DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

29 JANUARY 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD Naik Karena Permintaan Safe-Haven

Harga emas rally pada awal perdagangan sesi AS, menghapus kerugian dalam perdagangan semalam. Kelihatannya pemintaan safe-haven terhadap emas muncul kembali ditengah pembicaraan yang meningkat dan spekulasi mengenai apa yang bisa terjadi kepada para “short-sellers” di dalam pasar saham AS.

Para Hedge Fund Manager yang melakukan short sell saham AS dihantui kerugian karena naiknya saham Game Stop tanpa terduga, dan membeli emas sebagai lindung nilai terhadap ancaman kerugian di posisi saham mereka.

Emas berjangka kontrak bulan Februari diperdagangkan naik $13.50 ke $1,858.40 per ons.

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai dan menghapus kerugian dalam perdagangan semalam. Sentimen terhadap resiko para trade dan investor sedikit berkurang pada minggu ini. Jika indeks saham AS terus mengalami aksi jual pada akhir minggu ini, kemungkinan puncaknya pasar sudah terjadi.

Semakin banyak pengamat pasar menganggap pasar saham AS telah menjadi sangat bergejolak dengan banyaknya uang beredar akibat kebijakan uang mudah dari Federal Reserve.

Sementara World Gold Council melaporkan permintaan global emas jatuh ke level terendah dalam 13 tahun selama kuartal keempat tahun 2020. Pembelian perhiasan emas juga melemah selama pandemik. Dari luar pasar metal, indeks dolar AS melemah.

Departemen tenaga kerja AS mengatakan bahwa klaim pengangguran mingguan AS turun sebanyak 67.000 menjadi 847.000 dari minggu sebelumnya di 914.000. Angka ini lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 880.000.

Sementara departemen perdagangan AS melaporkan GDP AS kuartal keempat bertambah 4% yang dibawah daripada yang diperkirakan sebesar 4.2%.

OIL (CLR) Minyak Merosot Akibat Penyebaran Varian Baru Virus Corona

Minyak merosot di Asia karena penyebaran varian baru virus corona dan lockdown meningkatkan kekhawatiran tentang pemulihan permintaan jangka pendek.

Kontrak berjangka di New York turun 0,2% setelah mengalami kerugian terbesar dalam hampir seminggu terakhir pada hari Kamis. Varian virus corona yang diidentifikasi di Afrika Selatan telah meluas ke AS tepat ketika Uni Eropa akan memperketat aturan tentang ekspor vaksin. Perintah tinggal di rumah untuk melawan penyebaran wabah telah menekan sektor perjalanan dan mengurangi konsumsi bahan bakar dari China ke Los Angeles.

Permintaan diesel di India, bahan bakar yang paling banyak digunakan di negara itu, juga berjuang untuk menghilangkan pengaruh pandemi yang melumpuhkan. Perlambatan merangkak kembali ke tingkat sebelum virus diperkirakan akan membebani importir minyak terbesar ketiga di dunia.

Minyak telah berjuang untuk bertahan di atas $ 53 per barel setelah reli sejak akhir Oktober menyusul serangkaian terobosan vaksin dan Arab Saudi berjanji untuk memperdalam pengurangan produksi. Virus yang bangkit kembali dan penguncian berulang dari Asia ke Eropa membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun 10 sen ke level $ 52,24 per barel di New York Mercantile Exchange pada 7:52 pagi waktu Singapura setelah turun 1% pada hari Kamis.

Brent untuk pengiriman Maret turun 0,5% menjadi ditutup pada $ 55,53 di bursa ICE Futures Europe pada hari Kamis.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.