Daily Outlook 7 Januari 2021

EUR/USD: Naik ke Arah 1.2350 Dengan Hasil Georgia

EUR/USD naik ke arah 1.2350, disekitar 1.2340, tertinggi sejak 2018 dengan dolar AS terus jatuh. Demokrat memimpin di dalam pemungutan suara memperebutkan kursi Senat di Georgia, membuka pintu terhadap lebih banyak stimulus fiskal. Dolar AS mengalami penurunan meskipun imbal hasil obligasi AS mengalami kenaikan.

Dolar AS yang safe-haven mengalami aksi jual dengan Demokrat memimpin di dalam perebutan kekuasaan di Senat yang memungkinkan dikeluarkannya lebih banyak stimulus fiskal ke depannya. Namun turunnya dolar AS tertahan oleh karena naiknya imbal hasil treasury AS dimana imbal hasil obligasi pemerintah AS yang berjangka 10 tahun berhasil melampaui 1%, membuat dolar AS menjadi lebih menarik.

Korban kematian dan kasus baru dari coronavirus terus mengalami peningkatan di bagian utara Eropa. Jerman memperpanjang lockdown secara nasionalnya sampai akhir dari bulan Januari. Amerika Serikat melaporkan hampir 4000 kematian pada hari Senin. Selain itu, saintis Inggris mengkuatirkan varian baru Covid – 19 di Afrika Selatan resistan terhadap vaksin.

European Medicines Agency bersiap menyetujui penggunaan vaksin dari Moderna. Saat ini “bottleneck” ada pada pendistribusian vaksin dibandingkan dengan kemacetan dari regulator. Para pembuat kebijakan, baik di Amerika Serikat maupun di Eropa sedang ditekan untuk mempercepat kampanye vaksin mereka, dengan mencontoh Israel.

Vaksinisasi di Amerika Serikat baru mencapai sekitar 1.5% dari populasi, Jerman baru sekitar 0.4% sementara Israel sudah mencapai 15%.

PMI jasa final di Eropa mengkonfirmasi bahwa sektor jasa yang terpukul oleh Covid – 19 terus mengalami kontraksi. CPI pendahuluan Perancis muncul di 0.2%, lebih buruk daripada yang diperkirakan.

Secara keseluruhan, sementara dolar AS mendapatkan keuntungan dari naiknya imbal hasil, komitmen dari the Fed untuk bertindak, harapan akan vaksin dan kemungkinan data yang buruk bisa mendorong pasangan mata uang ini naik.

ANALISA TEKNIKAL

Kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.23611 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.23966 dan kemudian 1.24802.

Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.22775 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.22294 dan kemudian 1.21458.

GBP/USD

GBP/USD: Turun Menjelang Pidato Johnson

TINJAUAN FUNDAMENTAL

GBP/USD: Tumbang Ke Bawah 1.36 Karena Naiknya USD

GBP/USD diperdagangkan turun ke bawah 1.36, melepaskan keuntungannya, dengan naiknya kembali USD, setelah sebelumnya Dolar AS sempat tertekan turun dengan nominasi partai Demokrat memimpin atas nominasi partai Republikan dalam pemilihan anggota Senat di Georgia, sekalipun kemenangan terlihat berbau kecurangan yang pekat. Prospek akan dikeluarkannya paket stimulus multi-triliun yang baru yang akan membuat uang mengalir lebih banyak ke ekonomi AS dan global sehingga membuat dolar AS yang safe-haven semakin tidak diperlukan.

Situasi di Inggris mencekam. Rumah sakit penuh dengan pasien Covid – 19. Statistik yang mengkuatirkan di Inggris membuat Inggris memasuki lockdown yang sangat keras dan pasar mendapatkan suntikan dana bantuan dari Treasury Inggris sudah tidak cukup.

Selain itu, distribusi vaksin kemajuannya lambat. Sementara Inggris lebih dulu melakukan vaksinisasi dibandingkan dengan negara – negara Eropa lainnya, distribusi vaksin baru mencapai 1.5% dari jumlah penduduk Inggris dan kemungkinan juga tidak bisa mengejar ketinggal distribusi dalam dua minggu yang akan datang. Pemerintah mentargetkan 13 juta orang menerima vaksin pada pertengahan Februari dan sampai sekarang baru 1,3 juta yang menerima suntikan pertama.

Kecuali kasus Covid – 19 turun dan vaksinisasi dipercepat, Sterling akan harus berjuang untuk mempertahankan keuntungannya. Lebih buruknya ada perkiraan bahwa di Afrika Selatan varian baru ini kebal terhadap vaksin.

ANALISA TEKNIKAL

Secara keseluruhan kenaikan Sterling mengalami rintangan dengan “resistance” terdekat menunggu di 1.36599 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.36942 dan kemudian 1.37817.

Sementara “support” terdekat menunggu di 1.35724 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.35192 dan kemudian 1.34317.

AUD/USD

TINJAUAN FUNDAMENTAL

Mata uang Dolar Australia naik menjadi lebih tinggi berhadapan melawan Dolar AS di sesi Asia hari Rabu (6/1). Kenaikan Dolar Australia mampu membawa AUDUSD untuk terbang menghapuskan beberapa penurunan yang terjadi sebelumnya. Katalis pendukung aksi bullish adalah laporan terbaru mengenai vaksin dan harapan dana stimulus yang terus terbuka lebar.

Saat ini pasangan AUDUSD bergerak di sekitar nilai tukar 0,77975 atau mewakili kenaikan sebesar 0,25%. Dolar Australia naik membawa pasangan bangkit dari titik terendah sebelumnya yang dicatatkan hari Senin pada 0,76420.

Katalis pendukung aksi bullish adalah laporan dua vaksin mRNA yang menampilkan hasil efektivitas yang sampai 95%. Kemudian otoritas obat dan makanan dari AS mengatakan bahwa pembicaraan jadwal vaksinasi itu tidak pasti dan tidak didasarkan pada bukti yang ada. Sehingga vaksinasi tetap pada rencana awal.

Goldman Sachs sendiri memprediksi jika ada dana stimulus ekonomi AS yang lebih banyak  maka Dolar AS bisa melemah. Sesuai dengan laporan sebelumnya bahwa Senat AS tampak berhasil dikendalikan oleh Demokrat.

Walaupun Dolar Australia naik untuk saat ini, ancaman penghindaran risiko masih ada dan sangat jelas. mengingat pemerintah Inggris memutuskan untuk memberlakukan pembatasan 3 atau Tier 4. Kemudian pemerintah Jepang juga melarang adanya warga Asing yang masuk setelah pada Minggu kemarin dilaporkan penambahan kasus yang besar.

ANALISA TEKNIKAL

USD/CHF

USD/JPY

TINJAUAN FUNDAMENTAL

Di sesi awal Asia hari Rabu (6/1), dua mata uang yaitu Dolar AS dan Yen Jepang tampak saling tarik ulur. Keduanya menyebabkan pergerakan USDJPY hari ini stabil tanpa menampilkan kejelasan arah. Pasangan bergerak di sekitar nilai tukar 103,10 sampai 103,15 dan terus berusaha mencari arah.

Sementara itu pada hari Senin kemarin, Yen Jepang sempat mendominasi pergerakan ketika penghindaran risiko menguat. Dominasi Yen Jepang itu telah menyeret pasangan terjun sampai ke lembah terendah dalam 10 bulan terakhir. Namun pada akhirnya menjelang penutupan hari Senin, pasangan kembali naik dan stabil di pembukaan hari Selasa.

Dukungan penurunan USDJPY hari ini datang ketika para pelaku pasar dan investor sangat khawatir dengan perkembangan virus Corona. Selain itu para pelaku pasar dan investor kemarin tampak berhati-hati mendekati pemilihan umum di Georgia AS. Bersama dukungan itu, Dolar AS juga tampak berusaha memulihkan diri dan membawa USDJPY menjadi bangkit lebih tinggi.

Untuk pergerakan USDJPY hari ini ada beberapa dukungan yang bisa membawanya turun kembali. Salah satunya seperti langkah pemerintah Inggris menerapkan lockdown Tier 4 setelah lonjakan kasus yang besar. Kondisi semakin diperburuk ketika John Bell, seorang profesor kedokteran dari Oxford mengatakan mutasi Corona bukan dari Inggris, tapi dari Afrika Selatan dan kebal vaksin.

Selain itu, pemerintah Jepang tampaknya akan melarang warga asing untuk masuk karena lonjakan kasus beberapa hari ini. berita mengenai peluang stimulus AS yang bisa lebih besar juga mampu memaksa Dolar AS menjadi lebih rendah.

Walaupun ada kabar baik mengenai vaksin virus Corona dimana dua mRNA mampu menampilkan tingkat efektivitas yang mencapai 95%. Beberapa komentar terbaru dari FDA AS juga mendorong optimisme pasar untuk pemulihan ekonomi AS. 

ANALISA TEKNIKAL