DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

4 MARET 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Turun Ditengah Naiknya Yield & US Dollar

Harga emas berjangka turun tajam pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Rabu kemarin. Naiknya obligasi pemerintah dan “rebound”nya indeks dollar AS pada pertengahan minggu adalah kekuatan dari luar yang negatif terhadap pasar metal berharga. Minat beli terhadap metal berharga kuning ini mendapatkan tekanan oleh karena rally indeks saham AS dan menguatnya dollar AS. Selain itu ada trader futures jangka pendek yang melakukan penjualan karena melihat postur tehnikal jangka pendek dari emas menjadi semakin”bearish”.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $10.10 di $1,724.00 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.649 ke $26.225 per ons.

Laporan employment nasional dari ADP untuk bulan Februari, muncul di 117.000 yang meleset jauh dari yang diperkirakan sebesar 225.000 pekerjaan dan juga dibandingkan bulan Januari sebesar 174.000. Aksi jual di pasar metal berlanjut setelah keluarnya laporan dengan data yang buruk tersebut, meskipun seharusnya mendukung harga emas. Sementara itu laporan employment dari ADP ini, adalah pendahuluan dari laporan NFP yang akan keluar pada hari Jumat.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Sikap pasar bersemangat pada pertengahan minggu dengan harapan semua orang Amerika sudah mendapatkan vaksin paling tidak satu kali pada akhir bulan Mei. Selain itu paket bantuan untuk pandemik senilai $1.9 triliun semakin dekat untuk dikeluarkan. Semua ini tidak membawa dukungan terhadap harga emas.

Mata para trader dan investor masih terus mengamati yields AS. Yields Treasury 10 tahun AS saat ini berada disekitar 1.445%. Kebanyakan veteran pengamat pasar percaya bahwa yields treasury AS akan terus naik pada bulan – bulan yang akan datang yang akan bisa membebani harga emas.

Review Pergerakan Emas, Rabu 3 Maret 2021 = 38.58 Points

OIL (CLR): Minyak Naik Karena Berita Dari Pertemuan OPEC+

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) semula tertekan turun oleh karena menguatnya dollar AS secara luas. Namun berita yang positip dari pertemuan OPEC+ berhasil mengangkat naik lagi harga minyak mentah WTI sehingga mencapai lebih dari $61.00, di sekitar $61.30.

Dolar AS mengalami kenaikan disebabkan oleh naiknya yields obligasi pemerintah AS.

Salah satu penggerak utama dari naiknya yields Treasury dan dollar AS adalah rencana stimulus fiscal AS yang merupakan paket kelegaan Covid senilai $1.9 triliun. Setelah berhasil melewati House of Representative, sekarang bolanya ada pada Senat AS.

Jika stimulus yang keluar tidak jauh dari $1.9 triliun, dollar AS bisa naik lagi, namun jika stimulus yang keluar mengarah hanya sebesar $1 triliun maka dollar AS akan mengalami penurunan.

Harga minyak mentah WTI bangkit lagi pada saat pertemuan OPEC+ berlangsung. Kenaikan ini disebabkan karena para pemimpin OPEC+ dilaporkan sedang mempertimbangkan meneruskan pemangkasan produksi minyak mentah dari bulan Maret ke bulan April.

Bukannya menaikkan produksi seperti yang diisukan belakangan ini. Sementara itu, para analis memperkirakan para pemimpin akan menaikkan produksinya secara bertahap.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.