DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

26 JANUARY 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD Kenaikan Karena Harapan Stimulus AS Hilang Karena Naiknya USD

Harga emas berjangka semula diperdagangkan menguat pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Senin. Pergerakan naik harga emas telah berhenti dan stabil dan pada saat sedang menunggu katalisator berikutnya untuk menembus rentang pergerakan harga jangka pendek, tiba – tiba dolar AS berbalik menguat menjelang pidatonya Biden, menyebabkan harga emas berbalik turun

Emas berjangka kontrak bulan Februari diperdagangkan turun $6.20 pada $1,850.50 per ons.

Pasar saham global mendatar dengan kebanyakan cenderung menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham mengarah sedikit naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Minggu ini adalah minggu yang sibuk, dimulai dengan pertemuan Federal Reserve’ Open Market Committee (FOMC) selama dua hari yang dimulai dari sejak hari Selasa pagi dan selesai Rabu sore waktu Amerika Serikat dengan hasil berupa pernyataan dan setelah itu konferensi pers oleh Gubernur the Fed Jerome Powell.

Perhatian pasar berada pada usaha pemerintahan Biden yang mendorong Kongres untuk menyetujui paket stimulus senilai $1.9 triliun untuk orang Amerika dan para pebisnis AS. Sementara Republikan keberatan dengan besarnya jumlah paket.

Hal kunci diluar pasar metal berharga adalah sedikit naiknya indeks dolar AS sementara harga minyak mentah berjangka Nymex sedikit turun dan diperdagangkan disekitar $52.15 per barel. Imbal hasil surat berharga treasury AS berada pada level 1.10%.

Dolar, di sisi lain, tergelincir ke level terendah satu minggu terhadap rival utama, membuat bullion dalam denominasi greenback lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

Support & Resistance Levels for GOLD (XAUUSD) in H4 Time Frame (Update Jan 26th, 2021)
Technical Analysis XAUUSD in H4 Time Frame (26 Jan 2021)
Technical Analysis XAUUSD (Daily Chart) Update 26 Jan 2021

OIL (CLR) Kenaikan Sebentar Berubah Menjadi Penurunan.

Harga minyak berjangka benchmark Amerika di Nymex, WTI, semula memperpanjang kenaikannya dari penurunan sebentar ke $52, kembali ke arah $53.

Kenaikan harga minyak ini disebabkan membaiknya sentimen terhadap resiko sehingga mengakibatkan penurunan dolar AS, sebagai akibat meningkatnya kemungkinan rencana stimulus fiskal AS senilai $1.9 triliun akan mendapatkan lampu hijau dari Kongres.

Namun, kenaikan ini tidak dapat bertahan, dengan pasar terus memikirkan dampak dari lockdown secara global yang disebabkan oleh varian baru Covid, terhadap prospek pemulihan permintaan minyak global.

Terlebih lagi terjadi kenaikan jumlah penyulingan AS sebanyak 2 menjadi 387 dan meningkatnya persediaan minyak mentah AS menyebabkan keprihatinan terhadap pergerakan naik harga minyak.

Data terbaru yang dirilis oleh Energy Administration Information (EIA) pada hari Kamis minggu lalu menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik sebanyak 4.4 juta barel dibandingkan dengan yang diperkirakan penurunan sebanyak 1.2 juta barel.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.