DAILY OUTLOOK

31 MARET 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Meneruskan Kejatuhan Setelah Muncul Data AS Yang Kuat & Naiknya Yields AS

EUR/USD memperpanjang kejatuhannya, turun ke arah 1.17, menyentuh level terendah sejak bulan November. Yields AS meningkat menjelang dibicarakannya belanja infrastruktur. Sementara virus corona sedang mengamuk di Eropa yang tengah berjuang dalam kampanye vaksinnya. Consumer Confidence AS muncul di 109.70 mengalahkan yang diperkirakan.

Pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan disekitar 1.1720 menjelang jam perdagangan sesi AS, tertekan naiknya yields Treasury AS yang mendorong dollar AS naik. Yields surat hutang 10 tahun AS menyentuh 1.77%, level yang terakhir terlihat di Februari 2020, sebelum virus corona menyebar ke seluruh dunia.

Tidak ada katalisator khusus dibalik naiknya yields AS terbaru, kecuali berkurangnya keprihatinan dan meningkatnya harapan akan kembalinya ekonomi AS seperti sebelum virus corona Consumer Confidence AS muncul di 109.70 mengalahkan yang diperkirakan di 96.9 dan angka sebelumnya di 90.4. Angka inflasi tetap rendah. Investor juga kemungkinan terlalu optimistik.

Sementara Eropa sedang berjuang untuk mendistribusikan vaksin ke penduduknya, Amerika Serikat sudah maju kemana-mana. Pada tanggal 19 April, 90% orang Amerika kemungkinan sudah mendapatkan vaksin virus corona.

Secara keseluruhan dollar AS masih memiliki ruang untuk naik sementara euro masih harus menunggu untuk bisa berbalik naik.

GBP/USD: GBP Menyerah Pada Kuatnya US Dollar

GBP/USD jatuh dibawah 1.3750 ke sekitar 1.3719, dengan naiknya yields AS mendorong naik dollar AS juga. Berhasilnya kampanye vaksin Inggris hanya bisa membuat Sterling relatif sedikit lebih baik dibandingkan dengan matauang utama dunia lainnya.

Kesatuaan perkataan antara PM Inggris Boris Johnson, dan koleganya dari Jerman dan Perancis bahwa tidak ada satu orangpun yang aman (dari penularan virus corona) sampai semua orang sudah menjadi aman, telah membawa ketenangan dan mendukung Sterling. Keprihatinan mengenai pengiriman dari suntikan vaksin sekarang telah mereda.

Sekalipun kampanye imunisasi Inggris agak melambat, Inggris telah mencapai hampir 50% dari populasinya dengan paling tidak satu kali suntikan vaksin dan hasilnya jelas kasus dan jumlah pasien yang datang ke rumah sakit menurun. Terlebih lagi, pada hari Senin, London mencatat tidak ada kematian yang terjadi, pertama kalinya dalam tahun 2021.

Inggris bukan saja jauh melampaui Eropa, namun juga mengalahkan AS bukan saja dalam hal vaksinasi melainkan juga dalam hal tingkat infeksi.

Di pihak lain, dollar AS bergerak naik, bersamaan dengan naiknya yields obligasi AS. Usulan belanja infrastruktur yang dipresentasikan pada hari Rabu terdiri dari dua fase. Pada fase pertama kemungkinan belum dibicarakan mengenai kenaikan pajak yang baru. Hal ini berarti bertambahnya hutang, lebih banyaknya dikeluarkan obligasi dan karenanya kenaikan imbal hasil dari surat hutang AS.

Secara keseluruhan, dollar AS memiliki alasan untuk naik meskipun Inggris masih mungkin bisa bertahan melawan kenaikan dollar AS.

AUD/USD: AUSSIE Bullish Didukung Oleh Rilis Data China & Laporan Perkiraan Tempat Tinggal Yang Disetujui Untuk Di Bangun di Ausitralia.

Pair AUDUSD pada sesi Asia Senin (31/3/2021) dibuka pada area support bergerak bullish menembus area resisten yang mendapat kekuatan dari rilis data ekonomi China dan juga lokal di tengah kekuatan dolar AS terhadapa banyak rival utamanya.

Aussie mendapat tenaga dari laporan perkiraan tempat tinggal yang disetujui untuk dibangun di Australia melonjak 21,6 persen bulan ke bulan pada Februari 2021, dengan mudah mengalahkan ekspektasi pasar dari kenaikan 5 persen dan berbalik dari penurunan 19,4 persen di bulan sebelumnya, data awal menunjukkan.

Kemudian di perkuat oleh data PMI manufaktur dan non manufaktur China periode bulan Maret yang lebih tinggi dari periode bulan sebelumya. Kuatnya data ekonomi China memberikan sentimen positif bagi aussie.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang bergerak rally di pasar uang Asia  setelah menguat sesi sebelumnya. Dolar AS  mendapat kekuatan dari naiknya kembali posisi yield obligasi AS ke posisi tertinggi 14-bulan di 1,74%.

USD/CHF

USD/JPY: Yen  Memperpanjang Posisi Tertinggi Setahun

Pair USDJPY pada sesi Asia Senin (31/3/2021) dibuka pada  area resisten hariannya yang memperpanjang posisi tertinggi 12-bulan, mendapat kekuatan dari dolar AS di tengah mixednya perdagangan aset risiko. Yen bertambah lemah dengan laporan produksi industri yang kontraksi.

Data prelim produksi industri di Jepang turun 2,1 persen bulan ke bulan di bulan Februari 2021, lebih rendah dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya yang naik 4,3 persen dan konsensus pasar yang turun 1,2 persen. Sebelumnya yen juga ditekan oleh data ritel sales yang terus kontraksi.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang bergerak rally di pasar uang Asia  setelah menguat sesi sebelumnya. Dolar AS  mendapat kekuatan dari naiknya kembali posisi yield obligasi AS ke posisi tertinggi 14-bulan di 1,74%.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.