DAILY OUTLOOK

16 APRIL 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: Sedikit Melemah Setelah Data AS Bagus

EUR/USD bangkit dari kerendahannya namun masih di bawah 1.20, disekitar 1.1963, setelah penjualan ritel AS jauh mengatasi dari yang diperkirakan dengan lompatan ke 9.8%. Terlebih lagi, klaim pengangguran AS turun ke 576.000.

Pasangan matauang EUR/USD sempat naik ke 1.1992 pada hari Kamis, ketinggian yang baru pada bulan April, dengan minat terhadap resiko terus berlangsung selama perdagangan paruh pertama.

Dolar AS membukukan sedikit kenaikan menjelang dikeluarkannya data ekonomi AS, meskipun assets dengan imbal hasil yang tinggi tetap mempertahankan kekuatannya.

Jerman mempublikasikan angka inflasi bulan Maret. CPI tahunan sesuai dengan yang diperkirakan 1.7% YoY.

Sementara itu dari AS, Penjualan Ritel AS melompat ke 9.8% pada bulan Maret setelah kejatuhan yang direvisi naik sebesar 2.7% pada bulan Februari, menurut data terbaru dari Departemen Perdagangan AS.

Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan penjualan ritel sebesar 5.9% sebagai angka umum.

Laporan dari Federal Reserve regional, the Philly Fed, mengatakan bahwa outlook bisnis sektor manufaktur berada pada 50.2 di bulan April. Sekalipun turun dari angka di bulan Maret sebesar 51.8, namun data ini mengatasi dari yang diperkirakan secara signifikan yang memperkirakan angka disekitar 41.

Klaim pengangguran AS turun ke 576.000, juga lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 703.000 dan lebih kecil dari sebelumnya sebesar 769.000.

GBP/USD: Sterling Naik Mengalahkan US Dollar

GBP/USD naik kearah 1.38 disekitar 1.3780, membalikkan kejatuhan sebelumnya menjelang keluarnya laporan penjualan ritel AS yang penting.

Ekspektasi terhadap laporan penjualan ritel AS tinggi bangkit disekitar 5% meskipun demikian ketidakpastian tinggi dan bisa muncul jauh di atas dari yang diperkirakan. Dibekali oleh stimulus cek sebesar $1,400 pada bulan Maret, setelah cek sebesar $600 pada bulan Januari, angka lebih dari dua digit bisa saja terjadi, yang bisa memberikan dorongan naik bagi dollar AS berikutnya.

Penjualan ritel AS melompat ke 9.8%  – hampir mencapai dua digit – pada bulan Maret setelah kejatuhan yang direvisi naik sebesar 2.7% pada bulan Februari, menurut data terbaru dari Departemen Perdagangan AS. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan penjualan ritel sebesar 5% sebagai angka umum.

Dollar AS telah berbalik naik setelah komentar dari kepala Federal Reserve Jerome Powell yang menyebutkan tentang mengurangi pembelian obligasi, yang mengatakan bahwa itu akan terjadi sebelum tingkat bunga dinaikkan. Wakil kepala the Fed Richard Clarida mengatakan bahwa tanda untuk mengurangi pembelian obligasi akan datang di dalam pertemuan the Fed termasuk proyeksi yang baru – membuat pertemuan FOMC bulan Juni nanti akan menjadi sangat kritikal.

Pengurangan pembelian obligasi AS berarti lebih sedikit dollar AS mengalir masuk ke dalam pasar, sehingga matauang dollar AS kemungkinan akan naik. Sedikit disebut saja mengenai hal ini sudah membuat dollar AS dibeli dimana-mana. Sementara Sterling menerima dorongan naik pada minggu ini dengan Inggris mengangkat sejumlah restriksi secara signifikan. Kembali ke pubs, gyms, salon rambut, dan lainnya, setelah penurunan yang tajam dari penularan virus corona.

AUD/USD: Menguat Setelah Yield Obligasi AS Anjlok

Pair AUDUSD pada sesi Asia Jumat (16/4/2021) di buka pada posisi tertinggi 4 pekan yang dicapai sesi sebelumnya dan mendekati posisi resisten kuat hariannya.

Pair mengambil pijakan dari posisi yield obligasi AS yang anjlok ke posisi terendah 5 pekan dan laporan pekerjaan Asutralia yang optimis.

Data resmi kemarin menunjukkan bahwa pekerjaan di bulan Maret tumbuh 70.700 ke rekor tertinggi 13.077.600, sementara tingkat pengangguran mencapai level terendah tahunan 5,6%.

Selain itu imbal hasil obligasi lokal 10 tahun mendekati posisi terendah 7 minggu di 1.669% dan posisi yield obligasi 10 tahun AS menyentuh posisi terendah 5 minggu sekitar 1.572%.

Dari pasar komoditas aussie mendapat dukungan dari lonjakan harga komoditas unggulan mereka seperti tembaga dan bijh besi, juga pergerakan rally kuat harga minyak mentah.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di pasar uang Asia setelah rebound sesi  sebelumnya.

Dolar AS mendapat kekuatan dari data ritel AS yang melonjak tinggi dan juga klaim pengangguran yang menurun.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Masih Tertekan Oleh Kuatnya Dollar Amerika

Pair USDJPY pada sesi Asia Jumat (16/4/2021) yang dibuka lebih rendah di posisi terendah 3 pekan yang berada di area support, berusaha rebound oleh pergerakan kuat dolar AS.

Dolar AS yang telah rebound sesi sebelumnya bergerak kuat dari posisi terendah 4 pekan secara indeks.

Posisi yen telah rally selama 4 sesi berturut sebelumnya oleh anjloknya imbal hasil obligasi AS di tengah pemerintah Jepang sedang berusaha mengatasi lonjakan kasus virus corona.

Hari Kamis Jepang konfirmasi pertambahan sekitar 4000 kasus baru dan pemerintah  menambahkan Prefektur Aichi ke daftar daerah yang membutuhkan pembatasan lebih ketat.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di pasar uang Asia setelah rebound sesi  sebelumnya.

Dolar AS mendapat kekuatan dari data ritel AS yang melonjak tinggi dan juga klaim pengangguran yang menurun.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.