DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

10 MARET 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Kenaikan Solid Emas Terancam Turun?

Harga emas naik cukup solid pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa ditengah turunnya yields AS dan melemahnya indeks dollar AS. Namun penyebab kenaikan kebanyakan karena koreksi normal, yaitu bangkitnya harga emas akibat aksi “short-covering” setelah emas turun ke level terendah 10 bulan pada hari Senin.

Emas berjangka kontrak bulan April terakhir naik $35.50 ke $1,713.00 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.506 ke $25.765 per ons.

Pasar saham global bervariasi mengarah menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik secara solid ketika perdagangan sesi New York dimulai. Yields pasar obligasi mengalami penurunan pada hari Selasa, yang mendorong minat terhadap resiko dari para trader dan investor dan mendorong naik harga saham.

Sementara itu, OECD memperkirakan ekonomi global akan mengalami rebound kembali ke level pertumbuhan sebelum pandemik pada pertengahan tahun ini, dengan pertumbuhan 5.6%. OECD memandang ekonomi AS akan bertumbuh sebanyak 6.5% pada tahun 2021 – dua kali lipat dari perkiraan pada bulan November tahun lalu.

Meskipun demikian potensi kenaikan harga emas terancam oleh karena Kongres AS sebentar lagi akan mengeluarkan paket kelegaan coronavirus yang massif sebesar $1.9 triliun. Penerbitan surat hutang yang lebih banyak lagi akan membuat naiknya yields dan dollar AS.

Amerika Serikat akan mengadakan lelang obligasi 3 tahun pada hari Selasa dan 10 tahun pada hari Rabu yang diamati oleh pasar dengan seksama. Naiknya Kembali imbal hasil obligasi AS bisa memicu naiknya kembali dollar AS dan mengakhiri ketenangan pasar pada sekarang ini.

OIL (CLR): Minyak Tertekan Kekuatiran Akan Naiknya Kembali Yield & US Dollar

Setelah mendapatkan keuntungan lebih dari 7% pada minggu lalu, harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) mengalami koreksi penurunan yang tajam hampir 2.4% pada hari Senin dan diperdagangkan disekitar $65.85, memulai minggu perdagangan yang baru.

Pada hari Selasa koreksi penurunan berlanjut dengan harga minyak diperdagangkan disekitar $64.50, meskipun sentimen pasar berubah menjadi positif.

Pasar sedikit tenang pada hari Selasa setelah terjadinya pergolakan memulai minggu perdagangan yang baru. Otoritas Cina melakukan intervensi untuk mengangkat kembali saham – saham tehnologi dari posisi rendahnya yang menghasilkan sentimen positip dan membebani dollar AS yang safe-haven.

Hal lain yang membuat dollar AS turun adalah turunnya yields obligasi 10 tahun AS dari ketinggiannya di atas 1.60% ke 1.56%. Penurunan dari imbal hasil Treasuries AS ini mungkin berhubungan dengan pernyataan Treasury Secretary AS Janet Yellen bahwa AS memiliki alat untuk berurusan dengan inflasi.

Meskipun demikian, Kongres AS sebentar lagi akan mengeluarkan paket kelegaan coronavirus yang massif sebesar $1.9 triliun. Penerbitan surat hutang yang lebih banyak lagi akan membuat naiknya yields dan dollar AS.

Amerika Serikat akan mengadakan lelang obligasi 3 tahun pada hari Selasa dan 10 tahun pada hari Rabu yang diamati oleh pasar dengan seksama. Naiknya Kembali imbal hasil obligasi AS bisa memicu naiknya kembali dollar AS dan mengakhiri ketenangan pasar sekarang ini. Potensi naiknya kembali dollar AS dan berakhirnya ketenangan pasar sekarang ini menekan harga minyak lebih lanjut.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.