DAILY OUTLOOK

30 April 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Tertekan Turun Akibat Penguatan US Dollar

EUR/USD turun ke sekitar 1.2117, dengan naiknya dollar AS menghapus kenaikan akibat sikap the Fed yang dovish. GDP AS di kuartal pertama naik sebanyak 6.4% per tahun dan komponennya menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat sedang berlangsung.

Sebelum rilis data ekonomi AS, pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan dekat ketinggian bulanan yang baru di 1.2149 dengan turunnya dollar AS akibat sikap dari the Fed yang dovish dalam pertemun FOMC baru-baru ini.

Keadaan berbalik, sentimen pasar terhadap resiko berbalik positip dan “risk-on”, setelah rilis dari data makro ekonomi GDP kuartal pertama  yang bertumbuh sebesar 6.4% menurut perkiraan pendahuluan, mengatasi apa yang diperkirakan pasar. Para pemain di pasar sedang dalam kondisi bersemangat, walaupun keuntungan di pasar saham terbatas.

Sebelumnya, Jerman mempublikasikan angka inflasi, yang juga bagus. Menurut perkiraan pendahuluan, Consumer Price Index bulan April muncul di 2% YoY. Sementara, Economic Sentiment Indicator Uni Eropa bulan April muncul di 110.3, jauh di atas yang diperkirakan di 102.2.

GBP/USD: Sterling Turun Di Dukung Oleh Penguatan Dollar AS

GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.3950, turun dari ketinggiannya. Imbal hasil AS mengalami kenaikan setelah komponen dari GDP AS menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Sementara keprihatinan Irlandia Utara membebani poundsterling.

Federal Reseve AS tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah sambil mengakui kemajuan ekonomi AS yang ditandai juga dengan naiknya inflasi sebagai sesuatu yang bersifat transitory. Bank sentral AS hanya membuat penyesuaian minor terhadap pernyataan yang menyertai laporan FOMC.

Para pembuat kebijakan keuangan di AS ini melihat inflasi dan employment di AS mengalami sedikit kemajuan yang bersifat transitory. Dolar AS semula turun setelah pengumuman FOMC dikeluarkan.

Keadaan berbalik, sentimen pasar terhadap resiko berbalik positip dan “risk-on”, setelah rilis dari data makro ekonomi GDP kuartal pertama  yang bertumbuh sebesar 6.4% menurut perkiraan pendahuluan, mengatasi apa yang diperkirakan pasar.

Para pemain di pasar sedang dalam kondisi bersemangat, walaupun keuntungan di pasar saham terbatas. Laporan klaim pengangguran menunjukkan klaim baru sebanyak 553.000,. sementara itu, yang diperkirakan sebesar 528.000 klaim baru. Meskipun sedikit lebih banyak daripada yang diperkirakan, tetap positif,  karena masih dibawah dari angka 700.000.

Dari sudut Poundsterling, PM Boris Johnson telah kedapatan membuat statement yang tidak sesuai format baku, sementara Brexit tetap membayang-bayangi. Secara keseluruhan fundamental menunjukkan kenaikan Sterling telah menjadi terbatas.

AUD/USD: Aussie Positif Di Tengah Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS 10-Tahun

Pair AUDUSD pada sesi Asia Jumat (30/4/2021) bergerak bullish mendekati  resisten kuat hariannya sebagai kurs berisiko yang merespon pergerakan kuat bursa saham Wall Street semalam. 

Kurs aussie berusaha naik kembali ke posisi tertinggi 5 pekan di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS 10-tahun yang untungkan dolar.

Untuk perdagangan selanjutnya aussie akan merespon data PMI manufaktur dan non manufaktur Cina yang berpengaruh terhadap fundamental ekonomi Australia. Data tersebut diperkirakan menunjukkan data yang kuat.

Kekuatan aussie juga di-support oleh pergerakan kuat di pasar komoditas, dimana komoditas unggulan aussie seperti harga tembaga dan bijih besi  masih bergerak positif dan berada di kisaran tertinggi 1 dekade lebih.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak terbatas di pasar uang Asia setelah rebound dari posisi terendah 2 bulan  sebelumnya. Kekuatan dolar AS di-support oleh pergerakan naik yield obligasi AS 10-tahun ke posisi tertinggi 2 pekan di 1,65%.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Berpotensi Melanjutkan Kenaikan Bila Mampu Tembus 109

Kabinet Jepang pada hari Jumat dilaporkan menyetujui anggaran sebesar JPY 500 miliar ($4.59 miliar) dari cadangan darurat untuk mendukung bisnis yang dihantam oleh pandemi virus corona, penyiar Jepang NHK melaporkan. Anggaran itu akan direncanakan dari JPY 500 miliar dalam dana cadangan terkait virus corona yang telah dialokasikan pemerintah sebagai bagian dari anggarannya untuk tahun fiskal saat ini, outlet media menambahkan. USD/JPY tetap dalam penawaran beli ringan di sekitar 108.7 saat penulisan di tengah sesi Asia Jumat ini. Dengan demikian, pasangan yen mempertahankan momentum positif hari sebelumnya meskipun kesulitan di tengah data dan katalis risiko yang beragam.

Dimulai dengan ekonomi Jepang, Indeks Harga Konsumen (IHK) Tokyo turun di bawah perkiraan -0.2% dan pembacaan sebelumnya ke -0.6% pada bulan April sedangkan IHK Tokyo tidak termasuk Makanan, Energi di 0.0% versus 0.3% yang diperkirkan sebelumnya. Namun, perlu dicatat bahwa IMP Manufaktur Jibun Bank untuk April tumbuh melewati 53.3 konsensus pasar dan angka sebelumnya ke 53.6. Juga di sisi positif adalah pembacaan Tingkat Pengangguran dan Produksi Industri Jepang untuk bulan Maret naik.

Sentimen pasar terasa suram karena S&P 500 Futures dan Nikkei 225 mencetak penurunan ringan sementara yield Treasury AS 10-tahun mempertahankan momentum positif hari sebelumnya. Saat menelusuri sentimen yang membosankan di pasar, kekhawatiran virus covid di India dan informasi terbaru terkait vaksin bergabung dengan tindakan beragam oleh China dan obrolan tentang reflasi dapat dilihat sebagai katalis utama. Selain itu, kondisi virus yang memburuk di Jepang juga berkontribusi pada sentimen negatif. Meskipun sentimen risk-off idealnya mengajukan penawaran beli di bawah yen Jepang, indeks dollar AS (DXY) justru tampaknya mendapat keuntungan dari hal yang sama di tengah data AS optimis baru-baru ini dan harapan stimulus lebih lanjut dari Presiden AS Joe Biden. Ke depan, angka-angka aktivitas resmi China untuk bulan April akan menawarkan arahan langsung untuk pedagang USD/JPY di tengah ekspektasi hasil lemah. Setelah itu, katalis risiko mungkin mencoba untuk menjaga pasar tetap hidup menjelang sesi AS di mana data tingkat kedua yang berkaitan dengan belanja-pendapatan, aktivitas dan perumahan akan menawarkan dorongan baru.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.