DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

12 MARET 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Sempat Mendapatkan Momentum Bullish Namun di tutup Menurun

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis kemarin, didukung oleh stabilnya yields obligasi treasury AS dan melemahnya indeks dollar AS dan naiknya harga minyak mentah.

Menguatnya harga metal kuning pada saat mengakhiri minggu ini menjadi satu pertanda bahwa pasar telah melewati harga dasar. Emas berjangka bulan April naik $1.20 ke $1,722.10 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.27 ke $26.40 per ons.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Para trader dan investor sedang berada dalam sentimen yang “risk-on” pada akhir minggu ini setelah kongres AS menyetujui paket stimulus baru AS senilai $1.9 triliun yang akan ditandatangani oleh Gedung Putih pada hari Jumat.

Selain itu, vaksinasi Covid terus mengalami kenaikan di Amerika Serikat. Para ahli Kesehatan mengatakan semua orang Amerika yang mengingini suntikan vaksin bisa mendapatkannya satu kali paling lama sampai akhir bulan April. Yields obligasi AS kelihatannya telah stabil pada akhir minggu ini. Yields AS 10 tahun yang paling diawasi berada pada 1.499% pada awal perdagangan sesi AS. Setelah lelang obligasi 10 tahun yang berhasil, sekarang Amerika Serikat menjual obligasi 30 tahun yang kemungkinan sudah melemah permintaannya sehingga dapat menaikkan imbal hasilnya. Kenaikan imbal hasil obligasi AS ini akan bisa mendorong dollar AS kembali naik

OIL (CLR): Minyak Naik Karena Sentimen Risk-On

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) naik dari kerendahanya di $63.50 ke $65.84, meskipun laporan dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak mentah AS sebagian besar telah pulih kembali dari disrupsi karena cuaca buruk – badai salju musim dingin yang melanda Texas dengan output mingguan meningkat menjadi 10.900.000 dari 10.000.000 pada minggu yang berakhir di 26 Februari.

Kenaikan harga minyak mentah WTI disebabkan karena Arab Saudi tetap pada jalurnya untuk mengurangi persediaan minyak mentah sebanyak 1 juta barel per hari sampai bulan April.

Kenaikan harga minyak mentah WTI  juga disebabkan oleh karena turunnya dollar AS sebagai akibat dari stabilnya yields obligasi AS.

Lelang treasuries 10 tahun AS berakhir dengan ketenangan pada hari Rabu kemarin, yang menyebabkan yields obligasi AS kelihatannya telah stabil pada akhir minggu ini.

Yields AS 10 tahun yang paling diawasi,  berada pada 1.499% pada awal perdagangan sesi AS.

Faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah WTI adalah para trader dan investor sedang berada dalam sentimen yang “risk-on” pada akhir minggu ini setelah kongres AS menyetujui paket stimulus baru AS senilai $1.9 triliun yang akan ditandatangani oleh Gedung Putih pada hari Jumat.

Selain itu, vaksinasi Covid terus mengalami kenaikan di Amerika Serikat. Para ahli Kesehatan mengatakan semua orang Amerika yang mengingini suntikan vaksin bisa mendapatkannya satu kali paling lama sampai akhir bulan April.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.