DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

30 MARET 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Turun Akibat Penguatan US Dollar

Harga emas turun sedikit pada awal perdagangan sesi AS hari Senin kemarin. Memulai minggu perdagangan yang baru, seperti tidak ada yang mengajukan pembelian terhadap metal safe-haven ini ditengah sentimen pasar yang “risk-off”.

Indeks dollar AS yang menguat belakangan ini tetap menjadi elemen yang negatip terhadap pasar metal. Emas berjangka kontrak bulan April turun $19.50 ke $1,712.80 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.269 ke $23.845 per ons.

Pasar pada hari Senin sibuk dan dibuat nervous atas berita bahwa sebuah perusahaan investasi yang besar, Archegos Capital Management, pada akhir minggu lalu, melikuidasi posisi yang besar senilai $30 miliar di Viacom CBS dan Discovery kemungkinan karena kena margin call.

Dikuatirkan akan ada efek domino yang menyebabkan beberapa saham bank investasi turun tajam, namun sejauh ini pasar keuangan dan saham secara umum tidak bereaksi signifikan terhadap masalah ini dan karenanya pasar emas dan perak tidak mengalami kenaikan permintaan dengan cepat.

Meskipun demikian hal ini memicu sentimen “risk-off” di pasar yang mendorong naik dollar AS sehingga menekan harga emas.

Pasar saham global hampir stabil mengarah menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah stabil ke melemah ketika perdagangan sesi New York dimulai.

Kabar baik datang dari Mesir, dimana otoritas Mesir berhasil membuat kapal super besar Ever Given yang sebelumnya terdampar, kembali dapat mengapung dan berjalan di Kanal Suez yang mengakibatkan perdagangan global kembali normal secara bertahap.

OIL (CLR): Harga Minyak Stabil Di Area $60 – $61

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) beberapa waktu terakhir bergerak dalam rentang harga antara $59.50 sampai $62.00. Saat ini harga minyak WTI diperdagangkan disekitar $61.00, dengan penurunan berhadapan dengan “support” di $59 dan kenaikan berhadapan dengan “resistance” di $62.

Kabar baik datang dari Mesir, dimana otoritas Mesir berhasil membuat kapal super besar Ever Given yang sebelumnya terdampar, kembali dapat mengapung dan berjalan di Kanal Suez yang mengakibatkan perdagangan global kembali normal secara bertahap.

Salah satu dari penggerak harga minyak mentah yang paling penting adalah pertemuan OPEC+ pada tanggal 1 April yang kebanyakan setuju untuk menaikkan produksi. Namun, keprihatinan akan permintaan minyak mentah dari Eropa yang sedang dilanda gelombang ketiga dan kejatuhan yang tajam dari harga minyak belakangan ini, membuat rencana kenaikan produksi menjadi tidak pasti.

Penggerak harga minyak mentah yang penting lainnya adalah perkembangan pandemi di Eropa saat ini. Lockdown yang lebih ketat di daratan Eropa ditengah serangan gelombang ketiga virus corona telah membebani harga minyak mentah WTI.

Kanselir Jerman Angela Merkel kehilangan kesabaran dalam usaha mengendalikan penyebaran virus corona menghadapi tindakan dari negara bagian di Jerman, dan kemungkinan akan mensentralisir kekuasaan dan mempertimbangkan akan memberlakukan jam malam seperti tetangganya Perancis.

Sementara itu, Paris sedang berusaha memberlakukan restriksi yang baru karena infeksi meningkat dengan kecepatan yang mengkuatirkan dan rumah sakit terancam kebanjiran pasien virus corona. Namun di Inggris keadaan baik dengan kasus baru dan kematian serta masuk ke rumah sakit masih rendah dan ekonomi sedang dalam jalur pembukaan kembali.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.