DAILY OUTLOOK

28 April 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Tertekan Dengan Penguatan US Dollar

EUR/USD diperdagangkan dibawah 1.21 dengan dollar AS mengalami kenaikan bersamaan dengan naiknya yields AS. Kampanye vaksin Eropa meningkat kecepatannya.

Pasangan matauang EUR/USD pulih dari level terendah intraday di 1.2056, naik ke 1.2077, namun masih diperdagangkan dibawah angka 1.2100.

Dollar AS naik sedikit dengan saham-saham Eropa berada pada tekanan jual, merefleksikan sikap yang berhati-hati menjelang keluarnya angka pertumbuhan yang kritikal dari Uni Eropa dan AS yang akan dirilis pada akhir dari minggu ini.

Kosongnya kalender makro ekonomi di Uni Eropa menyebabkan matauang mayor bergerak dalam rentang harga intraday yang terbatas. 

Dari Amerika Serikat, Conference Board mengatakan bahwa Consumer Confidence Index naik ke angka 121.7, naik dari angka bulan Maret yang telah direvisi di 109.7. Angka ini juga mengatasi dari apa yang para ekonom perkirakan disekitar 113.1.

GBP/USD: Pounds Turun Menjelang Pengumuman FOMC AS

GBP/USD turun ke 1.3890 dari ketinggian intraday dengan pulihnya kembali dollar AS. Optimisme dari para pembuat kebijakan BoE tidak mampu mendorong naik poundsterling. Yields treasury AS yang mengalami kenaikan mendukung naik dollar AS.

Sterling mengambil keuntungan dari cepatnya imunisasi Inggris, dimana lebih dari 50% dari populasi telah menerima paling tidak satu kali suntikan vaksin. Berita ini, bersamaan dengan penurunan kasus baru, membantu poundsterling meskipun ada kekuatiran mengenai situasi tsunami virus corona di India yang sudah diluar kontrol.

Sementara virus corona menjadi isu ekonomi yang luarbiasa besarnya, sisa-sisa kasus dari Brexit yang belum selesai tetap akan menyeret turun ekonomi Inggris dan sebaliknya setiap ada kemajuan bisa memberikan dukungan naik berikutnya.

Alasan bullish nya poundsterling juga datang dari Wakil Gubernur BoE Ben Broadbent mengatakan bahwa dia melihat pertumbuhan yang sangat cepat paling tidak selama beberapa kuartal ke depannya.

Sementara dari AS, order durable goods yang dipublikasikan juga meleset dari yang diperkirakan dengan hanya naik 0.5% dibandingkan dengan yang diperkirakan, kenaikan sebesar 2.5%.

Event ekonomi utaman pada minggu ini adalah pertemuan Federal Reserve’s Open Market Committee (FOMC) yang akan dimulai pada Selasa pagi dan berakhir pada Rabu sore dengan sebuah pernyataan dan konferensi pers dari kepala the Fed Powell. Sementara diperkirakan tidak ada perubahan dalam kebijakan moneter, pasar akan mengamati dengan ketat outlook inflasi dari the Fed  dan setiap komentar mengenai kebijakan moneter. 

AUD/USD: Aussie Melanjutkan Bearish Akibat Naiknya USD

Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (28/4/2021) bergerak negatif melanjutkan bearish sesi sebelumnya yang mendekati posisi support kuat hariannya.

Kurs aussie mendapat tekanan sebagai aset risiko yang sedang koreksi dengan penguatan dolar AS merespon kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Imbal hasil obligasi lokal 10-tahun sedikit terangkat dari terendah 8-minggu menjadi 1,693%, sementara yield obligasi AS 10-tahun  terangkat dari terendah 5-minggu menjadi 1,68%. 

Untuk pergerakan selanjutnya akan memperhatikan rilis data tingkat inflasi Australia untuk periode kuartal pertama yang diperkirakan menunjukkan data yang sama

Namun sebagai kurs komoditas, pair berpotensi menguat ditopang lonjakan harga komoditas unggulan aussie seperti harga tembaga dan kayu mencapai posisi tertinggi sepanjang masa, sementara bijih besi  mencapai puncak baru 13 tahun.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di pasar uang Asia setelah rebond tipis sesi sebelumnya. Dolar terangkat oleh pergerakan naik imbal hasil obligasi AS dari terendah 5 pekan ke posisi 1,68%.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Melanjutkan Rally; Fokus Pada FOMC AS

Pair USDJPY pada sesi Asia Rabu (28/4/2021)  bergerak rally melanjutkan gain sesi sebelumnya menuju posisi tertinggi 2 pekan yang secara teknikal  mendekati resisten kuat hariannya.

Pair menguat oleh kekuatan dolar sebagai safe haven dan juga kenaikan lanjutan imbal hasil obligasi AS 10-tahun.

Terhadap pair ini, investor berhati-hati jelang pengumuman The Fed malam nanti, bank sentral AS itu diperkirakan akan  mempertahankan suku bunga mendekati nol di masa mendatang untuk mendukung perekonomian, tetapi investor akan memperhatikan setiap perubahan pada pernyataan yang menyertainya yang mungkin menandakan pergeseran dalam waktu dekat.

Posisi yen lebih lemah sebagai safe haven sebelumnya merespon kebijakan Bank of Japan yang mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah di -0,1% dan mempertahankan target untuk imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun di sekitar 0% selama pertemuan April, tetapi memangkas tingkat inflasi konsumennya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di pasar uang Asia setelah rebond tipis sesi sebelumnya. Dolar terangkat oleh pergerakan naik imbal hasil obligasi AS dari terendah 5 pekan ke posisi 1,68%.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.