DAILY OUTLOOK

27 APRIL 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Turun Akibat Data Ekonomi Meleset Dan USD Naik

Pasangan matauang EUR/USD memperpanjang penurunan intraday setelah mencapai ketinggian 1.2100. IFO Business Climate Jerman meleset dari yang diperkirakan dengan angka 96.8.

Sementara order durable goods meleset dari yang diperkirakan pada bulan Maret, hanya naik sedikit 0.5%.

Pasangan matauang EUR/USD mencapai puncaknya pada pembukaan mingguan di 1.2116, namun kekurangan tenaga untuk terus bertahan ditengah perdagangan yang tipis karena hari liburan di Australia dan Selandia Baru.

Pasangan matauang ini turun dari ketinggiannya karena menguatnya dollar AS yang disebabkan oleh karena naiknya yields obligasi pemerintah AS ke 1.60%, sementara saham-saham di Asia dan Eropa diperdagangkan bervariasi.

Jerman mempublikasikan survey IFO bulan April yang menunjukkan bahwa Business Climate tanpa terduga mengalami kontraksi ke 98.7 dari sebelumnya 99.7 dan lebih kecil  dibandingkan dengan yang diperkirakan 99.7.

Sementara dari AS, order durable goods yang dipublikasikan juga meleset dari yang diperkirakan dengan hanya naik 0.5% dibandingkan dengan yang diperkirakan, kenaikan sebesar 2.5%.

GBP/USD: Pounds Turun Di Tengah Bagusnya Fundamental

GBP/USD turun ke 1.3890 dari ketinggian intraday dengan pulihnya kembali dollar AS. Optimisme dari para pembuat kebijakan BoE tidak mampu mendorong naik poundsterling. Yields treasury AS yang mengalami kenaikan mendukung naik dollar AS.

Sterling mengambil keuntungan dari cepatnya imunisasi Inggris, dimana lebih dari 50% dari populasi telah menerima paling tidak satu kali suntikan vaksin. Berita ini, bersamaan dengan penurunan kasus baru, membantu poundsterling meskipun ada kekuatiran mengenai situasi Covid di India yang sudah diluar kontrol.

Sementara virus corona menjadi isu ekonomi yang luarbiasa besarnya, sisa-sisa kasus dari Brexit yang belum selesai tetap akan menyeret turun ekonomi Inggris dan sebaliknya setiap ada kemajuan bisa memberikan dukungan naik berikutnya.

Alasan bullish nya poundsterling juga datang dari Wakil Gubernur BoE Ben Broadbent mengatakan bahwa dia melihat pertumbuhan yang sangat cepat paling tidak selama beberapa kuartal ke depannya.

Sementara dari AS, order durable goods yang dipublikasikan juga meleset dari yang diperkirakan dengan hanya naik 0.5% dibandingkan dengan yang diperkirakan, kenaikan sebesar 2.5%.

Event ekonomi utaman pada minggu ini adalah pertemuan Federal Reserve’s Open Market Committee (FOMC) yang akan dimulai pada Selasa pagi dan berakhir pada Rabu sore dengan sebuah pernyataan dan konferensi pers dari kepala the Fed Powell. Sementara diperkirakan tidak ada perubahan dalam kebijakan moneter, pasar akan mengamati dengan ketat outlook inflasi dari the Fed  dan setiap komentar mengenai kebijakan moneter.

AUD/USD: Aussie Mendapat Kekuatan Dari US Dollar

Pair AUDUSD pada sesi Asia Selasa (27/4/2021) bergerak rally di posisi tertinggi 5 pekan yang mendekati posisi resisten kuat hariannya.

Aussie mendapat kekuatan dari dolar AS sebagai kurs aset berisiko dan juga diuntungkan dari pergerakan harga komoditas.

Sebagai kurs beresiko masih di-support oleh laporan data ekonomi yang kuat minggu lalu, baik lokal maupun luar negeri. 

Kemudian posisi imbal hasil obligasi lokal 10-tahun sedikit terangkat dari terendah 8 minggu di 1,709% sementara yield obligasi 10-tahun AS dalam kisaran terendah 6-minggu di 1,57%.

Dari pasar komoditas posisi aussie  mendapat dorongan tenaga dari pergerakan kuat harga komoditas logam, termasuk komoditas unggulan mereka seperti tembaga yang naik kembali dekati  posisi tertinggi 1 dekade. Dan untuk pergerakan harga minyak mentah diperkirakan naik hari ini.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya melemah di pasar uang Asia setelah melemah di sekitar 7 minggu terendahnya.

Dolar tertekan oleh perkiraan investor bahwa the Fed belum akan mengubah kebijakan QE untuk pembelian obligasi. Pekan ini bank sentral Amerika tersebut akan memutuskan kebijakan terbaru.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Melanjutkan Rebound Di Dukung Oleh Menanjaknya Keuntungan Perdagangan Aset Resiko

Pair USDJPY pada sesi Asia Selasa (27/4/2021) berusaha bergerak kuat melanjutkan rebound sesi sebelumnya oleh menanjaknya keuntungan perdagangan aset risiko.

Sesama posisi safe haven, posisi dolar AS lebih lemah oleh ekspektasi The Fed tidak akan mengubah kebijakan QE nya pada pengumuman kebijakan baru pekan ini.

Investor sedang menanti pengumuman kebijakan moneter terbaru dari bank sentral Jepang (BOJ) hari ini. Sebelumnya dari data ekonomi dilaporkan indeks utama Jepang mencapai level tertinggi dalam lebih dari 2 tahun di bulan Februari, sementara indeks coincident direvisi lebih tinggi menjadi 89,9 dari pembacaan kilat 89,0.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya melemah di pasar uang Asia setelah melemah di sekitar 7 minggu terendahnya.

Dolar tertekan oleh perkiraan investor bahwa the Fed belum akan mengubah kebijakan QE untuk pembelian obligasi. Pekan ini bank sentral Amerika tersebut akan memutuskan kebijakan terbaru.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.