DAILY OUTLOOK

7 APRIL 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Naik Ke Ketinggian Mingguan Yang Baru

EUR/USD diperdagangkan naik ke ketinggian mingguan yang baru di sekitar 1.1845 dengan dollar AS mengalami penurunan karena turunnya yields obligasi pemerintah AS ke bawah 1.70%.

Sebagian besar negara – negara di Eropa tetap berada dibawah restriksi yang signifikan untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang membebani ekonomi mereka masing – masing.

Sebaliknya ekonomi AS sedang bertumbuh subur sebagaimana yang diperlihatkan oleh laporan dari ISM bahwa PMI Jasa AS untuk bulan Maret mencetak rekor ketinggian di 63.7 yang menunjukkan antusiasme di sektor terbesar di AS. Publikasi ini meneguhkan laporan NFP AS yang sangat luarbiasa dengan kenaikan pekerjaan yang hampir satu juta di bulan Maret, pertanda pemulihan ekonomi yang cepat.

Meskipun demikian, disisi lain, dollar AS adalah juga matauang safe-haven yang akan turun Ketika sentimen pasar global membaik. Pertumbuhan ekonomi AS yang cepat akan mendorong investor untuk memindahkan dananya ke asset yang lebih beresiko.

Sentimen “risk-on” di pasar mendorong investor untuk keluar dari dollar AS yang safe-haven ke dalam assets yang lain yang lebih beresiko.

Secara keseluruhan, pulihnya EUR/USD saat ini kelihatannya tidak akan berlangsung lama, paling tidak sampai usaha vaksinasi di Eropa telah berjalan dengan cepat dan menguasai banyak orang dari populasi yang ada di Eropa.

EUR/USD Mid-Term Analysis (Set-up Trading Plan), Waiting for breakout confirmation for countinuing the eliott wave pattern (Update, April 7th, 2021)

GBP/USD: Pounds Cenderung Naik ?

GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.3850, turun dari ketinggiannya di sekitar 1.39. PM Inggris Johnson mengumumkan tahap berikutnya dari pembukaan kembali ekonomi yang akan berjalan selama minggu depan. Poundsterling juga mengabaikan beberapa permintaan dari dollar AS.

Pergerakan kembali ke normal datang setelah berhasilnya kampanye vaksinasi Inggris. Kasus baru virus corona terus turun, berkebalikan dengan apa yang sedang terjadi di negara tetangga. Perancis, Jerman dan Itali masih sedang berada dibawah lockdown dan sedang berjuang menghadapi gelombang pandemic yang baru. Pemerintah Inggris menjadi ragu-ragu untuk membuka perjalanan internasional dengan masih tingginya penularan di negara tetangga.

Hal ini berarti orang Inggris akan membelanjakan uangnya di rumah saja tanpa harus ke luar negeri, yang akan mendorong naik ekonomi Inggris dan poundsterling. Secara keseluruhan, ada alasan untuk bergembira atas Sterling.

Di sisi lain, ekonomi AS bertumbuh dengan cepat, sebagaimana diperlihatkan oleh Indeks Jasa PMI yang dikeluarkan oleh ISM yang menyentuh 63.7, rekor tertinggi. Laporan ini keluar setelah sebelumnya keluar laporan NFP yang sangat mengesankan yang mendekati 1 juta pekerjaan pada hari Jumat yang lalu. Namun, sentimen “risk-on” di pasar mendorong investor untuk keluar dari dollar AS yang safe-haven ke dalam assets yang lain yang lebih beresiko.

Gambaran ekonomi AS adalah cerah namun bervariasi mengenai dollar AS, sementara Sterling mulai bersinar. Secara keseluruhan pasangan matauang GBP/USD dikuasai bullish.

AUD/USD: AUD/USD Berupaya Rebound Tertinggi 2 Pekan.

Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (7/4/2021) bergerak kuat  di posisi  tertinggi 2 pekan di tengah upaya rebound yield obligasi AS yang berpotensi angkat dolar AS.

Pembukaan pair yang lebih tinggi mendapat tenaga dari laporan ekonomi dari AIG terkait kinerja konstruksi Australia.

Indeks Kinerja Konstruksi Kelompok Industri Australia melonjak ke rekor tertinggi 61,8 pada bulan Maret sebagai tanda keyakinan bahwa ekonomi negara sedang menuju rebound yang kuat.

Kemudian dibayangi oleh data  IHS Markit Flash Australia Services Index terkoreksi lebih rendah ke 55,5 di bulan Maret, menandakan ekspansi lebih lanjut dalam aktivitas dan bisnis baru.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya dibuka pada posisi terendah 2 pekan dan kini berusaha rebound di pasar uang Asia  setelah tertekan 2 sesi berturut sebelumnya.

Terpantau posisi yield obligasi AS bergerak naik dan berpotensi mengangkat posisi dolar AS.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Bullish Akibat Kuatnya Sentimen Perdagangan Aset Resiko

Pair USDJPY pada sesi Asia Rabu (7/4/2021) bergerak bullish mendekati area resisten oleh kuatnya sentimen perdagangan aset risiko dan juga usaha rebound dolar AS.

Yen terkoreksi dari rally selama 4 sesi berturut oleh bangkitnya sentimen perdagangan aset risiko.

Sentimen aset risiko bangkit kembali setelah semalam bursa Wall Street alami pelemahan moderat, didorong ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat di AS, dukungan stimulus fiskal lebih lanjut, dan juga penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang dari tertinggi 14-bulan.

Sementara itu berita terbaru dari komentar Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, yang memungkinkan bahwa pemilihan cepat sebelum akhir September membebani laju yen yang sudah rally 4 sesi berturut.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya dibuka pada posisi terendah 2 pekan dan kini berusaha rebound di pasar uang Asia  setelah tertekan 2 sesi berturut sebelumnya.  Terpantau posisi yield obligasi AS bergerak naik dan berpotensi mengangkat posisi dolar AS.

Support & Resistance USD/JPY (Update, April 7th, 2021)

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.