DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

31 MARET 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Turun Tajam Karena Kombinasi Beberapa Faktor

Harga emas turun tajam dan menyetuh ke level terendah selama beberapa minggu pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa kemarin, ditengah rally dari indeks dollar AS, turunnya harga minyak mentah dan naiknya imbal hasil obligasi AS.

Ditambah lagi, minat terhadap resiko dari para trader dan investor tetap cukup tinggi yang membuat pasar saham global tetap terangkat. Emas berjangka kontrak bulan April turun $26.70 ke $1,685.60 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.418 ke $24.29 per ons.

Pasar saham global mendekati stabil dan kebanyakan mengarah menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Minat terhadap resiko meningkat pada hari Selasa, setelah ada sedikit keprihatinan pada hari Senin atas dilepasnya posisi saham dari sebuah perusahaan investasi dana yang besar, Archegos, setelah perusahaan ini menjadi “over-leveraged”.

Beberapa saham individu terdampak, namun tidak secara umum dan juga tidak pasar keuangan – paling tidak sampai saat ini belum. Kebanyakan pengamat pasar menganggap persoalan ini akan mereda tanpa efek domino.

Para trader dan investor umumnya bersemangat ditengah menguatnya ekonomi AS dan semakin banyak orang AS yang mendapatkan suntikan vaksin, ditambah lagi dengan rencana paket belanja infrastruktur yang bisa mengeluarkan dana sebanyak $3 sampai $4 triliun.

OIL (CLR): Harga Minyak Berakhir Lebih Rendah Saat Terusan Suez Di Buka Kembali

Minyak berjangka berakhir dengan kerugian pada hari Selasa (30/3), karena dibukanya kembali Terusan Suez mengurangi kekhawatiran seputar aliran pasokan minyak di wilayah tersebut.

Terusan dibuka lagi dan tumpukan kapal bisa dibersihkan dalam waktu seminggu, kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda. Penguatan dolar AS, di belakang ekspektasi untuk pemulihan ekonomi AS, juga berkontribusi pada kerugian minyak, katanya. Pedagang akan melihat keputusan produksi yang akan datang dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang akan dirilis pada hari Kamis. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei turun $ 1,01, atau 1,6%, menjadi menetap di $ 60,55 per barel di New York Mercantile Exchange.

Tim penyelamat berhasil membebaskan sebuah kapal kontainer berukuran sangat besar yang terperangkap selama hampir satu minggu di Terusan Suez. Keberhasilan itu mengakhiri krisis yang telah menyumbat salah satu jalur perairan paling penting di dunia dan menghentikan perdagangan maritim bernilai miliaran dolar per hari. Dibantu arus gelombang, satu armada kapal tunda menarik perangkat yang menonjol di haluan atau bagian depan kapal, yang tepat berada di bawah garis air atau yang disebut bulbous bow dari kapal seukuran gedung pencakar langit “Ever Given” dari tepi Terusan Suez yang berpasir. Kapal itu terjebak di Terusan Suez sejak 23 Maret lalu. Juru bicara Pentagon John Kirby memuji otoritas Mesir karena “kerja keras” mereka memindahkan kapal itu. Ia juga mengakui bahwa insiden itu kembali mengungkap masalah yang keberadaan terusan yang dikenal sempit bagi perjalanan kapal. “Sudah sejak lama kami menyadari bahwa saluran sempit ini adalah titik maritim yang berbahaya,” ujar Kirby. Ditambahkannya, “potensi terperangkap di titik itu sedianya menjadi bagian dari perencanaan operasi normal.”

Evergreen Marine Corp mengatakan kapal “Ever Given” itu sedang dalam perjalanan menuju Great Bitter Lake, hamparan perairan yang luas di tengah-tengah antara ujung utara dan selatan Terusan Suez, di mana kapal itu akan diperiksa. Evergreen Marine Corp. adalah perusahaan perkapalan yang berbasis di Taiwan yang mengoperasikan kapal itu. Menurut perusahaan layanan Terusan Suez, Leth Agencies, lebih dari 40 kapal yang berlabuh di Great Bitter Lake menunggu kapal “Ever Given” keluar dari mulut Terusan itu, akhirnya melanjutkan perjalanan ke selatan lewat jalur air itu. Sementara lebih dari 30 kapal yang berada di belakang “Ever Given” berlabuh di Port Said di Laut Tengah untuk memasuki Terusan itu.

Setelah dilanda badai pasir, kapal “Ever Given” menabrak tepian kanal satu jalur sekitar enam kilometer di utara pintu masuk selatan, dekat Kota Suez. Hal ini menimbulkan kemacetan besar-besaran yang menimbulkan kerugian perdagangan global bernilai $9 miliar per hari dan masalah dalam rantai pasokan yang sudah terdampak pandemi virus corona.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.