Daily Outlook 5 Januari 2021 (GOLD REVISION)

ECONOMIC NEWS TODAY

Apa itu ISM Manufacturing PMI ?

PMI adalah kepanjangan dari “Purchasing Manager Index”, atau apabila kita terjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi “Indeks Manajer Pembelian”. Lebih jelasnya PMI merupakan sebuah laporan yang diterbitkan oleh sebuah institusi yang mengawasi perkembangan sektor-sektor usaha tertentu. Laporan tersebut berisi data-data yang dikumpulkan dari sejumlah perusahaan dan kemudian dirangkum dan diubah menjadi sebuah indeks dan kemudian disebarluaskan melalui situs institusi penerbit laporan. Adapun variabel yang diperhitungkan dalam indeks sebagai berikut :

  1. Pesanan yang diterima perusahaan (new order);
  2. Stok bahan baku produksi (inventory levels);
  3. Produksi perusahaan (production);
  4. Tingkat penyerapan tenaga kerja (employment);
  5. Durasi pengiriman barang (supplier deliveries).

Tujuan utama dari dari dibuatnya PMI adalah untuk menyediakan informasi terkini atas sektor bisnis tertentu. Informasi yang diperoleh dengan metode survey ini sangat berperan pada pengambilan keputusan oleh perusahaan, analis pasar, manajer pembelian, dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Jenis dari PMI pun beragam, tergantung dengan sektor dimana responden berkecimpung. Jenis yang paling sering ditemui adalah :

  1. PMI (Standart);
  2. Services PMI;
  3. Manufacturing PMI;
  4. Flash Manufacturing PMI;
  5. ISM Manufacturing PMI;
  6. ISM non-Manufacturing PMI;
  7. Dan banyak lainnya.

Di negara Amerika, PMI dicetuskan, dikelola, dan disebarluaskan oleh Institute for Supply Management (ISM). Sementara di 30 negara lainnya, PMI dikelola dan disebarluaskan oleh Markit Group dengan menggunakan metode dasar yang sama dengan ISM. Indeks lain yang mirip dikeluarkan juga oleh  Ifo Institute for Economic Research di Jerman, dan Bank of Japan di Jepang.

Rumus yang digunakan untuk penghitungan indeks tersebut adalah sebagai berikut

P1 = Persentase jawaban yang melaporkan perkembangan.

P2 = Persentase jawaban yang melaporkan tidak adanya perubahan/stagnansi.

P3 = Persentase jawaban yang melaporkan penurunan.

Rumus tersebut berusaha mencari rata-rata dari jawaban responden atas kondisi perusahaannya di periode tertentu; untuk PMI, digunakan responden sebanyak 300 perusahaan di sektor tertentu.

XAUUSD

Tinjauan Fundamental

Harga emas diperdagangkan naik tajam pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat dengan emas menyentuh ketinggian selama 7 minggu. Metal berharga didorong naik oleh karena lemahnya dolar AS di pasar forex dimana indeks dolar AS menyentuh kerendahan selama 2,5 tahun. Permintaan safe-haven ditengah naiknya kasus Covid – 19 di Amerika Serikat, Eropa dan bagian lain dari dunia juga mendukung metal berharga. Potensi naiknya inflasi kelihatannya telah mendapatkan kekuatan dan mendorong naik pasar komoditi mentah hari-hari ini.

Para pelaku pasar terus berharap  akan terjadi yaitu kondisi yang lebih baik dari segi ekonomi dan kesehatan pada paruh kedua dari tahun 2021.

Analisa Teknikal

Pada grafik 4 Jam, setelah membentuk pola Head & Shoulder, ada kemungkinan Emas masih akan terus bullish dengan mencoba menguji level-level resistance terdekatnya dengan Target jangka menengah ke 1982.

Apabila Resistance terdekatnya di $1950 berhasil di tembus, ada kemungkinan harga mencoba menguji level $1965 yang merupakan harga tertinggi tanggal 9 November 2020 dan kemungkinan masih bisa bergerak lagi ke arah $1973

Sedangkan “support” terdekat menunggu di $1,925.00 dan kemudian $1,906.10.