DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

13 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Harga Emas Turun Didukung Penguatan USD

Harga emas diperdagangkan turun karena USD sempat naik pada awal perdagangan sesi AS, sebelum akhirnya berbalik turun.

Pada awalnya USD mengalami kenaikan karena sentimen “risk-off” di pasar yang mendukung kenaikan dollar AS yang safe-haven, sehingga membuat harga emas tertekan turun. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $13.60 ke $1,731.30 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.05 ke $25.275 per ons.

Pada perdagangan sesi selanjutnya, saham bergerak naik dari kerendahan harian sementara yields treasury AS tetap tenang, yang menyebabkan turunnya USD. Hal ini memberikan dukungan bagi harga emas dan dengan demikian membatasi kerugian emas.

Pasar saham global kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS juga mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai, karena koreksi yang normal dari keuntungan baru – baru ini yang membuat indeks saham AS mencetak rekor ketinggiannya pada minggu lalu.

Pasar tidak menaruh banyak perhatian atas komentar Jerome Powell pada pertunjukan TV 60 menit pada malam minggu, dimana dia mengulangi bahwa bank sentral AS akan terus mendukung ekonomi AS sampai sepenuhnya pulih dari pandemik.

Sementara itu ketegangan di Timur Tengah meningkat pada awal minggu ini karena laporan bahwa satu fasilitas pengayaan uranium utama di Iran diserang oleh serangan cyber yang menghancurkan, yang kemungkinan datang dari Israel. Dilaporkan terjadi kerusakan yang besar.

Sementara laporan lain mengatakan bank sentral Cina ingin memperketat standard peminjaman dengan sedang mempertimbangkan untuk mengimplimentasikan kontrol atas harga karena naiknya harga-harga komoditas.

Review Pergerakan Emas (XAUUSD) Senin, 12 April 2021 = 17.61 Points atau setara dengan $1,761

OIL (CLR): Harga Minyak Stabil di Area $59 – $60

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) meneruskan pergerakan naiknya dan diperdagangkan disekitar $59.84 dengan para trader percaya keprihatinan akan kelebihan supply kemungkinan akan bisa diisi dengan naiknya permintaan.

Ada optimisme mengenai ekonomi global dan bagaimana pemulihan pertumbuhan ekonomi akan terjadi. Para trader tidak kehilangan kepercayaan akan bertambahnya jumlah penyulingan minyak AS yang banyak dan bagaimana hal ini akan bisa mengganggu seluruh keseimbangan supply.

Pada awalnya USD mengalami kenaikan karena sentimen “risk-off” di pasar yang mendukung kenaikan dollar AS yang safe-haven, sehingga membuat harga minyak tertekan turun.

Pada perdagangan sesi selanjutnya, saham bergerak naik dari kerendahan harian sementara yields treasury AS tetap tenang, yang menyebabkan turunnya USD.

Hal ini memberikan dukungan naik lagi bagi harga minyak sehingga membuat harga minyak stabil di dekat $60.

Ketegangan di Timur Tengah yang meningkat pada awal minggu ini karena laporan bahwa satu fasilitas pengayaan uranium utama di Iran diserang oleh serangan cyber yang menghancurkan, belum berpengaruh terhadap harga minyak.

Dilaporkan terjadi kerusakan yang besar dan diperkirakan serangan datang dari Israel.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.