DAILY OUTLOOK

10 Mei 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Capai 1.21 Saat Laporan NFP AS Mengecewakan

Bervariasinya data ekonomi AS dan menurunnya ekspektasi untuk kenaikan tingkat bunga di AS memicu minat terhadap resiko sampai kepada akhir minggu lalu. EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.2160, berhasil mengambil kembali kerugian yang dialami dari minggu sebelumnya dan melewati ketinggian bulanan di 1.2150. Laporan NFP AS yang sangat mengecewakan telah memicu aksi jual dollar AS pada akhir minggu lalu, dengan angka yang keluar mengkonfirmasi sikap Federal Reserve yang mau mempertahankan tingkat bunga rendah lebih lama lagi.

Sebelumnya anggota yang memiliki suara di Federal Reserve AS juga mengulangi pesan dari kepala the Fed, Jerome Powell bahwa inflasi bisa mengalami kenaikan pada bulan-bulan yang akan datang, namun kenaikannya akan bersifat sementara dan tidak akan memicu kepanikan, tidak juga akan membuat the Fed terpaksa mengubah kebijakan ultra longgarnya yang berlaku sekarang ini. Wall Street mengalami rally dengan DJIA mencetak rekor ketinggia, sementara yields treasury AS mengalami penurunan jauh dibawah puncak yang dicapai pada awal April.

Minat beli di sekitar mata uang tunggal tetap baik dan sehat di akhir minggu dan mendorong EUR/USD kembali di atas rintangan 1,2100 setelah NFP AS. EUR/USD sekarang menargetkan 1,2150. EUR/USD mempertahankan sikap positif pada hari Jumat setelah ekonomi AS menciptakan 266 ribu pekerjaan selama bulan April, (sangat) meleset dari ekspektasi hampir 980 ribu pekerjaan. Pembacaan bulan Maret direvisi menjadi 770 ribu (dari 916 ribu).

Data lebih lanjut menunjukkan tingkat pengangguran juga mengejutkan secara negatifnya setelah naik ke 6,1% (dari 6,0%) dan Penghasilan Per Jam Rata-Rata yang penting – proksi untuk inflasi melalui upah – naik 0,7% MoM dan naik 0,3% selama dua belas bulan terakhir. Pengukur utama lainnya, Tingkat Partisipasi, sedikit membaik ke 61,7% (dari 61,5%).

EURUSD dengan cepat bergerak di atas rintangan 1,2100 sebagai tanggapan terhadap pullback tajam dolar bersama dengan yield AS, dengan note 10-tahun melayang di sekitar level 1,50%.

GBP/USD: Pounds Berpotensi Naik Lebih Besar Daripada Turun

Kebijakan moneter dari Bank of England (BoE) telah mendorong naik poundsterling, sementara keprihatinan akan rintangan di dalam perjalanan ekonomi AS telah membuat dollar AS tertekan. GBP/USD terus mengalami kenaikan dan berhasil melewati level resistance kunci di 1.39 dan menyentuh 1.3988. Dari sisi Sterling, kenaikan GBP/USD disebabkan kondusifnya kondisi pemilihan umum lokal dan regional di Inggris dengan kemenangan kaum Konservatif dan pengumuman mengenai kebijakan moneter BoE pada hari Kamis minggu lalu. Dari sisi USD, indeks dolar AS turun signifikan karena keluarnya laporan NFP yang sangat buruk, jauh dibawah daripada yang diperkirakan.

Gubernur BoE Andrew Bailey menyangkal bahwa perlambatan pembelian obligasi merupakan perubahan di dalam kebijakan moneter. Bank of England tetap mempertahankan tingkat suku bunganya tidak berubah di 0.1% sebagaimana yang telah diperkirakan. Namun selain memperlambat pembelian obligasi, bank sentral Inggris ini menaikkan outlook pertumbuhan ekonomi Inggris tahunan dari 5% menjadi 7.25%, karena kesuksesan kampanye vaksin, pembukaan kembali kegiatan ekonomi, dan juga stimulus AS telah mendorong ekonomi Inggris naik. Pengurangan pembelian obligasi dan peningkatan outlook ekonomi Inggris ini memberikan dorongan naik terhadap Poundsterling.

Minggu ini, di Inggris masih berlangsung pemilihan umum local dan regional. Apakah Skotlandia akan berusaha untuk membuat referendum kemerdekaan yang baru? Jika ini terjadi, hal ini akan membebani poundsterling. Inggris melanjutkan perjalanan panjangnya untuk keluar dari krisis virus corona dengan optimis sementara vaksinisasi terus berlangsung dengan kecepatan yang penuh yang bisa membuat poundsterling mengalami kenaikan.

Gubernur Bailey akan berbicara pada hari Kamis, suatu kesempatan untuk kembali menggerakkan Poundsterling. Setiap komentar mengenai kebijalan moneter selanjutnya, khususnya pengurangan pembelian obligasi bisa mendorong naik Sterling. Namun sebaliknya, apabila tetap memaksakan bertahan kepada kebijakan moneter saat ini yang tetap sangat akomodatif akan menekan Poundsterling.

AUD/USD: Aussie Capai Level Tertinggi Sejak 18 Maret

Pasangan AUD/USD menguat tajam setelah terjadi aksi beli agresif selama awal sesi Amerika Utara dan melompat ke level tertinggi sejak 18 Maret, di sekitar wilayah 0,7835 dalam satu jam terakhir.

Laporan tenaga kerja bulanan AS untuk April meleset dari ekspektasi pasar dengan margin besar dan memicu sell-off dolar AS yang berbasis luas. Itu dipandang sebagai faktor utama yang memberikan dorongan kuat untuk pasangan AUD/USD.

Terlepas dari itu, sentimen bullish lebih jauh menguntungkan dolar Australia yang dianggap lebih berisiko dan tetap mendukung pergerakan positif.

Terlepas dari kombinasi faktor-faktor pendukung, pasangan AUD/USD kesulitan untuk memanfaatkan momentum atau menemukan penerimaan di atas penghalang horizontal 0,7815-20 dan dengan cepat mundur beberapa pips dari swing highs harian.

Pullback membenarkan beberapa kehati-hatian sebelum mengkonfirmasi penembusan bullish jangka pendek dan pemosisian diri untuk apresiasi lebih lanjut.

Sementara itu, indikator-indikator teknikal pada grafik harian masih mempertahankan bias bullish dan masih jauh dari berada dalam teritori overbought. Itu, pada gilirannya, mendukung prospek untuk akhirnya menembus penghalang yang disebutkan dan memperpanjang pemantulan solid minggu ini dari wilayah 0,7675, atau terendah 14 April yang disentuh sebelumnya pekan ini pada hari Selasa.

USD/CHF

USD/JPY: Runtuh Ke 108.328 Setelah Laporan Non-Farm Payrolls Dari Amerika

Menyusul sell-off tajam ke wilayah 108,30, USD/JPY berhasil mendapatkan kembali ketenangan ke area 108,70, karena investor terus mencerna Payroll April yang buruk.

USD/JPY sekarang surut untuk sesi ketiga berturut-turut sebagai tanggapan terhadap kemunduran kuat dolar dan pullback yang dalam pada yield AS setelah Payrolls AS April.

Memang, spot sempat menguji terendah mingguan di dekat 108,30 setelah NFP AS mengejutkan secara negatif pada bulan April, menunjukkan ekonomi menambahkan 266 ribu pekerjaan (vs ekspektasi 978 ribu) dan tingkat pengangguran bergerak lebih tinggi ke 6,1% (dari 6,05).

Catatan buruk dari laporan pasar tenaga kerja (sangat) meredam potensi overheating narasi ekonomi serta prospek inflasi lebih tinggi di bulan-bulan mendatang. Namun demikian, yield benchmark 10-tahun AS anjlok ke wilayah di bawah 1,50% segera setelah rilis, level-level yang terakhir terlihat pada awal Maret.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.