DAILY OUTLOOK

20 APRIL 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Masih Berpeluang Naik Lebih Tinggi Lagi

EUR/USD lompat keatas 1.20, menyentuh ketinggian baru sejak bulan Maret di sekitar 1.2035 ditengah sentimen pasar yang “risk-on” dan sempat jatuhnya yields AS, namun kemudian berhasil naik kembali. Meningkatnya vaksinasi di Uni Eropa juga mendorong sentimen pasar secara positif.

Uni Eropa akan menerima 50 juta dosis tambahan vaksin dari Pfizer/BioNTech pada kuartal yang kedua dan isu mengenai J&J kemungkinan akan segera berlalu. Sementara Amerika Serikat sedang dalam perjalanan untuk mendistribusikan 55 juta dosis vaksin sampai bulan Juni.

Vaksinasi yang sudah bertambah cepat di Uni Eropa belum diperhitungkan dalam harga euro, sementara AS 40% penduduknya telah menerima vaksin namun semuanya telah diperhitungkan dalam kenaikan harga matauang AS.

Terlebih lagi bagi dollar AS, yields obligasi pemerintah AS mengalami kejatuhan, sehingga membuat dollar AS menjadi kurang menarik. Yields AS saat ini dibawah 1.56%.

Ekonomi AS sedang bergulir kuat, terefleksi di dalam angka penjualan ritel yang melompat ke 9.8% pada bulan lalu. Permintaan yang kuat dari konsumen AS ini memberikan sentimen yang positip terhadap “risk-on”.

Secara keseluruhan pasangan matauang ini memiliki peluang untuk naik ke atas melewati 1.20 dan lebih tinggi lagi.

GBP/USD: Sterling Naik Namun Terancam Turun Tiba-Tiba

GBP/USD naik mengarah ke 1.40 ke sekitar 1.3980 dengan dollar AS turun dibawah, meskipun yields treasury AS mengalami kenaikan setelah sempat jatuh sebelumnya. Berhasilnya kampanye vaksin Inggris dan sentimen pasar yang optimistik juga mendukung naik Poundsterling. Kekuatiran mengenai vaksin tidak berpengaruh terhadap pasangan matauang GBP/USD yang mengalami kenaikan mengarah ke 1.40, lebih dari 200 pips dibandingkan dengan angka hari Jumat yang lalu. Faktor utama yang mendorong poundsterling naik adalah melemahnya dollar AS. Turunnya dollar AS disebabkan oleh sempat jatuhnya yields treasury AS (sekalipun kemudian naik lagi)  dan sentimen pasar yang “risk-on”. Namun tren ini bisa saja tiba-tiba berbalik.

Dunia sedang bergembira dengan keluarnya Amerika dari krisis coronavirus, dengan kuatnya konsumsi AS yang dipandang sebagai katalisator untuk pertumbuhan global. Permintaan terhadap obligasi AS juga meningkat, Sebagian disebabkan karena koreksi normal, Sebagian lagi karena reaksi terhadap permintaan yang kuat pada saat lelang baru – baru ini.

Perubahan bisa terjadi dari perkembangan terbaru rencana belanja infrastruktur. Beberapa anggota Kongres siap bertemu dengan Gedung putih untuk mendiskusikan detailnya dan bergerak lebih lanjut. Jika belanja infrastruktur senilai $2.25 triliun ini bisa diloloskan, akan terjadi aksi jual terhadap obligasi AS yang akan membuat yields obligasi AS mengalami kenaikan dan membawa serta dollar AS naik. Selain itu, belanja infrastruktur ini akan didanai oleh kenaikan pajak yang tidak dikehendaki oleh Wall Street. Jika rally di pasar saham berhenti, maka dollar AS yang safe-haven akan mendapatkan permintaan yang baru.

Sementara Inggris terdepan di dalam kampanye vaksinnya yang cepat, AS sedang mengejar dibelakang dengan cepat juga, dimana saat ini telah mencapai 40% dari populasinya telah mendapatkan vaksin. Secara keseluruhan poundsterling sedang bergerak naik secara signifikan namun bisa berakhir tiba-tiba dengan cepat.

AUD/USD: Aussie Menuju Ke Tertinggi 7 Pekan Di Dukung Pergerakan Komoditas Logam & Minyak Mentah Serta Anjloknya US Dollar

Pair AUDUSD pada sesi Asia Selasa (20/4/2021) bergerak kuat  ke posisi tertinggi 7 pekan yang mendekati resisten kuat hariannya. Pair masih menerima keuntungan dari anjloknya posisi dolar AS dan juga pergerakan harga pasar komoditas logam dan minyak mentah.  AUD/USD berjuang di 0,7800, berada di level tertinggi dalam tujuh pekan, karena sentimen tetap didukung oleh penurunan Dolar AS yang berbasis luas. Peluncuran vaksin COVID yang mendorong optimisme ekonomi global terus membebani permintaan safe haven untuk Greenback. Risalah RBA yang dovish dan kelambanan PBoC tak berdampak pada AUD.

Dari posisi imbal hasil obligasi lokal 10 tahun turun ke posisi terendah 3 minggu di 1.672% sementara yield obligasi AS 10-tahun berada  pada  posisi 1.60%. Karenanya posisi dolar AS semakin tertekan di posisi terendah 7 pekan secara indeks.

Dari pasar komoditas posisi aussie mendapat kekuatan dari posisi harga emas yang mencapai tertinggi 2 bulan serta  harga tembaga yang menjadi unggulan naik ke posisi tertinggi 1 dekade .  Demikian juga harga minyak mentah naik ke posisi tertinggi 1 bulan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya kembali tertekan di pasar uang Asia setelah anjlok di  sesi  sebelumnya; tergelincir ke 7 minggu terendahnya oleh turunnya yields US Treasury setelah pernyataan the Fed pekan lalu bahwa tingkat inflasi AS masih wajar.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Memperpanjang Momentum Penurunan

Pair USDJPY pada sesi Asia Selasa (20/4/2021) bergerak lemah memperpanjang momentum penurunan sejak perdagangan awal bulan di area supportnya.

Yen Jepang sebelumnya telah mendaki ke posisi tertinggi 6 pekan terhadap dolar AS merespon posisi yield obligasi dibawah posisi rekor.

Yen kembali mendapat sentimen positif dari laporan ekonomi terbaru yang menunjukkan terjadi surplus perdagangan pada bulan Maret dikarenakan ekspor melonjak 16,1% dari tahun sebelumnya ke level tertinggi hampir 3 tahun di bulan Maret.

Kemudian pada hari ini diperkirakan data aktivitas industri tertiari akan meningkat dari periode sebelumnya yang kontraksi.

Sementara itu, pemerintah Jepang terus berjuang dengan lonjakan tingkat infeksi virus corona dimana Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura   meminta pemerintah pusat untuk mengumumkan keadaan darurat lain di Osaka setelah melaporkan pertambahan rekor 1.220 kasus baru pada hari Minggu.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya kembali tertekan di pasar uang Asia setelah anjlok di  sesi  sebelumnya; tergelincir ke 7 minggu terendahnya oleh turunnya yields US Treasury setelah pernyataan the Fed pekan lalu bahwa tingkat inflasi AS masih wajar.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.