DAILY OUTLOOK

9 APRIL 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Naik Dengan Jatuhnya Yield AS Lebih Lanjut

EUR/USD menambah keuntungannya, berhasil menembus keatas 1.19 di sekitar 1.1921, dengan yields AS memperpanjang penurunannya ke bawah 1.64%, sebagian berhubungan dengan kenaikan klaim pengangguran  AS yang mengecewakan. Keprihatinan terhadap vaksin sebelumnya sempat membebani euro.

Departemen tenaga kerja AS mengatakan bahwa klaim pengangguran mingguan naik sebanyak 16.000 menjadi 744.000 dari minggu sebelumnya 728.000 klaim. Sementara konsensus pasar memperkirakan klaim pengangguran awal adalah sebanyak 682.000.

Perkataan dari Presiden Federal Reserve, Charles Evens, merefleksikan pesan umum:”terlalu pagi untuk membicarakan mengenai tapering dari QE”. The Fed masih akan terus mencetak dollar AS ke depannya, hal ini mendorong matauang AS turun. Risalah pertemuan FOMC juga merefleksikan komitmen untuk mendukung ekonomi, sementara waktu, meskipun prospek pemulihan ekonomi AS membaik.

Di Eropa harapan untuk keluar dari krisis covid lebih cepat tetap merupakan ilusi. Eropa tergantung berat terhadap AstraZeneca yang bermasalah dengan penggumpalan darah akibat vaksin. Sementara itu Jerman sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang lockdown. Perancis tetap berada di bawah restriksi yang keras dan Itali juga lumpuh. Virus corona terus menyebar membebani pemulihan.

Secara keseluruhan, sementara dollar AS tertekan oleh the Fed, keprihatinan akan pemulihan ekonomi di Eropa bisa mendorong euro turun, dan berpotensi membawa turun kembali EUR/USD.

GBP/USD: Poundsterling Tertekan Keprihatinan Vaksin

GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.3747, tidak banyak berubah dari sebelumnya, dengan dollar AS stabil setelah mengalami penurun sebelumnya.

Keprihatinan mengenai penundaan terhadap kampanye vaksin Inggris membebani Sterling. Pasar menunggu pidato dari Gubernur the Fed Powell setelah keluarnya risalah pertemuan FOMC yang dovish.

Sementara Inggris terdepan di dalam memvaksinasi populasinya terhadap Covid -19, ketakutan bahwa imunisasi dari AstraZeneca kemungkinan menyebabkan penggumpalan darah bisa membuat sebagian orang tidak mau di inokulasi.

Sterling terus berada di bawah setelah keluar pengumuman baik dari Inggris maupun dari Uni Eropa bahwa ada hubungan antara kasus thrombosis yang jarang terjadi dengan suntikan vaksin AstraZeneca. Meskipun peluangnya hanya 1 diantara 250.000, keprihatinan tetap ada.

GBP/USD menjadi stabil setelah risalah pertemuan Federal Reserve menunjukkan akan komitmen dari bank sentral AS untuk mendukung ekonomi meskipun outlook membaik. Bank sentral yang paling berkuasa di dunia ini mengingini hasil, bukan outlook mengenai kenaikan inflasi sebelum mempertimbangkan untuk menarik stimulus.

GBP/USD masih mungkin naik sekalipun tertekan keprihatinan akan vaksin, namun disebabkan karena melemahnya dollar AS, bukan karena kuatnya Sterling.

AUD/USD: AUD/USD Bullish Merespon Kekuatan Perdagangan Aset Resiko

Pair AUDUSD pada sesi Asia Jumat (9/4/2021) melaju kuat kembali melanjutkan gain sesi sebelumnya merespon kekuatan perdagangan aset risiko sejak sesi Amerika semalam. 

Sentimen aset risiko terangkat merespon komentar Ketua Fed Powell pada Pertemuan Musim Semi IMF hari Kamis bahwa ekonomi AS sedang menuju pemulihan yang kuat , dibantu dengan mempercepat vaksinasi.

Pasar juga menyambut baik pesan dovish dari Fed, yang menegaskan kembali bahwa bank sentral AS akan menjaga kondisi keuangan selembut mungkin di masa mendatang.

Imbal hasil lokal 10-tahun mendekati posisi terendah 5-minggu 1.672% sementara yield obligasi  10-tahun AS juga turun ke posisi terendah 2-minggu di 1.633%.

Terdapat laporan ekonomi yang positif dari The Australian Industry Group atau AIG bahwa indeks Kinerja layanan jasa di Australia melonjak menjadi 58,7 pada Maret 2021 dari 55,8 di bulan sebelumnya. Merupakan data tertinggi sejak Juni 2018, dengan penjualan, pesanan baru, stok, dan pengiriman menunjukkan pemulihan yang kuat.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya dibuka lebih kuat di pasar uang Asia setelah rebound pada sesi  sebelumnya. Dolar AS mendapat kekuatan dari meningkatnya yield obligasi AS 10 tahun dari posisi terendah 2 pekan sesi sebelumnya.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Bullish Di Area Pivot Akibat Anjloknya Yield AS

Pair USDJPY pada sesi Asia Jumat  (9/4/2021) berusaha bullish di area pivot setelah ditutup melemah pada sesi sebelumnya oleh anjloknya yield obligasi AS ke posisi terendah 2 pekan. Pair dibuka lebih rendah dari penutupan sebelumnya oleh pelemahan dolar AS dan kemudian bergerak positif sejalan dengan kuatnya perdagangan aset risiko.

Namun secara fundamental posisi dolar AS masih lebih kuat dari yen Jepang dan memiliki  momentum kenaikan lebih lanjut karena ekonomi Amerika tampaknya diposisikan lebih baik daripada negara besar lainnya  untuk pemulihan yang kuat dari tekanan pandemi virus corona.

Yen sendiri sedang hadapi tekanan dari kenaikan kasus virus corona di Jepang, Gubernur Tokyo meminta pemerintah pusat mengadopsi langkah-langkah darurat di ibu kota sebagai tanggapan atas peningkatan infeksi yang tiba-tiba di tengah penyebaran varian baru, sementara itu kota barat Osaka juga akan mengumumkan keadaan darurat medis setelah lonjakan kasus naik ke rekor tertinggi.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya dibuka lebih lemah  di pasar uang Asia setelah tertekan ke posisi terendah 2 pekan  pada sesi  sebelumnya. Dolar AS mendapat tekanan dari anjloknya yield obligasi AS 10 tahun dan data klaim pengangguran yang meningkat.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.