DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

28 JANUARY 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD Emas Turun Karena Menguatnya USD

Harga emas berjangka turun pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat sebagian disebabkan karena naiknya indeks dolar AS. Para trader “futures” jangka pendek awalnya ikut menekan harga emas kebawah menuju ke $1,830.00 sebelum akhirnya berbalik membeli dari harga dibawah sehingga harga emas berbalik naik sedikit. Emas berjangka kontrak bulan Februari diperdagangkan turun $6.20 ke $1,846.70 per ons.

Pasar saham global mendatar bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Jika harga saham mengalami aksi jual maka permintaan safe-haven terhadap emas bisa muncul kembali. Pasar saham AS sangat volatile dengan ekonomi yang dipenuhi oleh uang mudah dari Federal Reserve.

Pasar menantikan hasil FOMC dan pernyataan dari Jeremy Powell dalam konferensi persnya. Powell tercatat dalam sejarah dengan komentarnya yang tidak terduga yang bisa menggetarkan pasar.

Pembicaraan diantara trader dan broker di pasar mengatakan bahwa Cina sedang mengalami kekurangan pangan yang serius yang ditandai dengan pembelian gandum besar – besaran dari Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan sebelumnya diantara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Selain itu juga ada laporan bahwa kasus virus corona di Cina sedang mengalami peningkatan di beberapa lokasi. Kedua berita yang negatip ini bisa mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Cina.

OIL (CLR) Minyak Naik Karena Turunnya Persediaan Minyak Swasta

Harga minyak mentah berjangka bench mark Amerika WTI, naik ke atas $53, setelah adanya laporan persediaan minyak mentah swasta AS turun. Dorongan naik disebabkan juga oleh harapan akan pemulihan global ekonomi dan berita – berita baik dari vaksin Virus Corona.

Laporan stok minyak mentah mingguan yang terbaru dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan sebanyak 5.272.000 barel dibandingkan dengan sebelumnya dimana terjadi kenaikan sebanyak 2.562.000 barel. Ditambah lagi dengan kemungkinan penurunan “supply” minyak dari Irak menekan harga minyak WTI.

Kenaikan harga minyak mentah disebabkan juga oleh karena membaiknya optimisme ekonomi karena International Monetary Fund (IMF) merevisi perkiraannya mengenai pertumbuhan ekonomi global dari sebelumnya 5.2% pada publikasi bulan Oktober tahun lalu, menjadi 5.5%.

Isyarat dari ECB yang berencana menginvestigasi nilai tukar dari pasangan matauang EUR/USD juga mendukung kenaikan harga minyak WTI.

Pasar juga menyambut gembira harapan yang kuat mengenai vaksin sehingga mengabaikan penundaan stimulus fiskal AS yang baru.

Kenaikan harga minyak lebih lanjut tertunda oleh menguatnya dolar AS jelang keputusan FOMC Federal Reserve.

Minyak naik menuju $ 53 per barel setelah laporan industri menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS, menambah tanda-tanda berkurangnya pasokan.

Kontrak berjangka di New York naik tipis setelah turun 0,3% pada hari Selasa. Institut Petroleum Amerika melaporkan persediaan minyak mentah turun 5,27 juta barel pekan lalu, menurut orang yang mengetahui. Itu akan menjadi hasil imbang keenam dalam tujuh pekan jika dikonfirmasi oleh angka pemerintah pada Rabu.

Jangka waktu cepat untuk patokan AS dan Brent global berada dalam struktur pasar yang bullish dan kuat, menunjukkan menyusutnya pasokan.

Irak dan Arab Saudi memangkas produksi, ekspor dari Rusia yang akan menyusut pada bulan depan dan pengiriman Libya dipengaruhi oleh kekhawatiran internal.

Harga minyak telah melonjak hampir 50% sejak akhir Oktober tetapi reli telah goyah baru-baru ini di tengah kekhawatiran tentang prospek permintaan jangka pendek karena pandemi Virus Corona.

China menghadapi wabah yang muncul kembali, ada kekhawatiran tentang varian virus dan Inggris menjadi negara pertama di Eropa dengan 100.000 kematian.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik 0,3% ke level $ 52,77 per barel di New York Mercantile Exchange pada 7:43 pagi waktu Singapura setelah kehilangan 16 sen pada hari Selasa.

Brent untuk pengiriman Maret naik 3 sen menjadi ditutup pada $ 55,91 di bursa ICE Futures Europe pada hari Selasa.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.