asia  setelah dibuka lebih tinggi sebelumnya. Dolar AS  mendapat kekuatan dari bangkitnya perdagangan safe haven, kemudian kini sedang terkoreksi oleh turunnya yield obligasi AS.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Anjlok Akibat Pergerakan Positif US Dollar

Pair USDJPY pada sesi Asia Rabu (24/3/2021) bergerak konsolidasi di area resisten hariannya di tengah anjloknya sentimen perdagangan aset risiko yang tinggikan dolar AS ke posisi tertinggi 3 pekan. Pergerakan positif dolar AS mendapat support dari tekanan jual saham di bursa  Wall Street dan juga bursa Eropa.

Penguatan yen Jepang sebagai safe haven diperkuat dengan anjloknya bursa saham Jepang hingga 300 poin dan laporan data ekonomi yang menunjukkan data flash PMI manufaktur Jepang bulan Maret lebih tinggi dari periode bulan sebelumnya dan juga ekspektasi penurunan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang bergerak turun di pasar uang Asia  setelah dibuka lebih tinggi sebelumnya. Dolar AS  mendapat kekuatan dari bangkitnya perdagangan safe haven, kemudian kini sedang terkoreksi oleh turunnya yield obligasi AS.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.