DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

7 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Naik Ke Level Tertinggi Sepekan Seiring Dengan Pelemahan US Dollar

Harga Emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu pada hari Selasa (06/04), didukung oleh pelemahan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS, meskipun minat yang lebih kuat untuk aset berisiko membuat kenaikan emas tertahan. Pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa, karena aksi “short covering” di pasar berjangka dan “perceived value buying” di pasar tunai. Postur tehnikal jangka pendek juga sedikit membaik. Meskipun demikian, keuntungan di emas dibatasi oleh minat terhadap resiko dari para trader dan investor yang tetap kuat yang terlihat dari naiknya indeks saham AS yang menyentuh rekor ketinggian pada minggu ini.

Indeks dollar AS telah terseret turun dari ketinggian dalam lima bulan baru-baru ini, yang memberikan dukungan terhadap emas. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $15.00 ke $1,743.80 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.28 ke $25.06 per ons.

Namun, sentimen risiko di pasar keuangan yang lebih luas tetap optimis, dengan ekuitas global pada rekor tertinggi di tengah data ekonomi yang kuat dari Amerika Serikat, mengurangi permintaan untuk aset safe-havens seperti emas.

Investor juga menunggu risalah pada hari Rabu dari pertemuan terakhir Federal Reserve AS untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter.

Presiden Bank Fed Cleveland Loretta Mester pada hari Senin mengatakan bahwa prospek ekonomi AS cerah, meskipun The Fed harus tetap berpegang pada kebijakan mudahnya untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut.

Pada logam mulia lainnya, perak naik 0,3% menjadi $ 24,98 per ons, paladium bertambah 0,2% menjadi $ 2.670,17 dan platinum turun 0,6% menjadi $ 1.201,85.

Review Pergerakan Emas (Selasa, 6 April 2021) = 18.19 Points atau setara dengan $1,819
Weekly Chart XAUUSD Using Fibo (Update, April 7th, 2021)

OIL (CLR): Harga Minyak Naik Terbatas

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediary (WTI) kembali menempati ketinggian hariannya selama paruh pertama perdagangan sesi Eropa, dengan kenaikan harga minyak WTI mengarah ke $60 barel per harri di sekitar $59.85. Emas hitam ini berhasil mendapatkan daya tarik yang positip pada hari Selasa dan mengambil kembali sebagian dari kerugian yang besar yang terjadi pada hari kemarin yang mendekati kerendahan selama dua minggu disekitar $57.60.

Kekuatiran mengenai naiknya supply minyak mentah AS meredan ditengah pelonggaran lebih jauh dari restriksi lockdown di Inggris dan kuatnya data ekonomi yang keluar dari AS. Laporan yang mengatakan bahwa Uni Eropa kemungkinan akan mencapai target vaksinasinya lebih cepat daripada yang diperkirakan menambah optimisme terhadap harga minyak. Namun, sentimen bullish yang masih ada atas dollar AS kemungkinan bisa membatasi kenaikan harga minyak mentah WTI meski harga minyak masih tertekan peningkatan pasokan minyak OPEC+ dan meningkatnya infeksi virus corona di India dan sebagian Eropa.

Selain itu, Inggris akan melonggarkan lebih banyak pembatasan virus corona pada 12 April, dengan pembukaan bisnis termasuk semua toko, pusat kebugaran, salon rambut, dan area perhotelan luar ruangan. Namun, pembatasan baru di sebagian besar Eropa dan meningkatnya infeksi di India membebani harga. Faktor-faktor tersebut membantu mengimbangi kekhawatiran tentang kesepakatan pekan lalu oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, untuk mengembalikan pasokan 350.000 barel per hari (bph) di bulan Mei, 350.000 bpd lainnya di bulan Juni dan 400.000 bpd atau lebih di bulan Juli.

Perhatian pasar sekarang tertuju pada pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia, yang dapat menyebabkan Washington mencabut sanksi pada sektor energi Iran. Goldman Sachs mengatakan setiap potensi pemulihan dalam ekspor minyak Iran tidak akan mengejutkan pasar dan pemulihan penuh tidak akan terjadi hingga musim panas 2022. Pedagang juga menarik napas lega setelah sebuah kapal tanker menghadapi kesulitan di selatan Terusan Suez tetapi segera melanjutkan perjalanannya. Otoritas Terusan Suez (SCA) mengatakan kepada Reuters bahwa masalah tersebut berlangsung sekitar 10 menit dan “telah diperbaiki”. Harga minyak melonjak pada akhir Maret setelah kapal kontainer raksasa memblokir kanal selama berhari-hari. Sementara itu, ketegangan yang meningkat antara Arab Saudi dan India terus berlanjut. Pabrik penyulingan negara India berencana untuk membeli 36% lebih sedikit minyak dari Arab Saudi pada Mei dari biasanya, kata tiga sumber.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.