DAILY OUTLOOK

4 Mei 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Naik Setelah Pelemahan USD

EUR/USD diperdagangkan di atas 1.2050 disekitar 1.2058, naik dari level terendahnya dengan dollar AS terseret turun oleh karena jatuhnya yields treasury AS. Euro juga mendapatkan keuntungan dari niat Uni Eropa untuk melonggarkan restriksi travel ditengah kemajuan vaksin. Kenaikan EUR/USD bertambah dengan sedikit melambatnya momentum di sektor manufaktur, menurut data terbaru dari Institute for Supply Management (ISM).

ISM mengatakan indeks manufaktur menunjukkan angka di 60.7% untuk bulan April, turun dari angka bulan Maret di 64.7%. Angka ini meleset daripada yang diperkirakan sebesar 65.0%. Pasangan matauang EUR/USD ini mengalamai penurunan pada bulan Maret, lalu berbalik naik pada bulan April, akankah turun lagi pada bulan Mei? Euro mendapatkan keuntungan dari percepatan imunisasi dimana Eropa mempercepat kampanye vaksinnya dan matauang Bersama Eropa mengalami kenaikan karena perkembangan ini.

Namun, kesenjangan ekonomi melebar dan bisa membebani euro/dollar dengan berat. Ekonomi Amerika bertumbuh dengan kecepatan 6.4% pertahun di dalam tiga bulan pertama dari 2021, kurang lebih sama dengan 1.6% per kuartal. Dari Eropa, optimisme mengenai pemulihan zona euro sebagaimana yang terefleksi dari rilis PMI manufaktur final oleh market kebanyakan telah masuk dalam perhitungan harga.

Apakah inflasi di AS sedang datang? Treasury Secretary Janet Yellen menolak keprihatinan investor bahwa rencana belanja Biden akan bisa memicu kenaikan harga dengan cepat. Dia menggemakan perkataan Jerome Powell, yang sedang berusaha habis-habisan untuk menjelaskan kenapa inflasi AS sekarang ini hanya bersifat transitory. Namun, koleganya Robert Kaplan, Presiden dari the Fed Dallas menginginkan agar bank sentral AS mengurangi skema pembelian obligasi dari the Fed segera. Secara keseluruhan euro/dollar memiliki fundamental untuk turun.

GBP/USD: Pounds Naik Akibat Optimisme Vaksin Serta Pelemahan US Dollar

GBP/USD diperdagangkan diatas 1.39 disekitar 13911, naik signifikan, ditengah membaiknya sentimen pasar dan setelah PM Inggris Johnson mengatakan bahwa negara Inggris sedang dalam arah yang benar untuk membuka aktifitas ekonomi sepenuhnya pada tanggal 21 Juni. PMI manufaktur ISM AS meleset dari yang diperkirakan.

Yields treasury AS, khususnya imbal hasil dari obligasi benchmark 10 tahun turun dan menyeret dollar AS turun.

Kenaikan GBP/USD bertambah dengan sedikit melambatnya momentum di sektor manufaktur, menurut data terbaru dari Institute for Supply Management (ISM).

ISM mengatakan indeks manufaktur menunjukkan angka di 60.7% untuk bulan April, turun dari angka bulan Maret di 64.7%. Angka ini meleset daripada yang diperkirakan sebesar 65.0%.

Sementara itu Inggris terus diuntungkan dengan usaha imunisasi meskipun sudah masuk dalam perhitungan. Secara keseluruhan, dollar memiliki ruang untuk meneruskan keuntungannya sementara poundsterling kemungkinan berada dibawah tekanan.

AUD/USD: Aussie Tertekan Di Tengah Data Perdagangan Australia Yang Suram

Pair AUDUSD pada sesi Asia Selasa (4/5/2021) retreat dari gain sesi sebelumnya  sebagai kurs aset berisiko.  Kurs aussie terkoreksi oleh pergerakan kuat dolar AS menjelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral Australia (RBA)

Bank sentral Australia diperkirakan tidak mengubah kebijakan yang telah disampaikannya tahun ini, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil sampai terlihat inflasi yang persisten, bersama dengan pasar tenaga kerja yang lebih kuat. Imbal hasil obligasi lokal 10-tahun berada di 1,704%, sementara yield obligasi  AS 10-tahun berada di 1,605%.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak terbatas di pasar uang Asia setelah terkoreksi perdagangan sebelumnya oleh turunnya yield obligasi AS. Dolar AS bergerak naik sebagai kurs safe haven yang merespon pelemahan perdagangan aset risiko.

AUD/USD tetap dalam kondisi bearish, menghentikan langkah pemulihan hari sebelumnya, menjelang RBA. Sementara konsolidasi dalam sentimen pasar dan angka perdagangan Australia yang suram untuk bulan Maret dapat ditelusuri ke penurunan terbaru pasangan ini, harapan akan komentar bijaksana dari pembuat kebijakan RBA, di tengah inflasi yang lamban, tampaknya juga membebani AUD/USD. Selanjutnya, penundaan aksi pembelian obligasi di masa mendatang merupakan hal yang dapat mengguncang AUD/USD. Juga di baris yang sama dapat dipertahankan dukungan untuk kebijakan uang yang mudah. Atau, RBA kemungkinan akan menjadi non-event dan dapat membuat pasangan AUD tetap berat di sekitar pertengahan 0,77000.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Turun Akibat Peningkatan Kasus Virus Corona

Pair USDJPY pada sesi Asia hari Selasa (4/5/2021) rebound  ke posisi resisten  hariannya setelah terkoreksi dari rally sebelumnya. Pair menguat oleh pergerakan kuat dolar AS dan pelemahan fundamental yen. Yen terkoreksi oleh kenaikan kasus covid-19.

Pemerintah Jepang melaporkan 5.900 kasus virus corona baru karena Tokyo dan prefektur barat Osaka, Kyoto, dan Hyogo tetap berada dalam keadaan darurat hingga 11 Mei. Dalam data lokal, IMP Manufaktur au Jibun Bank Jepang naik menjadi 53,6 pada bulan April, pertumbuhan bulan ke-3 berturut-turut dan terkuat sejak April 2018, sedangkan indeks kepercayaan konsumen turun 1,4 poin dari bulan sebelumnya menjadi 34,7.

Produksi industri juga secara tak terduga naik 2,2% per bulan di bulan Maret, dengan mudah mengalahkan perkiraan pasar yang turun 2%. Sementara itu, pasar saham Jepang tetap tutup untuk hari libur umum.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak koreksi di pasar uang Asia setelah melonjak ke tetringgi sepekan pada akhir pekan lalu. Tekanan dolar AS dipicu oleh pergerakan turun yield obligasi AS 10-tahun dan lemahnya aset safe haven.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.