DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

  • by

10 FEBRUARI 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Naik Karena Turunnya Saham & US Dollar

Harga emas berjangka menguat pada awal perdagangan AS hari Selasa, dengan melemahnya indeks dollar AS dan berhentinya rally di pasar saham sehingga memberikan kekuatan bagi kenaikan metal berharga. Selain itu juga ada pembelian yang berdasarkan analisa grafik tehnikal dari para tader futures yang bermain secara jangka pendek, dengan postur tehnikal metal berharga sedikit membaik.

Emas berjangka kontrak bulan April naik $8.70 di $1,842.90 per ons. Sementara perak Comex bulan Maret naik $0.094 di $27.665 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Kenaikan pasar saham AS mengalami perhentian sejenak pada hari Selasa namun sentimen terhadap resiko tetap baik dengan kasus Virus Corona yang baru mulai menurun sementara vaksin terus dibagikan.

Selain itu harapan masih besar akan dikeluarkannya stimulus fiscal AS yang baru dalam jumlah yang besar meskipun kelihatannya ada penundaan untuk minggu ini karena focus politik beralih ke usaha untuk membuat impeachment terhadap Trump.

“Trade reflation” tetap tergambar di dalam wajah pasar global. Pasar komoditi mentah sedang mengalami rally yang dipimpin oleh minyak mentah, sementara imbal hasil obligasi AS terus mengalami kenaikan.

Bagi para pengamat pasar yang sudah lama berkecimpung di pasar tidak mungkin kebijaksanaan stimulus moneter dari para bank sentral dunia dan program bantuan dari pemerintah yang diimplementasikan dari sejak tahun lalu bisa menghindari inflasi yang menjadi problem dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama lagi.

OIL (CLR): Memasuki Fase Konsolidasi

Harga minyak mentah benchmark Amerika, WTI naik untuk ke enam kalinya berturut – turut dalam perdagangan pada hari Senin dengan West Texas Intermediate ditutup diatas $58 untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun.

Walaupun WTI mempertahankan momentum “bullish”nya dan naik ke $58.60 pada hari Selasa pagi, kelihatannya saat ini sudah memasuki fase konsolidasi dengan harga WTI telah turun dibawah $58 di $57.62.

Semakin dipercepatnya vaksinasi corona virus, khususnya di Amerika Serikat, turunnya kasus baru coronavirus, bagusnya data makro ekonomi yang dirilis, turunnya persediaan minyak mentah, semuanya memberikan dorongan bagi naiknya harga minyak pada minggu lalu.

Namun pada hari Selasa sentimen pasar yang berubah menjadi buruk membuat kenaikan harga WTI yang sensitif dengan resiko telah berhasil membatasi kenaikan WTI lebih lanjut. Indeks saham utama Eropa membukukan sedikit kerugian dan S&P 500 berjangka turun 0.1% pada hari itu.

Sementara itu, polling pendahuluan dari Reuters menunjukkan bahwa penyimpanan minyak mentah dan gasoline diperkirakan meningkat pada minggu yang telah berjalan. Hal ini menambah tekanan turun tambahan terhadap WTI.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.