DAILY OUTLOOK

6 APRIL 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Naik Karena Meningkatnya Minat Terhadap Resiko

EUR/USD diperdagangkan naik ke atas 1.18, disekitar 1.1816, karena naiknya minat terhadap resiko, dengan Dow Jones dan S&P 500 diperdagangkan mencetak rekor tertinggi setelah keluarnya laporan ISM mengenai PMI Jasa AS yang naik ke 63.7 untuk bulan Maret.

Pada saat perdagangan sesi Asia dan Eropa, EUR/USD masih diperdagangkan tertekan di zona harga 1.1760 dengan kebanyakan pasar Asia dan Eropa tutup pada hari raya Paskah. EUR/USD berbalik naik pada saat memasuki perdagangan sesi Amerika Serikat.

Dolar AS mengalami tekanan turun pada perdagangan sesi Amerika Serikat dengan harga saham AS mengalami kenaikan yang merefleksikan sentimen pasar yang positip terhadap resiko. Katalisator yang membuat kenaikan harga saham AS adalah keluarnya laporan employment AS untuk bulan Maret pada hari Jumat yang lalu dimana angkanya mengatasi daripada yang diperkirakan dan jauh diatas angka pada bulan sebelumnya.

Kenaikan harga saham berlanjut dengan keluarnya data ekonomi PMI Jasa AS yang bagus. the Institute for Supply Management (ISM) mengatakan bahwa PMI Jasa AS untuk bulan Maret menunjukkan angka sebesar 63.7%, naik signifikan dari angka di bulan Februari sebesar 55.3%. Angka ini juga mengatasi yang diperkirakan dalam consensus pasar sebesar 58.3%. Kenaikan harga saham membuat berkurangnya permintaan akan dollar AS yang safe-haven.

Technical Analysis EUR/USD in H4 TimeFrame (Update, April 6th, 2021)

GBP/USD: Poundsterling Naik Karena Pelonggaran Lockdown & Melemahnya US Dollar

Poundsterling berhasil mengatasi semua rival utamanya juga terhadap dollar AS, memperpanjang keuntungannya pada jam perdagangan yang sepi karena hari libur.

GBP/USD naik karena cepatnya vaksinasi di Inggris dan dilonggarkannya lockdown di daerah utama, ditambah lagi dengan melemahnya dollar AS.

Ditengah liburan Paskah, pasar Asia dan Eropa bergerak lambat dengan volume yang kecil. Poundsterling mengatasi dollar AS, dengan pasangan GBP/USD diperdagangkan mencapai 1.3900, level ketinggian yang baru selama dua minggu. Absennya katalisator yang baru mendukung matauang Inggris.

Inggris tetap mempertahankan perluasan program vaksin dan bergerak maju dengan pembukaan ekonomi kembali, mengambil keuntungan dari banyak negara yang imunisasi coronavirusnya tetap lambat ditengah ditundanya distribusi vaksin.

Pada hari Minggu, Inggris melaporkan hanya 2.297 penularan baru sementara kematian hanya mencapai 10 orang.

PM Inggris Boris Johnson bersiap untuk membukakan rencana mengangkat lockdown dan mengijinkan traveling secara internasional, dan hal lainnya.

Technical Analysis GBP/USD in Daily TimeFrame (Update, April 6th, 2021) In trend again

AUD/USD: Menguat Di Dorong Pelemahan US Dollar

Pair AUDUSD pada sesi Asia bergerak kuat melanjutkan gain sesi sebelumnya yang membawa pair mendekati posisi tertinggi 2 pekan di tengah koreksi dolar AS.

Pair bergerak kuat menanti pengumuman kebijakan moneternya yang akan diumumkan hari ini oleh RBA.

Aussie juga mendapat kekuatan sebagai aset risiko dari optimisme pertumbuhan ekonomi yang kuat dan juga penurunan yield obligasi AS.

Kekuatan ekonomi AS semakin dipertegas lagi pada laporan ISM semalam yang menunjukkan aktivitas di sektor jasa melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di bulan Maret.

Sebagai kurs komoditas aussie mendapat kekuatan dari pergerakan harga logam seperti emas dan juga tembaga dan bijih besi sebagai komoditas unggulan.

Harga tembaga terpantau melonjak kuat hingga naik 3% lebih. Namun dibayangi oleh anjloknya harga minyak mentah.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya dibuka pada posisi terendah 2 pekan dan kini bergerak terbatas di pasar uang Asia  setelah tertekan  sesi sebelumnya. Dolar AS semakin terkoreksi oleh turunnya posisi yield obligasi AS ke posisi 1,69%.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Bullish Memasuki Area Resisten

Pair USDJPY pada sesi Asia Selasa (6/4/2021) bergerak bullish masuki area resisten oleh kuatnya sentimen perdagangan aset risiko dan juga usaha rebound dolar AS.

Yen  terkoreksi dari rally selama 3 sesi berturut yang juga diperberat laporan ekonomi terbaru Jepang.

Data pengeluaran rumah tangga di Jepang turun 6,6 persen secara riil pada periode Februari 2021 dari tahun sebelumnya, menyusul penurunan 6,1 persen di bulan sebelumnya dan lebih parah dibandingkan dengan  ekspektasi penurunan 5,3 persen.

Berita lokal terakhir,  Sekretaris jenderal Partai Demokrat Liberal, Toshihiro Nikai,yang berkuasa mencatat bahwa Jepang mungkin perlu menyusun anggaran tambahan untuk tahun fiskal saat ini untuk memerangi pukulan ekonomi dari pandemi virus korona.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya dibuka pada posisi terendah 2 pekan dan kini berusaha rebound di pasar uang Asia  setelah tertekan  sesi sebelumnya.

Dolar AS tertekan oleh turunnya posisi yield obligasi AS ke posisi 1,69% dan kuatnya sentimen perdagangan aset risiko.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.