DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

1 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Naik Akibat Turunnya USD & Yield AS

Harga emas mengalami kenaikan pada hari Rabu setelah turun menyentuh level terendah selama beberapa minggu pada hari Selasa. Emas mengalami kenaikan dari melemahnya dollar AS mengikuti turunnya yields obligasi AS. Emas berjangka kontrak bulan April diperdagangkan naik $26.20 ke $1,710.10 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.047 ke $24.095 per ons.

Pasar saham global mendatar dan bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS juga mengarah bervariasi ketika perdagangan sesi New York dimulai. Hari Rabu adalah hari perdagangan terakhir dari bulan Maret dan kuartal pertama tahun 2021. Banyak portfolio managers melakukan window dressing.

Laporan employment AS untuk bulan Maret dari ADP menunjukkan pertambahan pekerjaan sebanyak 517.000 yang adalah sesuai dengan yang diperkirakan sebesar 525.000 dan naik jauh dibandingkan dengan bulan Februari sebanyak 117.000.

Laporan ini akan menjadi pendahulu dari laporan NFP yang akan keluar pada hari Jumat yang diperkirakan akan menunjukkan pertambahan pekerjaan sebanyak 675.000 pekerjaan setelah kenaikan sebanyak 379.000 pada bulan Februari.

Dollar AS melemah dengan turunnya imbal hasil Treasury AS. Turunnya imbal hasil Treasury AS disebabkan karena Biden mengatakan akan menaikkan pajak untuk mendanai sebanyak $2 triliun dari belanja infrastruktur senilai $3 triliun.

Hal ini berarti berkurangnya penerbitan surat hutang pemerintah AS yang menaikkan harga dari obligasi AS sehingga menurunkan yields obligasi AS yang diikuti dengan melemahnya dollar AS. Hal ini mendorong naik harga emas.

Review Pergerakan Emas (XAUUSD) Rabu, 31 Maret 2021 = 37.37 Points

OIL (CLR): Minyak Naik Akibat Melemahnya USD Dollar

Setelah gagal mempertahankan momentum bullish nya dan turun ke kerendahan harian di $59.93 pada awal perdagangan sesi AS, sebelum akhirnya berhasil naik kembali ke $60.40, karena telah berhasil dibukanya kembali Kanal Suez untuk lalu-lintas perdagangan pada hari Senin malam, harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) berhasil naik ke $61.00 karena melemahnya dollar AS.

Dollar AS melemah dengan turunnya imbal hasil Treasury AS. Turunnya imbal hasil Treasury AS disebabkan karena Biden mengatakan akan menaikkan pajak untuk mendanai sebanyak $2 triliun dari belanja infrastruktur senilai $3 triliun.

Hal ini berarti berkurangnya penerbitan surat hutang pemerintah AS yang menaikkan harga dari obligasi AS sehingga menurunkan yields obligasi AS yang diikuti dengan melemahnya dollar AS. Melemahnya dollar AS membuat harga minyak mentah WTI menjadi lebih mahal bagi para pembeli di luar AS.

Kenaikan harga minyak mentah WTI juga didukung oleh komentar dari Menteri perminyakan Kuwait yang mengatakan bahwa dia tetap optimis mengenai pemulihan permintaan minyak global ditengah kampanye vaksin virus corona dan membaiknya industri dunia.

Outlook jangka pendek untuk pasar minyak mentah AS terus mengikuti OPEC+ yang akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis yang diperkirakan akan tetap mempertahankan untuk menahan produksinya satu bulan lagi.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.