DAILY OUTLOOK

29 JANUARY 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: Naik Namun Masih Berpeluang Turun.

EUR/USD berhasil mengambil kembali kerugiannya dengan melompat ke arah 1.2150, disekitar 1.2135. karena dolar AS turun setelah GDP AS merefleksikan kelemahan di perekonomian AS. Departemen Perdagangan AS melaporkan GDP AS kuartal keempat bertambah 4% yang dibawah daripada yang diperkirakan sebesar 4.2%.

Disisi lain, pertikaian Uni Eropa dengan AstraZeneca dan intervensi verbal dari ECB membebani euro. EUR/USD kemungkinan masih bisa berbalik turun.

Suramnya pasar tidak berhasil diatasi oleh komentar dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell. Jika Powell saja tidak bisa membalikkan sentimen pasar yang negatip menjadi positip, maka akan ada ruang untuk keengganan terhadap resiko di pasar, paling tidak untuk saat ini.

Di sisi lain, anggota ECB Klass Knot secara eksplisit mengeluhkan mengenai nilai euro yang ketinggian, dan menambahkan bahwa ECB punya alat untuk menekannya. Laporan selanjutnya mengatakan bahwa ECB bisa saja memangkas lagi tingkat suku bunganya. Hal ini membebani euro.

Sebagian wilayah Spanyol sudah kekurangan vaksin. Penundaan dari Pfizer/BioNTech diikuti dengan penundaan dari AstraZeneca sehingga merusak pemulihan ekonomi. Brusel memberikan isyarat bisa membawa AstraZeneca ke pengadilan karena penundaannya.

GBP/USD: Naik Karena Membaiknya Pasar & Turunnya USD

GBP/USD naik ke atas 1.37, disekitar 1.3725, dengan membaiknya sentimen pasar dan melemahnya dolar AS karena memburuknya GDP AS.

Departemen Perdagangan AS melaporkan GDP AS kuartal keempat bertambah 4% yang dibawah daripada yang diperkirakan sebesar 4.2%.  Uni Eropa menuntut vaksin corona Inggris dari AstraZeneca.

Dengan kurangnya vaksin Virus Corona di dalam negeri, Uni Eropa menuntut Inggris untuk menutup kekurangan dari perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca.

Treasury AS telah menunda larangan atas investasi orang – orang Amerika Serikat di dalam perusahaan yang punya hubungan dengan militer Cina.

Sentimen pasar membaik juga dari petunjuk yang diberikan oleh Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell yang optimis meskipun dalam kehati-hatian.

Akibatnya S&P 500 berjangka bangkit kembali sementara saham – saham di Asia Pasific mengikuti benchmark di Wall Street mengalami kerugian awal.

Kedepannya ketegangan antara Brusel dan London karena masalah vaksin bisa membuat pasangan matauang GBP/USD tetap tertekan menjelang pengumuman angka GDP AS yang diperkirakan muncul di 3.9% dibandingkan dengan angka sebelumnya di 33.4%. Berita – berita Covid, vaksin dan stimulus AS akan terus diperhatikan pasar.

AUD/USD: Aussie turun dampak dari penguatan USD karena sentimen risiko membaik dan klaim penggangguran berkurang.

Pair AUDUSD pada sesi Asia Jumat (29/1/2021) yang dibuka lebih kuat dari posisi penutupan sesi sebelumnya, bergerak bearish oleh laju kuat dolar AS.  Kekuatan pair awal sesi di-support oleh lonjakan kuat bursa saham Eropa dan juga Wall Street semalam.

Terdapat laporan ekonomi kenaikan indeks harga produsen permintaan akhir di Australia,  naik 0,5 persen kuartal ke kuartal dalam tiga bulan hingga Desember 2020, setelah naik 0,4 persen di periode sebelumnya. Ini adalah kenaikan indeks kuartal kedua berturut-turut dan pembacaan tertinggi dalam dua tahun, karena ekonomi pulih lebih jauh dari tekanan virus corona.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat  di awal pasar uang Asia  setelah  terkoreksi tipis sesi sebelumnya. Dolar AS  mendapat tekanan dari optimisme laporan PDB dan klaim pengangguran yang tinggikan bursa saham Wall Street.

USD/CHF

USD/JPY

Yen pada sesi Asia Jumat (29/1/2021) yang dibuka lebih tinggi dari posisi penutupan sesi sebelumnya melaju dengan kuat merespon lonjakan perdagangan bursa saham Eropa dan juga Wall Street semalam. Kekuatan Yen masih disupport oleh laju dolar AS.

Yen Jepang tertekan terhadap dolar pada sesi Asia oleh laporan produksi industri yang menunjukkam kontraksi lebih dalam dari periode sebelumnya. Produksi industri Jepang anjlok 1,6% pada periode bulan Desember 2020 setelah periode sebelumnya hanya kontraksi 0,5%.

Namun terdapat laporan ekonomi positif seperti pulihnya indeks harga konsumen Tokyo, dari kontraksi 0,9% naik ke 0,4% pada periode Desember 2020. Demikian juga data tingkat pengangguran sama dengan periode bulan sebelumnya di 2,9%.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat  di awal pasar uang Asia  setelah  terkoreksi tipis sesi sebelumnya. Dolar AS  mendapat tekanan dari optimisme laporan PDB dan klaim pengangguran yang tinggikan bursa saham Wall Street.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.