DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

  • by

23 FEBRUARI 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Naik Meskipun Yields AS Naik

Harga emas berjangka naik solid pada awal perdagangan sesi AS dan mengalami “rebound” setelah menyentuh level terendah selama delapan bulan pada hari Jumat. Elemen-elemen diluar pasar metal berharga sedang bekerja mendukung pergerakan naik pasar emas pada saat memulai minggu perdagangan yang baru, termasuk di dalamnya turunnya pasar saham, melemahnya indeks dollar AS, dan menguatnya harga minyak mentah. Aksi “short-covering” oleh para trader berjangka juga terlihat pada hari Senin kemarin, dengan terjadinya kerugian belakangan ini di pasar emas.

Harga emas naik menembus $1,800 meskipun yields AS naik tertinggi dalam satu tahun, menunjukkan kemenangan emas dalam pertempuran melawan naiknya inflasi. Emas berjangka kontrak bulan April naik  $32.10 ke $1,809.60 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Maret naik $0.216 pada $27.47 per ons.

Pasar saham global kebanyakan melemah pada perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Para trader saham mencatat obligasi pemerintah sebagai “asset class” yang berkompetisi, dengan yield surat berharga Treasury AS 10 tahun saat ini mencapai 1.369%, tertinggi dalam satu tahun.

Meskipun seorang analis pasar saham mengatakan bahwa yields T-Note AS harus naik sampai sekitar 4%, baru bisa menjadi kompetitor dari saham sektor tehnologi dalam hal “return on investment”.

Secara keseluruhan sentimen terhadap resiko dari para trader dan investor masih tetap rendah, dengan pemerintah AS sedang bersiap untuk meluncurkan suatu paket stimulus keuangan yang besar yang baru bagi orang – orang Amerika. Selain itu, infeksi Virus Corona sedang turun sementara vaksinasi terus dipergiat. Pasar sedang menunggu testimoni dari Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell mengenai kebijakan moneter AS di depan Komite Perbankan Senat pada hari Selasa.

OIL (CLR): Minyak Berbalik Naik Karena Melemahnya US Dollar

Harga minyak mentah kembali bersinar pada permulaan minggu yang baru dan mendorong West Texas Intermediate (WTI) kembali keatas rintangan kunci di $60.00.

Harga WTI naik ke level tertinggi dalam beberapa hari ke $61.06 dan merupakan kenaikan setelah mengalami koreksi penurunan dua kali berturut – turut.

Kenaikan dari harga minyak mentah WTI datang ditengah pelemahan yang persisten sedang menghantam dollar AS, sementara aktifitas di Texas diperkirakan kembali ke normal secara bertahap setelah mengalami perhentian produksi karena kondisi udara yang membeku secara ekstrim.

Di sisi lain, para trader minyak diperkirakan akan menggeser perhatian mereka ke pertemuan OPEC+ pada tanggal 4 Maret. Perkiraaan konsensus tetap cenderung ke arah berhati-hati  dengan kartel minyak terbesar di dunia ini bisa memutuskan untuk mulai memompa minyak ekstra ke pasar karena pemulihan yang tajam di dalam harga minyak mentah WTI belakangan ini.

Selain karena melemahnya dollar AS, kenaikan harga minyak WTI juga disebabkan oleh bertambahnya inflow ke ETF yang berbasis komoditi bersamaan dengan penurunan persediaan minyak mentah AS dari laporan minggu lalu, serta membekunya udara di Texas.

Pasar sedang menantikan laporan mingguan yang baru dari persediaan minyak mentah AS oleh API dan EIA yang akan keluar pada hari Selasa dan Rabu.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.