DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

6 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Tertekan Naiknya Sentimen Terhadap Resiko.

Harga emas sempat melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Senin kemarin, dengan meningkatnya minat terhadap resiko dari para trader dan investor memulai minggu perdagangan yang baru, setelah bagusnya laporan ekonomi AS yang dirilis pada hari Jumat minggu lalu.

Namun akhirnya harga emas berhasil berbalik menguat kembali. Indeks dollar AS berhenti dari pergerakan naiknya setelah mengalami keuntungan yang besar belakangan ini.

Hal ini berdampak positif bagi pergerakan naik di pasar metal. Emas berjangka bulan Juni naik $3.40 ke $1,724.10 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.048 ke $24.90 per ons.

Kebanyakan pasar saham global tutup pada liburan Paskah hari Senin. Sementara indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor ketinggian baru. Sikap para trader dan investor menjadi lebih positip setelah keluarnya laporan pekerjaan AS pada hari Jumat minggu lalu yang menunjukkan kenaikan 916.000 dalam NFP di bulan Maret.

Ditambah dengan isu akan dikeluarkannya paket penyelamatan ekonomi senilai $2.25 triliun selama delapan tahun.

Hal kunci diluar pasar metal adalah melemahnya indeks dollar AS dan turunnya harga minyak mentah Nymex.

the Institute for Supply Management (ISM) mengatakan bahwa PMI Jasa AS untuk bulan Maret menunjukkan angka sebesar 63.7%, naik signifikan dari angka di bulan Februari sebesar 55.3%. Angka ini juga mengatasi yang diperkirakan dalam consensus pasar sebesar 58.3%.

Economic Calendar For Today
Review Pergerakan Emas Senin, 5 April 2021 = 12.26 Points
Technical Analysis XAUUSDin H1 TimeFrame (Update, April 6th, 2021) Head & Shoulder Pattern??

OIL (CLR): Harga Minyak Turun Tajam Karena Kombinasi Beberapa Faktor

Pasar minyak mentah, terus mengalami penurunan harga yang tajam dalam sehari pada hari Senin kemarin, meskipun sekarang berhasil kembali pulih hampir 2.0% dari posisi terendah dalam perdagangan sesi sebelumnya. Minyak mentah benchmark Amerika ini, West Texas Intermediary (WTI) yang memulai hari diatas $61.00, sempat turun menyentuh level terendah di $57.60 an, pada pertengahan perdagangan sesi Amerika Serikat, namun sekarang berhasil naik melewati $59.00 di sekitar $59.38.

Harga minyak mentah WTI telah bergerak dalam rentang harga dari ketinggian mendekati $62 ke kerendahan mendekati $57 selama dua minggu terakhir. Apabila berhasil menembus support di kerendahan $57, bisa membuka pintu terhadap aksi jual lebih lanjut ke arah rentang harga baru di $52 – $54.

Turunnya harga minyak mentah WTI ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Hal utama dari penurunan harga minyak WTI adalah berkurangnya permintaan minyak sehubungan dengan meningkatnya infeksi Virus Corona yang mencapai rekor di negara – negara emerging market seperti India dan di negara – negara maju seperti di Eropa.

Selain itu penurunan harga minyak WTI juga disebabkan oleh karena keprihatinan terhadap OPEC+ yang menyetujui penguranan pemangkasan produksi secara bertahap mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juli. Hal lainnya yang menyebabkan turunnya harga minyak WTI adalah keprihatinan terhadap supply Iran dimana ada laporan yang mengatakan bahwa Iran dan AS sedang akan mengadakan pembicaraan di Viena untuk membangkitkan kembali kesepakatan nuklir JCPOA yang akan bisa membuat sanksi terhadap produksi minyak Iran dihapuskan.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.